tirto.id - Profil Romi The Jahats tengah banyak dicari publik skena punk Indonesia. Salah satu vokalis band punk rock senior Tanah Air ini mengembuskan nafas terakhirnya pada Selasa, 10 Februari 2026. Lantas, apa penyebab eks vokalis band Marjinal itu meninggal dunia?
Skena musik punk Indonesia tengah dilanda duka, usai kehilangan salah satu sosok yang cukup berpengaruh, Adie Indra Dwiyanto atau yang lebih akrab disapa Romi The Jahat. Kepergiannya itu tentunya menyisakan duka mendalam mengingat Romi yang cukup memiliki kontribusi besar terhadap musik punk Tanah Air.
Kabar Romi The Jahat meninggal dunia ini telah dikonfirmasi langsung melalui kanal media sosial resmi band Romi & The Jahats (RTJ) pada Selasa, 10 Februari 2026.
"Rest in Power Babeh @romi.jahats (Adie Indra Dwiyanto). Romi Jahat babeh kami, sahabat kami, saudara kami telah berpulang. Terima kasih atas semua cinta dan dukungan yang kalian berikan selama ini. Al-Fatihah," tulis akun resmi RTJ, dikutip Tirto.id, Selasa (10/2/2026).
Keperian Romi Jahat yang kerap disapa Babe Romi ini meninggalkan kekosongan besar bagi komunitas musik punk dan rock Tanah Air yang telah menganggapnya sebagai sosok ayah sekaligus mentor.
Tak hanya itu, berkat dedikasi besarnya dalam industri musik punk Indonesia, Romi The Jahat juga dijuluki sebagai ikon Rock 'N' Roll Kotor Indonesia yang kerap tampil energik di setiap penampilannya.
Di samping kepergiannya itu, tak jarang publik yang belum mengetahui siapa sosok vokalis legendaris itu. Untuk menjawab pertanyaan siapa Romi The Jahat, simak ringkasan profil singkatnya berikut, serta penyebab eks vokalis band Marjinal itu meninggal dunia.
Profil Romi The Jahat yang Meninggal Dunia Hari Ini
Adie Indra Dwiyanto alias Romi The Jahat merupakan pria asal Jakarta yang telah aktif di dunia skena punk Tanah Akhir sejak tahun 1997-an. Berbasis di Cilandak, Jakarta Selatan, Romi telah menjelma sebagai ikon underground dengan julukan "Rock 'N' Roll Kotor Indonesia" yang telah melekat pada dirinya.
Julukan tersebut tentunya bukan tanpa alasan. Pasalnya, Romi Jahat kerap membawakan penampilan sambil menyisipkan kritik sosial terhadap apa yang sedang terjadi.
Adapun karier bermusiknya berasal saat Romi The Jahat bergabung dengan salah satu band punk senior, Marjinal, pada tahun 1997. Di band tersebut, Romi mengarungi musik punk Tanah Air bersama Mike, Bob OI!, dan Steve.
Bersama Marjinal, Romi Jahat memfokuskan diri pada pesan penolakan sosial lewat musik cepat dan energik. Hal itu juga menjadi citra awal terbentuknya Romi sebagai "Rock 'N' Roll Kotor Indonesia".
Setelah berjalan bersama Marjinal selama satu dekade lebih, Romi kemudian mendirikan band baru pada Juni 2009 bernama Romi & The Jahats (RTJ). Sebelumnya, band tersebut diberi nama Romy and The Bad Boy, sebelum berganti menjadi RTJ.
Penggunaan nama band itu bukan tanpa alasan. Romi bersama Ableh, Chobex, dan Imam, seolah ingin memberikan pesan melalui bait-bait lirik yang sarat akan keresahan dan kritikan terhadap keadaan sekitar.
Bersama RTJ, Romi The Jahats berhasil melahirkan sederet karya-karya fenomenal, seperti HORE, Tunggu Mati, Sebelum Akhir Dunia, Pelita Di Tanah Lapang, hingga Suaraku yang baru dirilis di tahun 2025 kemarin.
Meskipun Romi & The Jahats masih aktif hingga saat ini, kini band punk tersebut tengah dilanda duka mendalam usai sang vokalis, Babe Romi, meninggal dunia pada Selasa, 10 Februari 2026.
Apa Penyebab Romi The Jahat Meninggal Dunia?
Meskipun telah dikonfirmasi bahwa Romi The Jahat meninggal dunia pada Selasa (10/2/2026), hingga berita ini diterbitkan baik pihak manajemen maupun keluarga mendian belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab wafatnya sang vokalis legendaris tersebut.
Akan tetapi, berdasarkan informasi yang beredar, sinyal mengenai kondisi kesehatannya sebenarnya telah mencuat sejak pertengahan Januari lalu. Babe Romi dikabarkan telah menjalani perawatan intensif selama dua pekan akibat kondisi kesehatannya yang menurun drastis.
Tak lama berselang, band Romi & The Jahats memberikan pengumuman mengejutkan yang secara mendadak membatalkan rangkaian turnya yang direncanakan akan berlangsung pada 1-15 Februari 2026. Pembatalan agenda tersebut diklaim berkaitan dengan kondisi internal, yang diasumsikan ada kaitannya dengan kondisi kesehatan Romi The Jahats.
Adapun demikian, hingga kini belum ada informasi resmi terkait penyebab Romi The Jahat meninggal dunia.
Penulis: Imanudin Abdurohman
Editor: Fitra Firdaus
Masuk tirto.id
































