Menuju konten utama

Pratikno Dongkrak Daya Saing Lulusan Vokasi di Pasar Global

Pendidikan vokasi menjadi jalur strategis untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia

Pratikno Dongkrak Daya Saing Lulusan Vokasi di Pasar Global
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno memberikan sambutan pada pembukaan pameran Emergency Disaster Reduction & Rescue Expo (EDRR) 2025 di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta, Rabu (13/8/2025). ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/nz

tirto.id - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno menyebut lulusan SMK/vokasi Indonesia berpeluang besar untuk menjadi kekuatan tenaga kerja global melalui percepatan revitalisasi pendidikan dan pelatihan vokasi.

Hal ini disampaikannya usai memimpin Rapat Tingkat Menteri Percepatan Revitalisasi Pendidikan dan Pelatihan Vokasi di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, akhir pekan kemarin.

Pratikno menjelaskan Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat menekankan perlunya terobosan untuk meningkatkan keterampilan lulusan SMK serta memperkuat kesiapan mereka memasuki dunia kerja, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

“Bapak Presiden memerintahkan agar revitalisasi pendidikan dan pelatihan vokasi ini dipercepat. Ini bukan hanya untuk kebutuhan pasar kerja dalam negeri, tetapi juga peluang tenaga kerja di luar negeri yang makin besar,” kata Pratikno, dalam keterangannya, Selasa (18/11/2025).

Pendidikan vokasi menjadi jalur strategis untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia. Indonesia berpeluang memanfaatkan bonus demografi di tengah negara-negara maju yang mengalami aging society dan membutuhkan tenaga terampil dalam jumlah besar.

Dengan momentum bonus demografi yang tersisa lima tahun lagi, Indonesia dapat menjadi pemasok tenaga kerja terampil utama di dunia, asalkan pendidikan vokasi mampu diselaraskan dengan standar kompetensi global, baik domestik maupun luar negeri.

Berdasarkan Perpres Nomor 68 Tahun 2022, Menko PMK bertindak sebagai Ketua Pengarah TKNV, yang sejak 2022 telah membentuk Tim Koordinasi Daerah di lebih dari 22 provinsi serta menyusun Strategi Nasional Vokasi. Menko PMK menegaskan bahwa penataan kelembagaan harus segera dilakukan agar kerja antarkementerian/lembaga lebih responsif dan efektif.

Langkah kedua yaitu penyelarasan kompetensi lulusan vokasi dengan kebutuhan industri. Salah satu solusi yang akan dilakukan adalah melalui Smart Integrated Dashboard, agar kurikulum, standar kompetensi, dan peluang kerja, termasuk untuk lulusan SMK — lebih mudah diselaraskan.

Menko PMK juga menekankan pentingnya keterlibatan dunia usaha. KADIN telah menyerahkan Peta Jalan Vokasi Industri 2045 sebagai kontribusi dalam memperkuat relevansi pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri masa depan.

Ia juga meminta seluruh kementerian/lembaga untuk mempercepat langkah-langkah jangka pendek yang langsung berdampak, seperti peningkatan kemampuan bahasa bagi lulusan SMK yang akan bekerja ke luar negeri, percepatan sertifikasi, serta pembaruan kurikulum vokasi sesuai kebutuhan industri domestik dan global.

“Sambil menata kelembagaan dan membangun platform integrasi, kita mulai identifikasi program jangka pendek yang bisa dieksekusi segera,” ujarnya.

Menko PMK meyakini jika penguatan pendidikan vokasi dilakukan secara terarah dan kolaboratif, Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pasar kerja domestik, tetapi juga dapat menjadi pemain besar di pasar tenaga kerja global.

Baca juga artikel terkait KEMENKO PMK atau tulisan lainnya dari Antara

tirto.id - Sosial Budaya
Penulis: Antara
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama