Menuju konten utama

Prabowo Minta Kampus Percepat Teknologi Ubah Sampah Jadi Pasir

Langkah untuk mengoptimalkan inovasi hasil riset perguruan tinggi guna menangani persoalan sampah di tingkat kelurahan secara lebih efektif.

Prabowo Minta Kampus Percepat Teknologi Ubah Sampah Jadi Pasir
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto (kedua kanan) menyampaikan keterangan pers usai mengikuti kegiatan Taklimat Presiden Republik Indonesia dengan Rektor serta Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta Tahun 2026 di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (15/1/2026). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/nym.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan percepatan pengembangan teknologi pengolahan sampah skala mikro sebagai pelengkap program Waste to Energy yang tengah berjalan.

Langkah ini bertujuan untuk mengoptimalkan inovasi hasil riset perguruan tinggi guna menangani persoalan sampah di tingkat kelurahan secara lebih efektif.

“Jadi Bapak Presiden memberikan arahan, selain tentu Waste to Energy yang tetap terus berjalan. Beberapa teknologi pengolahan sampah skala mikro yang memang sudah dikembangkan di beberapa kampus tadi diminta oleh Bapak Presiden untuk dilakukan percepatan,” kata Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto usai rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Brian menjelaskan sejumlah teknologi tersebut telah siap diimplementasikan melalui uji coba di berbagai daerah.

Pengembangan ini akan dilakukan secara terintegrasi dengan Danantara serta Kementerian Lingkungan Hidup untuk memastikan efektivitas dan aspek keberlanjutan lingkungan.

“Ada beberapa teknologi tadi dibicarakan, kami akan segera pilih dan juga akan berjalan bersama Danantara sehingga nantinya penanganan sampah juga akan berjalan di level-level mikro, di tingkat kelurahan lebih efektif,” katanya.

Pemerintah berencana segera menggelar rapat lanjutan bersama kementerian terkait dan pemerintah daerah untuk mendorong implementasi massal.

Uji coba ditargetkan mulai berjalan tahun ini dengan fokus pada pengelolaan sampah di tingkat desa atau kelurahan yang rata-rata mencapai 10 ton per hari.

“Kira-kira 10 ton per hari, jadi sampah di kelurahan, di desa itu kira-kira besarannya 10 ton per hari itu yang akan kami coba atasi,” jelas Brian.

Berbeda dengan konsep Waste to Energy yang berorientasi pada produksi listrik, teknologi skala mikro ini difokuskan pada pengurangan volume sampah dengan mengubahnya menjadi material turunan yang bermanfaat sebagai bahan bangunan.

“Kalau yang ini tidak menghasilkan listrik, jadi ini hanya untuk menangani sampah menjadi pasir atau debu yang nanti bisa dipakai untuk dicampur pasir untuk trotoar, untuk semen dan sebagainya,” pungkas Brian.

Baca juga artikel terkait PENGELOLAAN SAMPAH atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama