tirto.id - Sri Susuhunan Pakubuwana XIII meninggal dunia pada Minggu (2/11) di Rumah Sakit Indriati Solo Baru, Sukoharjo dalam usia ke-77. Sesuai silsilah, anak dari istri Pakubuwana XIII akan menjadi penerus takhta Raja Solo berikutnya.
Pakubuwana XIII meninggalkan tujuh anak. Ketujuh anak tersebut merupakan anak Suryo Partono dari dua mantan istri dan satu istri permaisurinya.
Meninggalnya Pakubuwana XIII menandai berakhirnya masa kepemimpinannya di Keraton Solo. Salah satu anak dari istrinya akan melanjutkan takhta tersebut.
Sosok Istri Pakubuwana XIII & Keturunan Calon Penerus Takhta Raja Solo
Sepanjang hidup, Pakubuwana XIII menikah tiga kali. Dari sana, Raja Solo yang semasa kecilnya bergelar Gusti Raden Mas Suryo Partono itu memiliki tujuh anak, masing-masing dua putra dan lima putri.
Istri pertama Pakubuwana XIII adalah Nuk Kusumaningdyah. Ia mendapatkan gelar KRAy. Endang Kusumaningdyah karena pernikahan tersebut.
Dari pernikahan pertama itu, KRAy. Endang Kusumaningdyah dikaruniai tiga putri, yakni GRAy. Timoer Rumbai Kusuma Dewayani, GRAy. Devi Lelyana Dewi, dan GRAy. Dewi Ratih Widyasari.
Namun, pernikahan keduanya kandas sebelum Pakubuwana XIII naik takhta. Perceraian ini membuat Nuk Kusumaningdyah tidak dianggap sebagai permaisuri.
Kemudian, Pakubuwana XIII menikah lagi dengan Winari Sri Haryani. Pernikahan itu membuat sang istri diberi gelar KRAy. Winari.
Dari pernikahan tersebut, KRAy. Winari melahirkan seorang putra bernama GRM. Suryo Suharto dan dua orang putri bernama GRAy. Sugih Oceania dan GRAy. Putri Purnaningrum.
Sama halnya dengan pernikahan pertamanya, pernikahan kedua Pakubuwana XIII juga dilakukan sebelum ia resmi naik takhta. Bernasib serupa, pernikahan ini juga kandas lewat perceraian sebelum itu.
Kemudian, Raja Solo itu menikah untuk ketiga kalinya dengan Asih Winarni. Pernikahan itu membuat Asih diberi gelar KRAy. Adipati Pradapaningsih.
Menikah dengan Pakubuwono XIII, KRAy. Adipati Pradapaningsih kemudian melahirkan seorang putra, yakni GRM. Suryo Aryo Mustiko yang bergelar GPH. Purubaya.
Pada 2012, Pakubuwono XIII memutuskan bahwa Asih Winarni yang bergelar KRAy. Adipati Pradapaningsih menjadi permaisurinya secara resmi.
Dengan demikian, Asih Winarni resmi menjadi istri Raja Solo yang paling utama dan diberi gelar baru, yakni GKR. Pakubuwana.
Status Asih Winarni sebagai GKR. Pakubuwana juga membuatnya jadi salah satu penentu dalam suksesi Raja Solo.
Hal tersebut dikarenakan paugeran atau adat kerajaan Mataram menggariskan bahwa putra permaisuri yang sah memiliki peluang naik takhta yang lebih besar daripada anak dari selir.
Oleh karenanya, putra GKR. Pakubuwana, yakni GRM. Suryo Aryo Mustiko atau GPH Purubaya berpeluang lebih besar naik takhta ketimbang saudara-saudara tirinya.
Pun, pada 27 Februari 2022 lalu, Pakubuwana XIII juga telah secara resmi mengangkat GPH. Purubaya sebagai putra mahkota Kasunanan Surakarta. Penunjukkan itu dilakukan dalam upacara Tingalan Dalem Jumenengan yang ke-18.
Usai ditunjuk jadi putra mahkota, GPH. Purubaya lalu mendapat gelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom (KGPAA) Hamangkunagara. Kala itu, Purubaya masih berusia 21 tahun ketika ditunjuk ayahnya jadi putra mahkota.
Dengan pengangkatan Purubaya sebagai putra mahkota, suksesi takhta Keraton Solo diperkirakan tidak akan berlangsung rumit.
Hal tersebut berbeda dengan pengangkatan Pakubuwana XIII sebagai Raja Solo. Pasalnya, ayah Purubaya itu harus berebut takhta dengan saudara tirinya, yakni KGPH Tedjowulan, untuk bisa jadi Pakubuwana XIII.
Konflik suksesi itu terjadi karena penguasa Keraton Solo sebelumnya, Pakubuwana XII, memiliki enam istri tanpa pernah menunjuk salah satunya jadi permaisuri. Hingga meninggal dunia, Pakubuwana XII juga tidak menunjuk salah satu anaknya sebagai putra mahkota meskipun memiliki 15 putra.
Konflik suksesi itu membuat gelar Pakubuwana XIII yang diberikan kepada ayah Purubaya sejak 2004 terus ditentang KGPH Tedjowulan.
Konflik tersebut berakhir pada 2012 ketika Pakubuwana XIII dan KGPH Tedjowulan berhasil mencapai rekonsiliasi.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dicky Setyawan
Masuk tirto.id































