Menuju konten utama

Pramono Ingin Koperasi Merah Putih di Jakarta Jadi Percontohan

Program Koperasi Merah Putih akan diluncurkan oleh Presiden Prabowo di Hari Koperasi yang jatuh pada 12 Juli 2025.

Pramono Ingin Koperasi Merah Putih di Jakarta Jadi Percontohan
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan sambutan terkait Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (21/5/2025). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan 267 koperasi desa/kelurahan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang siap beroperasi sepenuhnya pada Oktober 2025 untuk memperkuat ekonomi masyarakat desa/kelurahan melalui usaha bersama. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/Spt.

tirto.id - Gubernur Daerah Khusus Jakarta (DKJ), Pramono Anung, berharap Jakarta akan menjadi percontohan nasional untuk program Koperasi Merah Putih. Pramono menyebut bahwa Koperasi Merah Putih akan dibangun di 267 kelurahan di Jakarta.

Dia menyebut bahwa koperasi-koperasi itu akan mulai beroperasi antara September hingga Oktober 2025 mendatang.

“Saya akan memberikan tugas kepada seluruh lurah yang hadir, 267 [lurah], untuk secara sungguh-sungguh membangun ini dan menjadikan Koperasi Merah Putih yang ada di kelurahan Jakarta ini menjadi role model bagi koperasi-koperasi yang ada di seluruh Indonesia,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (21/5/2025).

“Kalau bisa, 12 Juli semuanya sudah terbentuk 297 [koperasi]. Sehingga, nanti pada bulan September-Oktober itu koperasi Jakarta sudah siap beroperasi sepenuhnya,” lanjutnya.

Untuk mengeksekusi wacana itu, Pramono menginstruksikan jajarannya untuk secara serius memberikan dukungan terhadap program tersebut.

“Saya sudah meminta kepada Bappeda, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM), dan perangkat desa untuk betul-betul diberikan dukungan sepenuhnya,” ucap Pramono.

Apabila nantinya program tersebut mengalami kegagalan, Pramono menyebut yang pantas disalahkan adalah para lurah dan juga pimpinan di jajaran Pemprov Jakarta.

“Maka kalau di Jakarta ini koperasinya tidak berjalan baik, pasti yang salah lurahnya, pasti yang salah pemimpin,” kata Pramono.

Pramono juga menjelaskan bahwa ada tujuh hal utama yang menjadi perhatian Pemprov Jakarta untuk menyukseskan program Koperasi Merah Putih.

Beberapa di antaranya adalah pembangunan kantor koperasi, kios pengadaan sembako, klinik kesehatan, hingga sistem pergudangan.

“Ada tujuh yang menjadi concern kami di dalam pembentukan koperasi ini. Yang pertama adalah yang berkaitan dengan kantor koperasi. Jadi, di setiap kelurahan harus ada kantor koperasinya,” sebut Pramono.

Sementara itu, Wakil Menteri (Wamen) Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Indonesia, Ahmad Riza Patria, meyakini di bawah kepemimpinan Pramono, Jakarta dapat menjadi percontohan nasional pembangunan Koperasi Merah Putih.

“Saya yakin di bawah kepemimpinan Gubernur Bapak Pramono Anung, insyaallah Jakarta tidak hanya bisa membentuk Koperasi Kelurahan Merah Putih, tapi juga akan mampu merealisasikannya dan menjadikan koperasi kelurahan yang baik. Bahkan, yang terbaik di seluruh Indonesia,” kata Riza kepada para wartawan di Balai Kota Jakarta, Rabu.

Riza menjelaskan bahwa program Koperasi Merah Putih akan diluncurkan oleh Presiden Prabowo di Hari Koperasi yang jatuh pada 12 Juli 2025 mendatang. Dengan begitu, Riza berharap sebanyak 267 koperasi di kelurahan Jakarta dapat dibangun dalam waktu satu bulan.

“Insyaallah dalam waktu sebulan akan terbentuk 267 Koperasi Kelurahan Merah Putih di DKI Jakarta,” jelasnya.

Program Koperasi Merah Putih, disebut Riza, merupakan cita-cita dari Presiden Prabowo untuk menyediakan segala kebutuhan masyarakat kecil di tingkat kelurahan atau desa. Menurutnya, Presiden Prabowo berharap nantinya koperasi itu akan menyalurkan pasokan pupuk untuk kebutuhan pertanian.

Selain itu, Presiden Prabowo juga menginginkan di koperasi-koperasi itu tersedia layanan klinik dan apotek untuk masyarakat.

“Koperasi ini diharapkan nanti ada klinik, ada apotek. Bapak Presiden terinspirasi dengan India. Di India itu, di desa-desa sudah ada klinik dan apotek sehingga masyarakat tidak perlu jauh-jauh berobat, terjangkau dengan harga yang murah,” kata Riza.

Riza juga memastikan pelaksanaan program Koperasi Merah Putih ini akan memberdayakan masyarakat di lingkungan RT dan RW di masing-masing kelurahan atau desa.

“Singkatnya nanti seluruh masyarakat di tingkat Kelurahan RW/RT akan diberdayakan. Untuk itulah nanti koperasi ini dibentuk,” pungkasnya.

Baca juga artikel terkait KOPERASI atau tulisan lainnya dari Naufal Majid

tirto.id - Flash News
Reporter: Naufal Majid
Penulis: Naufal Majid
Editor: Fadrik Aziz Firdausi