Menuju konten utama

Prudential Luncurkan PRUMapan untuk Atasi Sandwich Generation

Produk asuransi baru Prudential Indonesia dengan premi Rp200 ribu untuk bantu Gen Z dan Milenial merencanakan masa depan lebih fleksibel dan terkendali.

Prudential Luncurkan PRUMapan untuk Atasi Sandwich Generation
Lauching PRUMapan, Jakarta, Rabu (25/2/2026). Foto/ Merlina Aryanti
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Prudential Indonesia resmi meluncurkan produk asuransi terbaru PRUMapan, yang dirancang khusus untuk membantu generasi muda, khususnya Gen Z dan Milenial, mewujudkan impian masa depan secara lebih tenang dan terkendali di tengah tekanan finansial yang kian kompleks.

Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia, Karin Zulkarnaen, mengatakan banyak anak muda saat ini hidup dalam kondisi penuh kekhawatiran akan masa depan. Kenaikan biaya hidup, tuntutan finansial keluarga, hingga tanggung jawab lintas generasi membuat mereka ragu apakah mimpi besar yang dimiliki dapat tercapai.

“Banyak Gen Z dan Milenial yang berada di posisi sandwich generation. Mereka harus membiayai diri sendiri, orang tua, bahkan anak dan adik-adiknya. Ini bukan karena kurang peduli, justru karena rasa tanggung jawab terhadap keluarga,” ujar Karin dalam sambutannya dalam kegiatan Prudential Indonesia Luncurkan PRUMapan, Dukung Anak Muda Wujudkan Impian Masa Depan Agar #MapanTerkendali, Jakarta, Rabu (25/2/2026).

Menurut Karin, fenomena sandwich generation di Indonesia jumlahnya sangat besar. Saat ini diperkirakan terdapat sekitar 41 juta masyarakat yang berada dalam posisi tersebut. Kondisi inilah yang mendorong Prudential menghadirkan PRUMapan sebagai solusi perencanaan keuangan jangka panjang bagi generasi muda.

“Di Prudential, kami percaya setiap masalah finansial pasti ada solusinya. Melalui PRUMapan, kami ingin anak-anak muda tetap bisa produktif hari ini, membantu keluarga, sekaligus mengejar mimpi tanpa mengorbankan masa depan mereka,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa memiliki mimpi saja tidak cukup tanpa dibarengi dengan aksi nyata. PRUMapan dihadirkan bukan sekadar sebagai peluncuran produk, melainkan sebagai upaya membuka percakapan yang lebih dalam tentang pentingnya perencanaan keuangan sejak dini agar hidup dapat dijalani dengan lebih tenang dan terkendali.

Dalam kesempatan yang sama, Karin juga menyoroti pentingnya pengelolaan keuangan melalui budgeting. Menurutnya, calon nasabah perlu menghitung kemampuan finansial secara realistis agar premi yang dibayarkan tidak memberatkan, mengingat kontribusi PRUMapan berlangsung hingga usia 55 tahun.

“Dari budgeting itulah ditentukan besaran premi. Karena jika berhenti di tengah jalan, polis bisa menjadi tidak aktif. Maka sejak awal harus mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang bisa terjadi,” ujarnya.

PRUMapan juga memberikan fleksibilitas bagi nasabah yang ingin menambah perlindungan di kemudian hari. Nasabah dapat membeli polis baru jika memiliki dana lebih, meski premi pada polis yang sudah berjalan tidak dapat ditambah.

Chief Strategy & Transformation Officer Prudential Indonesia, Yolanda Yasinta, menambahkan bahwa PRUMapan dirancang untuk membantu generasi muda menyusun perencanaan keuangan secara lebih terstruktur demi mencapai kemandirian finansial.

“Produk ini mengutamakan fleksibilitas yang relevan dengan kebutuhan Gen Z dan Milenial. Ada opsi percepatan maupun penambahan dana mapan sesuai kemampuan dan fase kehidupan,” kata Yolanda.

Ia menjelaskan, PRUMapan memiliki premi awal yang sangat terjangkau, mulai dari Rp200.000 per bulan, sehingga diharapkan semakin banyak anak muda yang berani memulai proteksi sejak dini. Selain manfaat dana mapan, produk ini juga dilengkapi dengan perlindungan jiwa, di mana manfaat meninggal dunia akan dibayarkan dengan nilai tambahan hingga 100 persen.

Perbedaan utama PRUMapan dengan produk asuransi lain, lanjut Yolanda, terletak pada desainnya yang memang dikhususkan untuk anak muda, baik dari sisi fleksibilitas manfaat maupun keterjangkauan premi. Produk ini bahkan dapat dimiliki sejak usia 19 tahun.

Karin menambahkan, segmen Gen Z dan Milenial menjadi pasar yang sangat penting bagi Prudential Indonesia. Dengan populasi anak muda yang besar, peluang pertumbuhan industri asuransi masih sangat luas, mengingat tingkat kepemilikan polis di Indonesia masih relatif rendah.

“Data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia tahun 2025 menunjukkan jumlah pemilik polis individu sekitar 21 juta. Artinya, masih banyak masyarakat yang belum memiliki proteksi,” ujarnya.

Melalui PRUMapan, Prudential berharap generasi muda Indonesia dapat mulai mengambil langkah nyata dalam perencanaan keuangan, membantu keluarga tanpa mengorbankan impian masa depan, serta keluar dari lingkaran sandwich generation secara bertahap.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis