Menuju konten utama

Profil Dea Arranoya Anak Pejabat Gayo Lues dan Kenapa Viral?

Dea Arranoya viral usai unggahan gaya hidup mewah menuai kritik. Polemik itu berujung permintaan maaf dan pengunduran diri sang ayah dari jabatan.

Profil Dea Arranoya Anak Pejabat Gayo Lues dan Kenapa Viral?
Posting anak pejabat Gayo Lues yang viral di medsos/Foto: Istimewa
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Nama Dea Arranoya belakangan menjadi perhatian publik setelah sejumlah unggahan di media sosial yang memperlihatkan gaya hidup mewah viral dan menuai kritik. Putri dari mantan Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Gayo Lues, Nevi Rizal sempat meminta maaf secara terbuka dan menghapus unggahannya.

Konten-konten yang diunggah Dea tersebut ramai diperbincangkan karena dinilai sebagai bentuk flexing (pamer)yang tidak sensitif terhadap kondisi masyarakat Gayo Lues yang masih berada dalam masa pemulihan pascabencana.

Kontroversi tersebut tidak hanya berdampak pada Dea Arranoya secara pribadi, namun juga menyeret nama ayahnya sebagai pejabat publik. Setelah gelombang kritik bermunculan, Dea menyampaikan permohonan maaf secara terbuka dan menghapus unggahan yang menjadi sorotan.

Nevirizal sendiri akhirnya memilih mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Asisten I Setdakab Gayo Lues sebagai bentuk tanggung jawab moral atas polemik yang terjadi.

“(Keputusan ini diambil) Akibat munculnya perhatian publik terkait perilaku anggota keluarga saya yang menimbulkan polemik dan telah memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap institusi tempat saya mengabdi,” kata Nevi Rizal dalam video yang diunggah di akun IG @kominfogayolues, Kamis (23/7/2026).

Profil Dea Arranoya Anak Pejabat Gayo Lues Nevirizal dan Alasan Viral

Dea Arranoya merupakan putri dari dr. Nevi Rizal, M.Kes., M.H.Kes, yang saat polemik terjadi menjabat sebagai Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Gayo Lues, Aceh.

Namanya menjadi sorotan publik setelah sejumlah unggahan di media sosial yang menampilkan gaya hidup mewah atau flexing viral dan menuai kritik luas.

Berdasarkan data resmi Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), Dea merupakan lulusan Program Sarjana (S1) Pendidikan Dokter Hewan Universitas Syiah Kuala (USK) yang menyelesaikan studinya pada tahun 2025.

Setelah lulus, ia melanjutkan Pendidikan Profesi Dokter Hewan di universitas yang sama sejak Agustus 2025 untuk memperoleh gelar dokter hewan. Selain itu, Dea juga tercatat sebagai mahasiswa aktif Program Magister (S2) Kesehatan Masyarakat di Universitas Sari Mutiara Indonesia.

Dengan demikian, saat ini ia masih berstatus sebagai peserta pendidikan profesi dokter hewan sekaligus mahasiswa pascasarjana dan belum diketahui memiliki pekerjaan profesional di luar aktivitas akademiknya.

Nama Dea mulai menjadi perbincangan nasional setelah berbagai unggahan di akun media sosial pribadinya salah satunya di akun Instagram @ddeyya.aa yang memperlihatkan perjalanan ke luar negeri, kendaraan baru, hingga kehidupan yang dianggap bergaya mewah.

Beberapa konten yang paling banyak disorot memperlihatkan liburan ke sejumlah negara seperti Korea Selatan, Thailand, hingga Eropa serta unggahan mengenai kepemilikan Vespa matic baru dan mobil yang disebut dipenuhi keinginannya oleh sang ayah.

Dea juga sempat mengunggah tangkapan layar percakapan keluarga ketika sedang berada di Eropa, serta menuliskan kalimat bernada menantang terkait kondisi ekonomi, pendidikan, keluarga, dan pasangan yang kemudian memicu reaksi negatif dari warganet.

Salah satu unggahan lain yang menjadi kontroversi adalah foto deretan sekitar 15 jeriken berisi bahan bakar minyak (BBM) di garasi rumah keluarganya.

Selain itu, Dea juga pernah secara terbuka mengungkap besarnya biaya pendidikan yang ditanggung ayahnya.

"Menghabiskan uang papa kak, menyala UKT koas + S2 20 juta++ itu," tulisnya di salah satu unggahan IG nya yang semakin memicu kritik publik.

Tindakan Dea Dikritik

Kontroversi tersebut berkembang karena unggahan-unggahan itu muncul ketika sebagian masyarakat Gayo Lues masih menghadapi dampak pascabencana. Warganet menilai konten tersebut tidak menunjukkan empati terhadap kondisi masyarakat dan mempertanyakan etika keluarga pejabat publik dalam menggunakan media sosial.

Gelombang kritik semakin meluas setelah tangkapan layar unggahan Dea tersebar di berbagai platform digital. Menyusul polemik tersebut, akun Instagram miliknya dinonaktifkan, sedangkan akun TikTok yang sebelumnya sempat dikunci juga tidak lagi dapat ditemukan.

Pada 22 Juli 2026, Dea menyampaikan permohonan maaf melalui surat terbuka bermeterai. Dalam surat tersebut, ia mengakui bahwa seluruh unggahan yang menuai kontroversi merupakan bentuk kelalaian, ketidakdewasaan, dan kurang bijaksana dalam menggunakan media sosial.

Ia juga menyatakan telah menghapus seluruh konten yang menjadi sorotan serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatan serupa dan berusaha menjadi pribadi yang lebih rendah hati serta lebih peka terhadap kondisi masyarakat.

Polemik tersebut turut berdampak pada ayahnya, Nevirizal, yang akhirnya mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Asisten I Setdakab Gayo Lues sebagai bentuk tanggung jawab moral atas kegaduhan yang terjadi.

Baca juga artikel terkait ANAK PEJABAT atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra