Menuju konten utama

Prabowo Sebut Rakyat DKI Marah, Bila Pramono Enggan Kerja Sama

Prabowo tak mempersoalkan status Pramono yang merupakan kader PDIP.

Prabowo Sebut Rakyat DKI Marah, Bila Pramono Enggan Kerja Sama
Presiden Prabowo Subianto (tengah) bersama Wapres Gibran Rakabuming Raka (ketiga kiri) didampingi jajaran kabinet Merah Putih memberikan keterangan kepada wartawan saat tiba di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (27/9/2025). Prabowo Subianto kembali ke tanah air setelah menyampaikan pidato pada sidang umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di New York serta melakukan kunjungan kenegaraan ke negara Jepang, Kanada dan Belanda. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/sgd

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto menilai masyarakat Jakarta bakal marah, jika Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung enggan bekerja sama dengan pemerintah pusat. Hal ini ia nyatakan saat akad massal 26.000 KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Serah Terima Kunci di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, Senin (29/9/2025).

Prabowo semula menyatakan Indonesia harus menerapkan politik dewasa serta demokrasi yang santun dan penuh persaudaraan. Dalam kontestasi politik, menang dan kalah merupakan hal yang biasa terjadi.

"Yang kalah dukung yang menang karena kita semua harus bekerja untuk rakyat. Kita saudara. Rakyat kita tidak suka pemimpin yang penuh dendam.

Rakyat kita tidak suka pemimpin di atas itu gontok-gontokan, salah, keliru," kata Prabowo.

Prabowo lantas menilai masyarakat yang menyukai pemimpin saling serang adalah gaya lama. Ia menilai hal itu terjadi pada medio 1950. Kala itu, perang ideologi masih marak terjadi.

Di sisi lain, Prabowo menegaskan ideologi yang dianut Indonesia saat ini adalah Pancasila. Perbedaan serta persaingan lantas tak menjadi persoalan. Karena itu, Prabowo tak mempersoalkan status Pramono yang merupakan kader PDIP.

Hal itu disoroti karena parpol Pramono berbeda dari mayoritas parpol di Pemerintah Pusat, yakni Partai Gerindra yang dipimpin Prabowo. Akan tetapi, Prabowo menilai masyarakat Jakarta justru bakal marah ketika Pramono ogah bekerja sama dengan Pemerintah Pusat.

"Gubernur DKI, partai lain, enggak ada masalah. Saya bisa kerja sama sama Pramono Anung, benar enggak? Kalau beliau enggak mau kerja sama, beliau sendiri rugi, rakyatnya malah marah sama beliau, benar enggak?" urai Prabowo.

Ia lantas menyinggung status Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang merupakan kader Partai Gerindra. Prabowo meyakini Dedi merupakan kepala daerah yang baik.

"Gubernur Jawa Barat kebetulan Gerindra, tapi kalau brengsek saya usut kau, tapi saya yakin kau tidak brengsek," tutur Prabowo.

Baca juga artikel terkait PRABOWO atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama