Fourtwnty, ERK, Marjinal: Band yang Dilihat 10 Juta Kali di Youtube

Oleh: Alexander Haryanto - 9 September 2019
Dibaca Normal 1 menit
Musisi indie yang karyanya sudah ditonton lebih dari 10 juta kali di Youtube adalah Efek Rumah Kaca, Fourtwnty, Marjinal, Stars and Rabbit dan Iksan Skuter.
tirto.id - Belakangan ini, dunia musik tanah air kembali menggeliat. Kemunculan berbagai musisi dari banyak genre juga sangat menarik untuk disimak. Tentu saja, semua ini berkat perkembangan era digital yang sukses mengakhiri semua dominasi selera pendengar musik.

Pendengar tak lagi bisa disetir, orang menjadi punya "semestanya" sendiri-sendiri, termasuk memilih musik mana yang harus mereka dengar. Setidaknya, hal inilah yang membuat musisi independen atau musik side mainstrem menjadi terdengar luas, meski bukan jaminan juga semua musisi yang merilis karyanya di platform digital akan mudah mendapat pendengar.

Tapi, setidaknya, ada beberapa musisi independen yang berhasil membuktikan eksistensinya lewat jutaan viewers di Youtube, meski ini juga bukan satu-satunya indikator untuk mengukur kualitas atau keberhasilan sang musisi. Akan tetapi, angka yang tidak sedikit itu bisa jadi gambaran betapa banyak pendengar musik independen.

Di sisi lain, era saat ini juga bisa membuktikan bahwa musik yang bertemakan sosial, politik dan lingkungan bisa sejajar atau sama banyak pendengarnya, dengan band yang bertemakan "cinta" dan "wanita". Berikut lima band indie yang karyanya sudah ditonton lebih 10 juta kali di Youtube:

1. Marjinal


Marjinal adalah band punk asal Jakarta yang berdiri sejak tahun 1997. Dalam karyanya, grup yang berada di Komunitas Taring Babi ini banyak menyoroti persoalan sosial, politik, hukum dan ketidakadilan, serta kerap menyuarakan warga yang terpinggirkan.

Mereka telah merilis sejumlah lagu seperti "Marsinah", "Hukum Rimba", "Cinta Pembodohan". Namun dari sekian banyak lagu, "Negri Ngeri" yang sudah ditonton lebih dari 15 juta kali di Youtube.

2. Efek Rumah Kaca


Efek Rumah Kaca (ERK) bisa jadi semacam gerbong untuk musik independen tanah air. Karya-karya yang banyak menyoroti masalah sosial politik menjadi semacam antitesis dari band-band kala itu yang banyak menceritakan soal cinta dan wanita. Fenomena itu juga ERK tuang ke dalam lagu berjudul "Cinta Melulu".

Sampai saat ini, Efek Rumah Kaca sudah merilis tiga album studio, yaitu Efek Rumah Kaca (2007), Kamar Gelap (2008), dan Sinestesia (2015). Lagunya yang berjudul Desember sudah diputar 11 juta kali di Youtube.

3. Fourtwnty


Fourtwnty pertama kali dikenal lewat single lagunya berjudul "Aku Tenang". Band ini digawangi oleh Ari Lesmana, Nuwi dan sosok misterius Roots, serta dibentuk oleh Roby Satria, gitaris dari Geisha.

Sepanjang kariernya, Fourtwnty sudah mengeluarkan dua album Lelaku (2015) dan Ego & Fungsi Otak (2018). Namun, nama mereka benar-benar meledak usai karyanya menjadi soundtrack film "Filosofi Kopi 2" berjudul Zona Nyaman. Di kanal YouTube mereka, lagu tersebut sudah diputar lebih dari 88 juta kali.

4. Stars and Rabbit


Stars and Rabbit adalah duo asal Yogyakarta yang didirikan oleh Elda Suryani (vokal) dan Adi Widodo (gitar). Menulis lirik dengan bahasa Inggris, band ini juga kerap tampil di festival luar negeri, mereka juga dikabarkan akan tampil di Iceland Airwaves 2019 pada 6-9 November 2019 di kota Reykjavik, Islandia.

Mereka sudah mengeluarkan album fisik berjudul "Constellation". Lagu mereka berjudul Man Upon The Hill, sudah ditonton lebih dari 11 juta kali di Youtube.

4. Iksan Skuter


Iksan Skuter adalah penyanyi folk asal Malang yang juga berkecimpung dengan tema-tema sosial politik, seperti lagunya yang berjudul "Partai Anjing" dan "Bingung". Dalam penampilan khasnya, Iksan selalu menggunakan topi bergambar bintang merah satu.

Pria kelahiran Blora, Agustus 1984 ini juga pernah menggagas album kompilasi berjudul "Save Hutan Malabar" sebagai bentuk upaya untuk menyuarakan persoalan lingkungan. Tapi, lagunya berjudul "Rindu Sahabat" sudah diputar lebih dari 10 juta kali di Youtube.


Baca juga artikel terkait MUSIK INDIE atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Musik)

Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Agung DH
DarkLight