Menuju konten utama

PSG Menunjukkan Kepada Mbappe Cara Bermain Sepak Bola

PSG mengalahkan Real Madrid 4-0 di semifinal Piala Dunia Antarklub 2025. Permainan ciamik PSG tidak bisa diimbang Kylian Mbappe dan bintang Madrid lain.

PSG Menunjukkan Kepada Mbappe Cara Bermain Sepak Bola
Kylian Mbappe penyerang tengah Real Madrid dan Prancis merayakan setelah mencetak gol pertama timnya dalam pertandingan La Liga antara Real Madrid CF dan Deportivo Alavés di Estadio Santiago Bernabeu pada 25 September 2024 di Madrid, Spanyol. (reuters/Jose Breton/Pics Action/NurPhoto)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Setelah ditunjuk menjadi pelatih PSG pada Juli 2023, Luis Enrique langsung berbicara kepada Kylian Mbappe. Sang pelatih menjelaskan ide yang akan dia terapkan. Jika semua pemain menjalankan instruksinya, semua piala bisa mereka raih.

Ide sepak bola Luis Enrique sederhana. Semua pemain terlibat saat membangun serangan, begitu pula saat bertahan. Transisi dari bertahan ke menyerang dan sebaliknya, menjadi faktor penting dalam sepak bola Enrique yang diterapkan di PSG.

Namun, Kylian Mbappe yang menyisakan 1 tahun kontraknya enggan mendengarkan Luis Enrique. Tujuannya menyelesaikan sisa kontrak, kemudian pindah ke Real Madrid demi meraih trofi Liga Champion yang belum pernah dia dapatkan.

Di tahun pertama Luis Enrique, ide sepak bola yang dia terapkan belum berjalan karena Mbappe kerap terlambat saat transisi negatif. Meski mendominasi di kompetisi domestik, PSG gagal melaju jauh di Liga Champion kala itu.

Kemudian Mbappe resmi bergabung dengan Real Madrid pada musim panas 2024. Semusim berlalu, bukan trofi yang dia dapatkan, tetapi kenyataan melihat PSG memenangi Liga Champion, dan sekarang selangkah lagi meraih gelar Piala Dunia Antarklub pertama kali setelah menumbangkan Real Madrid di semifinal.

Di semifinal Piala Dunia Antarklub 2025, PSG tidak hanya menang, tetapi membuat Kylian Mbappe tidak berkutik. 4 gol PSG hanya dibalas Mbappe dengan 4 upaya tembakan dan 0 shoot on target.

Analis The Guardian, Sid Lowe menulis dalam kolomnya PSG bukan tidak bisa mencetak lebih dari 4 gol, tetapi enggan melakukannya. Sementara Real Madrid tidak hanya kalah secara skor, mereka tidak diberi kesempatan sama sekali oleh pemain-pemain PSG untuk bangkit.

Cara PSG bermain sepak bola sebagai tim, menurut Sid Lowe adalah mesin yang hebat. Bahkan, Real Madrid yang memiliki banyak pemain bintang tidak bisa memberikan perlawanan usai kebobolan 3 gol cepat dari Ousmane Dembele dan Fabian Ruiz di babak pertama.

"PSG adalah mesin yang hebat, tidak terhentikan. Mereka memang diunggulkan di awal, tetapi pertandingan berakhir begitu cepat. PSG tidak sepenuhnya mengeluarkan kemampuannya karena di babak kedua, mereka mengurangi agresivitasnya," tulis Sid Lowe.

Sementara Kylian Mbappe yang mengabaikan ide Luis Enrique saat dirinya masih di PSG, tidak bisa berkutik. Tak hanya Mbappe, pemain Real Madrid lain juga mengalami hal serupa karena berdasarkan catatan Whoscored penjaga gawang PSG, Gianluigi Donnarumna tidak melakukan penyelamatan sama sekali.

Sepanjang laga, tidak ada shoot on goal yang dibuat oleh Mbappe meski dirinya telah melakukan segala cara. Melakukan sprint yang selalu dihentikan Achrag Hakimi atau pemain PSG lain, tendakan spekulasi dari jarak jauh hingga menjatuhkan diri di kotak 16 agar mendapat penalti yang tidak diberikan wasit Szymon Marciniak.

Sementara Kvicha Kvaratskhelia, Ousmane Dembele, Desire Doue dan pemain PSG lain yang tidak memiliki bakat sehebat Kylian Mbappe justru sangat mudah mendapatkan peluang berkat kerjasama tim. Bahkan, saat ketiganya digantikan Goncalo Ramos, Bradley Barcola dan Lee Kang-in, PSG tetap mendominasi Real Madrid.

Berdasarkan statistik Whoscored, PSG membuat penguasaan bola hingga 69% berbanding 31% milik Real Madrid. Dari segi serangan, PSG membuat 17 upaya tembakan dengan 7 di antaranya mengarah ke gawang, sementara Real Madrid membuat 11 tembakan tanpa ada yang mengarah ke gawang.

Baca juga artikel terkait PIALA DUNIA ANTARKLUB atau tulisan lainnya dari Permadi Suntama

tirto.id - Sepakbola
Penulis: Permadi Suntama
Editor: Fitra Firdaus