tirto.id - PT MRT Jakarta menawarkan konsep transit oriented development (TOD) dalam pembangunan MRT Fase 2A. TOD adalah konsep pengembangan sarana transportasi yang terintegrasi dengan akses publik seperti perkantoran, area bisnis, dan perumahan.
Direktur Pengembangan Bisnis PT MRT Jakarta, Farchad Mahfud, menuturkan implikasi TOD dalam pembangunan stasiun MRT telah dilaksanakan di fase pertama, salah satu contohnya adalah Stasiun MRT Blok M. Farchad menuturkan konsep tersebut menarik animo masyarakat untuk kembali menggunakan transportasi umum seperti MRT.
"Di 2021, salah satu tugas utama kami yakni mencoba mengaktifkan TOD. Jadi kami buat semacam ciri khas di setiap kawasan, semisal di Blok M itu namanya Green Creative Hub," kata Farchad di dalam Kelas MRT Jakarta Fellowship 2025, Kamis (7/8//2025).
Ke depan rencana TOD yang kini sedang dibangun adalah Stasiun MRT Kota Tua. Farchad menyebutkan bahwa stasiun di kawasan peninggalan kolonial Belanda akan didesain dengan pedestrian dari Pantjoran Tea House hingga Kota Tua.
"Tantangannya memang tidak mudah, jadi nanti sepanjang jalan menuju Kota Tua dari Pantjoran Tea House melewati gedung-gedung," ujarnya.
Mimpi Membangun Bundaran HI Seperti Orchard Road Singapura

Selain Blok M, Farchad menyebut pengembangan kawasan TOD juga dilakukan di Stasiun MRT Bundaran HI dengan memanfaatkan ruang bawah tanah multifungsi yang saling terintegrasi. Dia menjelaskan bahwa pihaknya meniru konsep Orchard Road yang ada di Singapura.
Sebagai Perseroan Daerah, Farchad menyebut PT MRT Jakarta telah meminta restu Gubernur Jakarta, Pramono Anung, terkait ruang multifungsi di Bundaran HI.
"Ini ruang multifungsi sudah disetujui oleh Bapak Gubernur untuk kita mulai kembangkan sehingga menyatu dengan area stasiun dan ini akan menjadi titik awal pengembangan," kata Farchad.
TOD yang terinspirasi dengan Orchard Singapura membuat para pemilik gedung di sekitar Bundaran HI tertarik untuk ikut berinvestasi. Farchad menyebut ruang TOD yang dibangun MRT memiliki luas 3 ribu meter persegi dan sebagian besar alokasinya adalah untuk ruang komersial.
"Ini menjadi area yang kita buat dan tidak kalah dengan Singapura, kalau di Orchard masih ada ruang bawah tanah yang menjadi area multifungsi," ujarnya.
Mengenai TOD di Bundaran HI, Farchad memberikan ruang kepada masyarakat dan pakar untuk melakukan studi maupun kajian dalam pembangunan. Dia berharap TOD ini bisa dibangun di berbagai stasiun MRT lainnya.
"Kalau memang jadi akan dikembangkan terus, nggak hanya di Bundaran HI, tapi kita awali dengan ini, sehingga menembus beberapa bangunan sekitarnya, kita akan memulai pengembangan di tahap ini," terangnya.
Dikutip dari situs MRT Jakarta, pembangunan stasiun berorientasi TOD memiliki sejumlah manfaat seperti mengurangi jumlah kendaraan sehingga meminimalisir kemacetan, dukungan warga untuk pejalan kaki, dan meningkatkan akses terhadap pengembangan ekonomi dan ekosistem pasar.
Penulis: Irfan Amin
Editor: Rina Nurjanah
Masuk tirto.id
































