Menuju konten utama

Profil & Riwayat Sakit Eric Dane Grey's Anatomy yang Tutup Usia

Aktor Grey's Anatomy, Eric Dane meninggal dunia di usia 53 tahun setelah berjuang karena penyakit ALS. Ini profil singkat dan riwayat penyakitnya.

Profil & Riwayat Sakit Eric Dane Grey's Anatomy yang Tutup Usia
Eric Dane bsaat konferensi pers untuk membahas asuransi kesehatan di Markas Besar Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan di Washington, DC, pada 23 Juni 2025. AFP/SAUL LOEB
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Aktor Eric Dane, pemeran Dr. Mark Sloan di serial Grey’s Anatomy meninggal dunia pada Kamis (19/2/2026) di usia 53 tahun. Dane berpulang setelah berjuang sembuh dari penyakit Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS).

Dalam pernyataan resmi, keluarganya menyampaikan bahwa Eric mengembuskan napas terakhir dikelilingi oleh sahabat-sahabat terdekat, istri tercintanya Rebecca Gayheart, serta dua putri mereka, Billie dan Georgia.

“Ia menghabiskan hari-hari terakhirnya dikelilingi oleh teman-teman terkasih, istrinya yang setia, dan kedua putrinya yang cantik, Billie dan Georgia, yang merupakan pusat dunianya,” bunyi pernyataan tersebut dikutip People.

Selama masa perjuangannya melawan ALS, Eric juga aktif meningkatkan kesadaran dan mendukung penelitian tentang penyakit tersebut, dengan harapan dapat membantu orang lain yang menghadapi perjuangan serupa.

Profil Eric Dane “Grey’s Anatomy” yang Tutup Usia & Riwayat Sakitnya

Eric Dane adalah aktor Amerika yang dikenal luas berkat perannya sebagai Dr. Mark Sloan atau “McSteamy” dalam serial medis populerGrey's Anatomy.

Lahir di San Francisco, AS pada 9 November 1972, kehidupan Eric sejak kecil tidaklah mudah. Ayahnya meninggal akibat luka tembak saat ia baru berusia tujuh tahun.

Kehilangan itu meninggalkan dampak mendalam dalam hidupnya, meski ia mengaku baru benar-benar memahami betapa besar luka tersebut setelah dirinya menjadi seorang ayah.

Semasa remaja, Eric sebenarnya lebih tertarik pada olahraga dan merupakan pemain polo air di sekolah menengah. Namun secara tidak sengaja ia terjun ke dunia akting ketika mendapat peran dalam pementasan drama All My Sons. Dari situlah ia merasakan gairah yang besar terhadap seni peran dan memutuskan menekuni dunia tersebut secara serius.

Setelah lulus, ia pindah ke Los Angeles dengan uang yang sangat terbatas dan melewati masa-masa sulit, termasuk periode ketika ia terjebak dalam gaya hidup pesta dan mengalami berbagai masalah pribadi.

Perlahan, ia mulai mendapatkan peran kecil di sejumlah serial televisi populer seperti Saved by the Bell, The Wonder Years, Roseanne, dan Married... with Children.

Ia juga tampil dalam serial Charmed serta membintangi film pertamanya, The Basket (2000). Titik balik besar dalam kariernya datang pada 2006 ketika ia tampil di musim kedua Grey’s Anatomy sebagai Mark Sloan.

Awalnya ia hanya menjadi peran pendukung, namun respons penggemar yang sangat kuat membuat karakternya menjadi tokoh utama.

Eric meninggalkan Grey’s Anatomy pada 2012 ketika karakternya dimatikan dalam cerita. Ia kemudian mengungkapkan bahwa kepergiannya bukan sepenuhnya keputusan pribadi, melainkan juga faktor produksi dan situasi kariernya saat itu.

Setelahnya, ia terus membangun karier lewat berbagai proyek film dan televisi seperti Valentine's Day, Marley & Me, Burlesque, serta serial The Last Ship.

Keinginannya mengeksplorasi peran yang lebih kompleks membawanya bergabung dalam serial HBO Euphoria sebagai Cal Jacobs, sosok ayah keluarga yang menyimpan kehidupan rahasia.

Dalam kehidupan pribadi, Eric menikah dengan Rebecca Gayheart pada 2004 dan dikaruniai dua putri, Billie Beatrice dan Georgia Geraldine.

Pernikahan mereka sempat diterpa berbagai ujian, termasuk kontroversi video pribadi yang bocor pada 2009 serta perjuangan Eric melawan depresi dan ketergantungan obat penghilang rasa sakit setelah cedera olahraga.

Pada tahun terakhir hidupnya, Eric mengungkapkan bahwa dirinya didiagnosis ALS, penyakit langka yang menyerang sel saraf di otak dan sumsum tulang belakang sehingga menyebabkan kelumpuhan otot secara progresif.

“Saya telah didiagnosis mengidap ALS. Saya bersyukur memiliki keluarga tercinta di sisi saya saat kami menjalani babak selanjutnya ini,” ungkap Dane kala itu dikutip People.

Penderita biasanya mengalami kelemahan otot, kesulitan berbicara, berjalan, hingga bernapas. Meski belum ada obat untuk ALS dan harapan hidup rata-rata setelah diagnosis berkisar tiga hingga lima tahun, sebagian pasien dapat bertahan lebih lama.

Di tengah kondisi tersebut, Eric tetap menyatakan rasa syukurnya atas dukungan keluarga dan bahkan berencana terus bekerja, termasuk kembali ke lokasi syuting “Euphoria” sebelum kondisinya memburuk.

Baca juga artikel terkait AKTOR atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra