tirto.id - Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Filipina, Letjen Agus Widjojo meninggal dunia pada Minggu (8/12/2026) pukul 20.15 WIB. Agus berpulang saat usia 78 tahun.
KBRI Manila membagikan kabar duka tersebut lewat unggahan di akun Instagram @indonesiainmanila pada hari ini, Senin, 9 Februari 2026.
“Innalillahi wainnailaihi rajiun, telah meninggal dunia pada Minggu, 8 Februari 2026, jam 20.15 WIB, di RSPAD Gatot Subroto, Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Filipina, merangkap Republik Kepulauan Marshall dan Republik Palau,” bunyi unggahan tersebut.
Profil Letjen Agus Widjojo
Agus Widjojo lahir pada 8 Juni 1947 di Solo, Kota Surakarta, Jawa Tengah. Ia adalah seorang purnawirawan TNI Angkatan Darat yang menorehkan jejak karier panjang di militer, pemerintahan, dan diplomasi.
Agus Widjojo adalah putra dari Mayjen TNI (Anumerta) Sutoyo Siswomiharjo, salah satu Pahlawan Revolusi yang gugur dalam peristiwa G30S 1965.
Agus menempuh pendidikan militer di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) Magelang, lulus pada tahun 1970.
Ia memulai kariernya di TNI AD, pernah bertugas di Kostrad, menjabat sebagai dosen di SESKOAD, hingga menduduki posisi strategis seperti Aspenum Pangab pada 1998 dan Komandan Sekolah Staf dan Komando TNI (SESKO TNI).
Sebagai Kaster TNI, Agus terlibat aktif dalam restrukturisasi doktrin politik dan keamanan TNI, serta memainkan peran kunci dalam konsep reformasi militer "Paradigma Baru TNI" setelah Orde Baru, yang menekankan agar TNI fokus pada pertahanan negara dan keluar dari politik praktis.
Selain karier militer, Agus juga aktif di ranah politik dan pemerintahan. Ia pernah menjadi Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI mewakili Fraksi TNI/Polri pada periode 2001–2003. Ia memimpin fraksi tersebut mundur dari parlemen, menandai periode terakhir keterlibatan TNI/Polri di lembaga legislatif.
Agus kemudian berkontribusi dalam reformasi pemerintahan sebagai Deputi Kepala Unit Kerja Presiden Pengelolaan Program dan Reformasi (UKP3R) pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Ia juga dikenal sebagai tokoh yang peduli terhadap isu hak asasi manusia, menjadi anggota Komisi Kebenaran dan Persahabatan RI-Timor Leste, penasihat Forum Silaturahmi Anak Bangsa (FSAB), serta ketua panitia pengarah Simposium Nasional membedah Tragedi 1965 yang digelar pada 2016.
Agus Widjojo menekuni berbagai kegiatan akademik dan penelitian strategis, termasuk sebagai Senior Fellow di Centre for Strategic and International Studies dan Visiting Senior Fellow di Institute of Defence and Strategic Studies, Singapura, serta menjadi penasihat di Institut Perdamaian dan Demokrasi Universitas Udayana yang menggagas Bali Democracy Forum.
Pada 15 April 2016, Presiden Joko Widodo melantik Agus sebagai Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI. Ia menjabat hingga Januari 2022 sebelum ditunjuk sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Filipina, merangkap Republik Kepulauan Marshall dan Republik Palau, yang membuatnya aktif dalam diplomasi hingga akhir hayatnya.
Sepanjang kariernya, Agus menerima berbagai tanda jasa dan penghargaan militer, termasuk Bintang Mahaputera Adipradana, Bintang Dharma, Bintang Yudha Dharma Nararya, serta sejumlah Satyalancana Kesetiaan atas pengabdiannya kepada TNI dan negara.
Agus Widjojo wafat pada 8 Februari 2026 di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, pada usia 78 tahun. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, dunia militer, pemerintahan, dan diplomasi Indonesia.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id

































