Menuju konten utama

Prabowo Minta BRIN Riset Pembuatan Kanal Gambut Tangani Karhutla

Kepala Negara mengingatkan seluruh pemangku kepentingan agar terus meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman karhutla.

Prabowo Minta BRIN Riset Pembuatan Kanal Gambut Tangani Karhutla
Presiden Prabowo Subianto dalam rapat penanganan karhutla di Posko Satgas Udara, Lanud Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (22/8/2026). Foto: Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan pelibatan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk meriset serta mengkaji pemanfaatan sekat kanal dan embung di lahan gambut guna menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Prabowo mendorong agar pembangunan infrastruktur pengendalian karhutla tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pencegah kebakaran, melainkan juga dikembangkan untuk kegiatan produktif seperti budi daya ikan agar memberikan nilai ekonomis bagi masyarakat setempat.

“Kedua juga untuk antisipasi ke depan, mungkin BRIN dikerahkan. Bagaimana kita bisa sekarang terus menambah embung-embung, kanal-kanal di daerah gambut yang produktif. Apakah bisa embung-embung itu memelihara ikan-ikan tertentu dan sebagainya. Jadi, alam ini kita harus kreatif, harus kita inovatif, cari peluang,” ucap Prabowo dalam rapat koordinasi penanganan karhutla di Palembang, Sumatra Selatan, Senin (24/8/2026).

Menurut Prabowo, karakteristik lahan gambut menyimpan potensi kemudahan dalam penyediaan sumber air apabila dikelola secara tepat. Salah satunya melalui penambahan sumur bor dan sekat kanal.

"Beberapa yang kita anggap sebagai rintangan sesungguhnya juga bisa menjadi peluang. Gambut ini ternyata tidak terlalu sulit untuk membor mencari air. Saya kira ini jadi makanya saya bilang peluang," ujarnya.

Dalam arahannya, Kepala Negara mengingatkan seluruh pemangku kepentingan agar terus meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman karhutla, menyusul potensi kemarau kering akibat fenomena El Nino.

Selain penguatan riset dan infrastruktur air, dia mendorong pemanfaatan teknologi, termasuk intensifikasi operasi modifikasi cuaca (OMC) selagi memungkinkan untuk menjaga kelembapan lahan.

Prabowo turut mengapresiasi kinerja seluruh jajaran yang dinilainya berhasil menekan jumlah titik panas sejak awal tahun.

"Kita antisipatif. Titik-titik hotspot itu, alhamdulillah, kalau berkurang. Saya kira juga akibat Saudara-Saudara bekerja keras sudah sejak awal tahun. Terima kasih," ucapnya.

Menutup rapat, Prabowo menyampaikan terima kasih kepada jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumatra Selatan atas kerja keras memitigasi karhutla.

Dia menegaskan bahwa pemerintah akan terus memantau perkembangan di lapangan dan menjadikan penanganan dampak asap sebagai perhatian lanjutan.

“Forkopimda Sumatra Selatan, dengan seluruh unsur pimpinannya saya ucapkan terima kasih kerja keras Saudara sehingga bisa mitigasi. Tapi, memang masalah asap nanti kita pikirkan,” terang Prabowo.

Baca juga artikel terkait KARHUTLA atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Fadrik Aziz Firdausi