Menuju konten utama

Prabowo Telepon Emir Qatar Usai Doha Dibom Israel

Presiden Prabowo Subianto menelepon Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani pada Rabu (10/9/2025).

Prabowo Telepon Emir Qatar Usai Doha Dibom Israel
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (31/8/2025). Prabowo menegaskan negara menjamin dan menghormati hak setiap warga dalam mengemukakan pendapat serta meminta aparat TNI dan Polri untuk bersikap tegas dalam menindak massa anarkis yang merusak fasilitas umum, tindakan penjarahan, hingga upaya makar. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/sgd/bar

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto menelepon Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani pada Rabu (10/9/2025). Hal ini berlangsung setelah Israel menyerang Doha, Qatar.

Perbincangan Qatar-Sheikh Tamim diunggah akun Instagram Sekretariat Kabinet, @sekretariat.kabinet, Rabu malam. Menurut Sekretariat Kabinet, Prabowo bertanya soal kondisi Qatar usai penyerangan Israel.

"Pada siang hari ini, Presiden Prabowo Subianto berbincang langsung dengan Emir Qatar Yang Mulia Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani, lewat sambungan telepon," demikian tulis akun Instagram Sekretariat Kabinet, dikutip Rabu.

"Dalam perbincangan ini, Presiden Prabowo menanyakan kondisi terkini di Qatar pascaserangan Israel ke Doha, Qatar, pada 9 September 2025," sambungnya.

Sekretariat Kabinet menyatakan serangan Israel ke Doha merupakan pelanggaran keras terhadap hukum internasional, termasuk Piagam PBB, pelanggaran terhadap kedaulatan Qatar, dan ancaman besar terhadap keamanan dan perdamaian kawasan.

Sekretariat Kabinet menyebutkan, Indonesia menegaskan kembali solidaritas terhadap Pemerintah Qatar dan rakyatnya. Pemerintah RI juga menekankan komitmen untuk mendukung upaya diplomatis untuk mencapai penyelesaian adil, komprehensif, dan perdamaian berkelanjutan di Timur Tengah di bawah solusi dua-negara.

"Serangan ini juga berisiko mengeskalasi dan memperluas konflik di kawasan," tulis Sekretariat Kabinet.

Sebagai informasi, seorang pejabat senior Israel mengatakan kepada media Hebrew yang dikutip Times of Israel bahwa serangan Israel dilakukan untuk membunuh pemimpin Hamas yang bermarkas di Doha.

"IDF dan ISA [badan keamanan Israel] melancarkan serangan presisi yang menargetkan pemimpin senior organisasi teroris Hamas," bunyi pernyataan militer Israel.

Sementara itu, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al Ansari, membenarkan serangan Israel. Ansari menegaskan Qatar mengutuk serangan sewenang-wenang ini.

Baca juga artikel terkait SERANGAN ISRAEL atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama