tirto.id - PT MRT Jakarta (Perseroda) mulai melakukan pembangunan pintu masuk (entrance) Stasiun MRT Harmoni, Jakarta Pusat pada Selasa (20/1/2026). Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat mengatakan progres sementara Stasiun Harmoni berada di angka 56 persen.
Tuhiyat mengatakan area Harmoni akan dilengkapi entrance 1 dan 2, cooling tower, serta ventilation tower di lahan Duta Merlin seluas 2.186 meter persegi. Stasiun Harmoni memiliki panjang 252 meter, lebar 18 meter, dan kedalaman 17 meter dengan dua lantai, yakni concourse dan platform.
"Target operasi Pak Gubernur [Pramono Anung] kami targetkan lanjut 2029 dari Harmoni sampai dengan Kota, sementara tahun 2027 lanjut dari Bundaran HI sampai Stasiun Monas," kata Tuhiyat dalam acara Groundbreaking Pembangunan Entrance Stasiun Harmoni MET Lin-Utara-Selatan di Area Duta Merlin, Jakarta Pusat, Selasa (20/1/2026).
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, optimistis kawasan Harmoni akan berkembang menjadi transit oriented development (TOD) strategis dan menjadi salah satu stasiun tersibuk di Jakarta. Hal ini sebab, Harmoni memiliki posisi strategis karena berada di pusat pemerintahan sekaligus kawasan bisnis lama Jakarta.
“Ada Mensesneg, Menseskab, kemudian kantor KSP, dan beberapa kantor yang ada di jalan-jalan yang dekat dengan Istana. Pasti mereka akan menggunakan stasiun ini,” kata Pramono
Selain itu, Harmoni juga merupakan kawasan bisnis lama yang terhubung dengan Gajah Mada dan Glodok. Menurut Pramono, nantinya stasiun ini juga terintegrasi dengan TransJakarta yang akan meningkatkan mobilitas masyarakat.
"Saya yakin bahwa Harmoni ini akan menjadi TOD yang pasti ramai sekali, stasiun yang ramai sekali. Karena itu tadi, menjadi pusat bisnis dan sekaligus menjadi tempat mobilisasi orang yang bekerja di kantor-kantor pemerintahan," tukas Pram.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id

































