tirto.id - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menyebut, tepat setahun berjalan, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menyasar 55 juta penerima manfaat, dari target sebanyak 82,5 juta. Dengan realisasi tersebut, ia berharap target program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut dapat tercapai di tahun ini.
"Tadi sudah disebut MBG, yang hari ini sudah mencapai 55 juta penerima manfaat dari target 82,9 juta penerima manfaat, yang kita berharap di tahun 2026 target itu dapat terpenuhi," ujarnya, kepada awak media, sebelum menghadiri retret, di kediaman Prabowo, di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).
Meski begitu, Prasetyo mengakui, target MBG hanya akan dapat dicapai dengan evaluasi pelaksanaan program setahun terakhir.
"Tentu saja (target dapat dicapai) dengan sekali lagi, dengan beberapa evaluasi yang terjadi selama pelaksanaan satu tahun, dan hari ini bertepatan dengan satu tahun pelaksanaan program makan bergizi yang dimulai 6 Januari 2025 yang lalu," tambahnya.
Dalam retret yang digelar Prabowo inilah, nantinya program MBG akan dievaluasi. Namun, tidak terbatas pada MBG, evaluasi juga akan dilakukan untuk program-program prioritas lainnya, seperti pembangunan Sekolah Rakyat, hingga hilirisasi.
"Tentu salah satunya. Tapi karena ini sifatnya retreat menyeluruh, jadi tidak hanya MBG. Jadi seluruh kementerian nanti akan dilakukan evaluasi, termasuk mendengarkan laporan perkembangan selama satu tahun sejauh mana program-program tersebut berjalan. Termasuk tentu saja namanya evaluasi, bilamana masih ada kendala-kendala, tentu itu akan dibicarakan di dalam retreat hari ini," jelas Pras, sapaan Prasetyo Hadi.
Sementara itu, sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa pelaksanaan program MBG tergolong cukup cepat, bahkan jika dibandingkan dengan Brasil yang memiliki program serupa. Menurutnya, Brasil baru bisa menyalurkan program makan gratis kepada sekitar 40 juta penerima manfaat setelah 11 tahun pelaksanaan.
"Hari ini sudah ada 55 juta penerima manfaat (MBG) di Indonesia, berarti itu sama dengan memberi makan delapan kali Singapura. Tiap hari kita beri makan 55 juta mulut. Presiden Brasil menyampaikan ke saya, mereka mencapai 40 juta (penerima) dalam 11 tahun, kita 55 juta dalam satu tahun," ujar Prabowo dalam sambutan Perayaan Natal Nasional, di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Senin (5/1/2026).
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Farida Susanty
Masuk tirto.id






























