Menuju konten utama

Siapa Putra Mahkota Solo Penerus Pakubuwana XIII? Ini Sosoknya

KGPH Purbaya digadang-gadang sebagai calon raja Keraton Solo yang baru usai Pakubuwana XIII wafat. Lantas, seperti apa profil Gusti Purbaya? Simak di sini.

Siapa Putra Mahkota Solo Penerus Pakubuwana XIII? Ini Sosoknya
Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Hamangkunagara Sudibya Rajaputra Narendra Mataram. wikimedia/e Karaton Surakarta Hadiningrat

tirto.id - KGPH Purbaya digadang-gadang sebagai calon raja Keraton Solo yang baru setelah Kanjeng Sri Susuhunan Pakubuwana XIII meninggal dunia.

Lantas, Seperti apa profil Gusti Purbaya? Calon Kanjeng Sinuhun Pakubuwono XIV.

Raja Solo, Pakubuwono XIII, dikabarkan meninggal dunia pada Minggu (2/11) pagi di Rumah Sakit Indriati Solo Baru. Ia mangkat di usia ke-77 tahun dan rencananya bakal dimakamkan di Astana Laya Pajimatan Imogiri pada Rabu Legi, (5/11) pukul 07.00 WIB.

Kini perhatian publik tertuju pada sosok putra mahkota yang akan melanjutkan kepemimpinan keraton. Nama penerus sudah disebut sebagai calon resmi takhta Kasunanan Surakarta. Sosok ini diyakini akan membawa babak baru dalam perjalanan panjang Keraton Surakarta Hadiningrat.

Profil KGPH Purbaya Penerus Raja Keraton Solo Pakubuwono XIII

KGPH Purbaya, atau Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Hamangkunegoro Sudibyo Rojoputro Nalendra ing Mataram, adalah putra bungsu Sri Susuhunan Pakubuwono XIII.

Ia lahir dari pernikahan PB XIII dengan permaisuri terakhirnya, GKR Pakubuwono, yang bernama asli Asih Winarni. Ia merupakan satu-satunya anak dari permaisuri tersebut.

Penetapan KGPH Purbaya sebagai putra mahkota dilakukan pada 27 Februari 2022. Acara itu berlangsung bertepatan dengan Tingalan Dalem Jumenengan ke-18 PB XIII di Keraton Surakarta. Gelar resmi diberikan sebagai penegasan posisi penerus takhta Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Sebelum dinobatkan sebagai putra mahkota, ia dikenal dengan nama Gusti Raden Mas Suryo Mustiko. Kemudian, berganti menjadi Gusti Pangeran Haryo Purboyo sebelum akhirnya menggunakan gelar KGPH Purbaya. Nama lengkap dan gelar ini menegaskan statusnya dalam struktur kerajaan.

KGPH Purbaya saat itu masih berusia sekitar 21-22 tahun. Ia menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, Semarang. Aktivitas akademisnya berjalan bersamaan dengan tanggung jawabnya sebagai putra mahkota.

Wafatnya PB XIII pada 2 November 2025 menandai berakhirnya era kepemimpinan raja yang telah memimpin lebih dari dua dekade. Prosesi adat sedang dipersiapkan untuk jenazah PB XIII di Keraton Surakarta. Peristiwa ini menyoroti pentingnya penerus takhta bagi kesinambungan kerajaan.

KGPH Purbaya memiliki beberapa saudara tiri dari pernikahan PB XIII sebelumnya. Di antaranya adalah KGPH Mangkubumi, GRAy Devi Lelyana Dewi, GRAy Ratih Widyasari, BRAy Sugih Oceani, GKR Timur, dan GRAy Putri Purnaningrum. Struktur keluarga ini menjadi bagian dari garis penerus keraton.

Penetapan putra mahkota merupakan bagian dari proses regenerasi kerajaan. Pengumuman resmi dilakukan oleh PB XIII melalui acara adat Tingalan Dalem Jumenengan ke-18. Keputusan ini juga mendapat pengesahan dari keluarga keraton.

Saat ini, KGPH Purbaya dipersiapkan untuk melanjutkan tanggung jawab sebagai pewaris takhta. Gelar dan statusnya menandai peran strategis dalam menjaga tradisi dan budaya Jawa. Masa depan keraton kini berada di bawah pengawasannya sebagai putra mahkota.

Pembaca yang ingin mengikuti informasi seputar Profil Tokoh dapat klik tautan di bawah ini.

Kumpulan Artikel tentang Profil Tokoh

Baca juga artikel terkait RAJA SURAKARTA atau tulisan lainnya dari Satrio Dwi Haryono

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Satrio Dwi Haryono
Penulis: Satrio Dwi Haryono
Editor: Syamsul Dwi Maarif