tirto.id - Masyarakat Indonesia masih mencari tahu soal kasus Jeffrey Epstein. Muncul nama-nama yang berkaitan dengan keluarga Epstein di media sosial dan Google, yaitu nama Mark, adik Jeffrey.
Selain soal Mark, muncul isu soal Jeffrey semasa hidupnya mempunyai anak laki-laki. Hal ini diketahui dari screenshot email dari seseorang yang ditujukan pada Jeffrey yang menyebutkan hal itu.
“F menulis: Aku tidak tahu apakah kamu masih aktif di BBM ini, tapi aku dengar dari Duke bahwa kamu telah melahirkan seorang bayi laki-laki,” bunyi email tertanggal 21 September 2011.
“Meskipun kamu tidak pernah menghubungi lagi, aku masih di sini dengan cinta, persahabatan, dan ucapan selamat atas kelahiran bayi laki-lakimu. Sarah xx,” lanjutnya.
Profil Mark Epstein Adik Jeffrey Epstein
Mark Lawrence Epstein, lahir pada 14 Juli 1954 di kota New York, Amerika Serikat. Dijuluki “Puggy”, ia adalah seorang pengembang properti Amerika dan kakak dari finansier kontroversial Jeffrey Epstein.
Lahir dari pasangan Pauline “Paula” (nee Stolofsky) dan Seymour George Epstein, ia dibesarkan bersama Jeffrey di Sea Gate, sebuah komunitas berpagar di Coney Island, Brooklyn.
Latar belakang keluarganya adalah Yahudi, dan ia menempuh pendidikan tinggi di Cooper Union, lulus pada 1976, serta sempat menempuh studi di Stony Brook University. Pada 2002, Cooper Union memberinya penghargaan Alumnus of the Year.
Sebelum terjun ke dunia real estate, Mark Epstein adalah seorang seniman. Sejak awal 1990-an, ia aktif sebagai investor properti dan menjabat sebagai presiden perusahaan investasi saudaranya, J. Epstein & Co, serta menjadi eksekutif di Ossa Properties.
Selain itu, ia mendirikan dan memimpin berbagai usaha, termasuk perusahaan percetakan T-shirt Izmo (1986), perusahaan leasing dan charter Atelier Enterprises, agen model dan bakat Saint Model and Talent (2005), serta menjalankan Epstein Acquisitions dari 1987 hingga 2015.
Meski Dow Jones Institutional News dan The Wall Street Journal menyoroti sumber kekayaannya yang misterius, Mark memiliki aset signifikan, termasuk kapal pesiar mewah seharga 1 juta dolar AS dan kondominium 16 lantai yang dibelinya dari Les Wexner pada 1990-an.
Epstein juga dikenal sebagai donatur aktif dan tokoh filantropi. Ia memberikan donasi enam digit ke Cooper Union dan menjabat sebagai ketua dewan pengawas hingga 2015, sebelum mengundurkan diri akibat krisis finansial institusi tersebut dan protes terkait biaya pendidikan.
Selain itu, ia mendonasikan kapalnya ke Marine Science and Nautical Training Academy di Charleston dan terlibat dalam lembaga amal internasional Humpty Dumpty Institute, di mana ia meminjamkan lebih dari $100.000 pada 2014, serta Exit Art, sebuah pusat budaya nonprofit, dengan pinjaman $75.000.
Dalam kehidupan pribadi, Mark diketahui memiliki dua anak dari hubungan dengan Joyce Anderson. Ia memiliki rumah di Pennsylvania dan properti di West Palm Beach, Florida.
Meski selalu menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat dalam kejahatan Jeffrey, ia mengakui bahwa Jeffrey pernah mengaku terkait dengan gadis-gadis yang “terlalu muda”. Ia menyatakan baru mengetahui aktivitas kriminal Jeffrey pada 2006 dan menekankan bahwa ia dibersihkan dari tuduhan oleh penyelidik.
Kesaksian Mark tentang Jeffrey Epstein
Berikut beberapa kesaksian Mark tentang Jeffrey Epstein:
1. Mark menolak percaya jika Jeffrey Epstein meninggal karena bunuh diri di dalam penjara
Menurut Mark, malam sebelum Jeffrey kembali dari Paris ke New York pada Juli 2019, mereka sempat berbicara lewat telepon, yang menjadi percakapan terakhir mereka sejak ibu mereka meninggal 15 tahun sebelumnya.Mark mengatakan bahwa kakaknya sama sekali tidak menyangka akan ditangkap ketika mendarat di Teterboro, New Jersey, karena Jeffrey percaya dirinya dilindungi dari tuntutan federal berdasarkan kesepakatan hukum pada 2007 dengan jaksa AS saat itu, Alex Acosta.
Namun, kurang dari sebulan kemudian, Jeffrey ditemukan tewas di sel penjara Manhattan, yang resmi dikategorikan sebagai bunuh diri, meskipun dia sedang berada di bawah pengawasan psikologis setelah percobaan bunuh diri sebelumnya.
Mark menolak laporan Departemen Kehakiman yang menyatakan tidak ada bukti kematian kakaknya selain bunuh diri, dan dia menegaskan bahwa berdasarkan semua bukti, termasuk foto otopsi dan laporan DOJ, kesimpulan bunuh diri tidak masuk akal.
“Saya menginginkan penyelidikan menyeluruh atas kematiannya. Jika Anda melihat semua bukti, termasuk otopsi, foto-foto tubuhnya, laporan Departemen Kehakiman yang omong kosong dan penuh dengan ketidakakuratan, Anda tidak akan pernah sampai pada kesimpulan bahwa ini adalah bunuh diri – tetapi berdasarkan apa?” kata Mark dikutip The Guardian (22/1/2024).
Ia juga menyatakan kecurigaannya terhadap kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kematian Jeffrey, dengan alasan bahwa tidak semua pintu sel terkunci dan kamera pengawas tidak merekam saat itu.
2. Mark menegaskan Jeffrey Epstein tidak punya anak
Munculnya screenshot email yang diduga dikirim oleh Sarah Ferguson, mantan istri Pangeran Andrew dengan isi memberikan ucapan selamat atas kelahiran bayi laki-laki Jeffrey membuat publik bertanya apakah benar Jeffrey punya keturunan.Namun, menurut Mark, Jeffrey tidak punya anak laki-laki seperti yang banyak diberitakan saat ini.
"Tidak, Jeff tidak punya anak. Jika Jeff punya anak, saya rasa saya pasti sudah tahu," tegas Mark kepada Business Insider (3/2/2026).
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id


































