Menuju konten utama

PSI Nilai Masuknya Investor ke IKN Tanda Prospek Menguntungkan

PSI menilai masuknya investor menjadi indikator paling konkret bahwa IKN dipandang layak secara ekonomi dan realistis secara kebijakan.

PSI Nilai Masuknya Investor ke IKN Tanda Prospek Menguntungkan
Sejumlah pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) berjalan keluar gedung saat jam pulang kerja di kantor Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) di Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Kamis (2/10/2025). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/nym.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pengurus DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ariyo Bimmo, menilai masuknya investasi untuk proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) merupakan perkembangan yang logis.

Hal ini ia nyatakan merespons Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) yang menggandeng Ayedh Dejem Group, perusahaan konstruksi dan pengembangan asal Uni Emirat Arab (UEA).

Kata Ariyo, masuknya investasi tersebut sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk melanjutkan pembangunan IKN.

"Investor pada dasarnya bekerja dengan kalkulasi rasional, mereka membaca gesture kebijakan, kesinambungan pemerintahan, dan kepastian arah pembangunan nasional," kata Ariyo kepada awak media, Senin (26/1/2026).

"Ketika itu terlihat jelas, maka keputusan investasi pun mengikuti," lanjut dia.

Ariyo menyatakan masuknya investor itu juga menandakan bahwa IKN dinilai memiliki prospek ekonomi yang menguntungkan. Dengan demikian, IKN tidak dipandang hanya secara jangka pendek, tetapi sebagai pusat pertumbuhan baru dalam jangka panjang.

Di satu sisi, ia juga menyinggung soal IKN yang disebut-sebut sebagai kota hantu. Menurut Ariyo, isu tersebut tidak relevan dengan kondisi Tanah Air saat ini. Katanya, dalam dua pekan terakhir, Jakarta kembali menghadapi banjir dan kemacetan serius. Hal ini menandakan bahwa daya dukung lingkungan dan infrastruktur Jakarta yang dinilai terbatas.

"IKN dirancang untuk mendistribusikan beban ekonomi, administratif, dan demografis yang selama ini terlalu terpusat di Jakarta, dengan pendekatan perencanaan kota yang lebih modern dan berkelanjutan," sambung Ariyo.

Ariyo menilai, masuknya investor menjadi indikator paling konkret bahwa IKN dipandang layak secara ekonomi dan realistis secara kebijakan.

"Intinya, investor masuk bukan karena optimisme kosong, tetapi karena membaca arah kebijakan yang jelas dan kebutuhan objektif untuk mendistribusikan beban Jakarta," pungkasnya.

Baca juga artikel terkait IBU KOTA NUSANTARA atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Insider
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Bayu Septianto