Menuju konten utama

Publik Dukung Internasionalisasi Domain .ID

Publik yang mengikuti Diskusi Umum Terbuka PANDI mendukung usulan untuk melakukan internasionalisasi terhadap domain apapun.ID. Langkah ini dipercaya akan semakin memperkuat domain .ID dan memperluas kedaulatan Indonesia di dunia maya.

Publik Dukung Internasionalisasi Domain .ID
Direktur Operasional Pandi, Sigit Widodo, dan Ketua Pandi, Andi Budimansyah, dalam sesi diskusi umum terbuka (DUT) Pandi Meeting 6. Foto/Dok Pandi.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) menyatakan bahwa mayoritas publik mendukung internasionalisasi domain .ID. Langkah ini dipercaya akan semakin memperkuat domain .ID dan memperluas kedaulatan Indonesia di dunia maya. 

Dalam kegiatan diskusi umum yang terbuka untuk publik pada PANDI Meeting 6 yang diselenggarakan pada 25-26 Mei 2016 di Balai Kartini, Jakarta, wacana internasionalisasi domain .ID menjadi satu bahasan khusus, dan mayoritas peserta diskusi tersebut menyatakan dukungannya terhadap rencana internasionalisasi domain.ID. 

Namun demikian, Direktur Operasional PANDI, Sigit Widodo, yang memimpin diskusi ini, memberi catatan bahwa rencana internasionalisasi hanya diwacanakan pada Domain Tingkat Tinggi (DTT) atau yang populer dengan sebutan 'apapun.id'. 

"Untuk Domain Tingkat Dua, seperti co.id, ac.id, sch.id, desa.id dan lainnya tidak pernah diwacanakan untuk dapat digunakan oleh orang atau institusi di luar Indonesia," ujar Sigit.

Sementara itu, Ketua PANDI Andi Budimansyah menegaskan, memperbolehkan orang atau perusahaan asing untuk mendaftarkan nama domain .ID akan memperkuat brand domain .ID dan memperluas wilayah kedaulatan Indonesia di Internet.

Firdausi Firdaus, Dosen Hukum TI Universitas Padjadjaran, Bandung, sepakat dengan pendapat Andi. Menurutnya, saat ini banyak sekali situs internet Indonesia yang tidak menggunakan domain .ID. Akibatnya, situs-situs internet ini tidak tunduk pada peraturan perundangan Indonesia. “Jika banyak yang menggunakan domain .ID, mereka harus mengikuti aturan Indonesia,” ujarnya.

Hampir seluruh peserta DUT mendukung wacana ini. Salah seorang peserta menyatakan, internasionalisasi domain .ID akan membuat diaspora-diaspora Indonesia yang tidak lagi berkewarganegaraan Indonesia dapat turut menggunakan domain .ID.

Direktur Eksekutif ICT Watch, Donny Budi Utoyo, yang hadir dalam diskusi ini juga menyatakan dukungannya. “Semakin banyak domain .ID muncul di dunia internasional, nama Indonesia akan semakin dikenal,” ujarnya. 

Donny menceritakan pengalaman saat membawa standing banner dengan alamat domain .ID di sebuah acara internasional. Saat itu, menurut pria berusia 41 tahun ini, banyak yang bertanya dan kemudian mencari informasi lebih lanjut tentang Indonesia. "Internasionalisasi domain .ID akan sangat baik untuk promosi tentang Indonesia," tegasnya.

Walaupun mayoritas mendukung, beberapa orang yang hadir menyatakan masih belum setuju dengan wacana internasionalisasi domain .ID. Menurut mereka, sebaiknya domain .ID tetap menyasar pasar lokal dan penggunaannya secara eksklusif tetap menjadi kebanggaan bangsa Indonesia.

"Saya mendukung, tapi sekarang belum saatnya," ujar Yusuf Nurrachman, Business Strategist, Rumahweb Indonesia dari Yogyakarta. "Kewajiban menggunakan local presence (untuk pendaftaran nama domain .ID) justru menjadi pemasukan bagi yang menawarkan jasa ini," ujarnya.

Baca juga artikel terkait atau tulisan lainnya dari Ign. L. Adhi Bhaskara

Reporter: Ign. L. Adhi Bhaskara
Penulis: Ign. L. Adhi Bhaskara
Editor: Ign. L. Adhi Bhaskara