Menuju konten utama

PU Siapkan 6 Lokasi untuk Sekolah Rakyat Tahap II di Jabar

Keenam lokasi tersebut yakni Kecamatan Jasinga, Bogor; Cikarang, Bekasi; Soreang, Kabupaten Bandung; Cirebon, dan Indramayu.

PU Siapkan 6 Lokasi untuk Sekolah Rakyat Tahap II di Jabar
Siswa mengikuti pembelajaran di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 11 di Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos), Bandung, Jawa Barat, Senin (20/10/2025).ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/YU

tirto.id - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis Jawa Barat telah menyelesaikan renovasi 20 lokasi Sekolah Rakyat Tahap I di provinsi tersebut.

Salah satu yang telah beroperasi adalah Sekolah Rakyat Menengah Pertama 11 Bandung Barat, yang mulai menerima siswa sejak Oktober 2025.

"Melalui dukungan infrastruktur yang lebih layak dan aman, sekolah rakyat diharapkan mampu menjadi pusat pembelajaran yang mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak dini," kata Kepala Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis Jawa Barat Tomi Hendratno, di lokasi, Kamis (13/11/2025).

Untuk melanjutkan program strategis ini, pemerintah telah menyiapkan tahap II pembangunan Sekolah Rakyat. Tomi mengungkapkan, enam lokasi sudah dibidik untuk calon lokasi.

“Untuk Tahap II, telah direncanakan pembangunan di enam lokasi yang saat ini masih dalam proses lelang,” ujarnya.

Keenam lokasi yang telah ditetapkan tersebut tersebar di beberapa wilayah, yakni Kecamatan Jasinga, Bogor; Cikarang, Bekasi; Soreang, Kabupaten Bandung; Cirebon, dan Indramayu.

Sekolah-sekolah pada tahap ini akan dikembangkan secara permanen dengan konsep boarding school yang mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA. Menurutnya, setiap lokasi akan didukung dengan lahan dari pemerintah daerah seluas 5-7 hektare.

Adapun, sekolah Rakyat Menengah Pertama 11 Bandung Barat, yang menjadi percontohan keberhasilan program tahap pertama, menampung 100 siswa dari keluarga kurang mampu.

Sekolah yang memanfaatkan bangunan eksisting Sentra Wyata Guna milik Kementerian Sosial ini telah direnovasi menggunakan anggaran APBN Tahun 2025.

“Jadi memang Sekolah Rakyat tahap satu ini sifatnya transisi. Kami memanfaatkan aset yang sudah ada lalu difungsikan sebagai sekolah. Kami juga masih berbagi dengan pemilik lahan sebelumnya,” ucap Tomi.

Fasilitas yang telah ditingkatkan mencakup renovasi ruang kelas, asrama putra-putri, ruang makan, dan laboratorium. Dukungan sarana penunjang juga disediakan, termasuk pengadaan 50 kasur siswa, 24 kasur guru, 319 kursi, 175 meja siswa, serta 92 kipas angin.

Saat ini, proses belajar mengajar di sekolah tersebut didukung oleh 33 tenaga pendidik dan staf, yang melayani 4 rombongan belajar dengan 100 siswa yang terdiri dari 56 siswa laki-laki dan 44 siswi perempuan.

Baca juga artikel terkait KEMENTERIAN PUPR atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Dwi Aditya Putra