Menuju konten utama

Napi Christa Pike Kembali Sadar Usai Insiden Gagal Disuntik Mati

Chrita Pike sudah sadar setelah beberapa hari lalu kolaps usai mendapatkan suntikan mati. Ia sudah bisa berbicara dan mendapatkan pengawasan ketat.

Napi Christa Pike Kembali Sadar Usai Insiden Gagal Disuntik Mati
Terpidana mati Christa Pike saat memasuki Pengadilan Pidana Knox County di Knoxville, Tennessee, AS;Reuters/ J. Miles Cary/Knoxville News Sentinel
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Christa Pike, narapidana asal Amerika Serikat (AS) yang tetap hidup walau disuntik mati, kini dilaporkan telah sadar. Pengacara Pike menyebut bahwa terpidana mati asal Tennessee itu mulai bisa bicara pada hari keenam setelah dua dosis pentobarbital yang mematikan masuk tubuhnya pada pekan lalu.

Dinukil dari CNN, kabar sadarnya Pike itu diungkap pada Selasa (6/10/2026). Pengacara Pike menyebut kliennya itu kini masih menerima perawatan medis yang intens, walau tangannya tetap diborgol di tempat tidur.

“Di luar dugaan Christa Pike sadar, berbicara, dan terus menerima perawatan medis kritis,” kata pengacara tersebut.

Pengacara itu menyebut kondisi pasti yang tengah dialami Pike kini belum dapat ditengarai. Namun, pihaknya mengharapkan kondisinya dapat pulih.

“Pemulihannya secara medis belum pernah terjadi sebelumnya,” tutur pengacara.

Christa Pike sebelumnya menjadi perhatian banyak pihak setelah gagal dieksekusi mati dengan suntikan. Ia merupakan terpidana kasus pembunuhan Colleen Slemmer pada 1995 silam.

Pada 30 September lalu, ia dijadwalkan dieksekusi mati lewat dua dosis pentobarbital yang mematikan. Eksekusi itu betulan dilakukan, namun zat sedatif tersebut rupanya gagal menghentikan detak jantung dan sistem pernapasan Pike. Ia lalu dievakuasi ke rumah sakit karena berpotensi mengalami penderitaan.

Ketika dievakuasi, Pike dilaporkan dalam keadaan tak sadarkan diri. Selama dirawat di rumah sakit, alat bantu napas (ventilator) juga digunakan terhadapnya.

Dalam keterangannya pada Selasa, pengacara Pike turut berterima kasih atas perawatan yang diberikan pihak rumah sakit. Menurutnya, tim medis dan petugas pertolongan pertama telah “memperlakukan Christa seperti manusia dan telah memberikan perawatan yang luar biasa kepadanya”.

Kasus eksekusi mati yang gagal ini kini telah memicu perdebatan tentang pelaksanaan hukuman mati, setidaknya, di Tennessee, AS. Imbas insiden ini, Gubernur Tennessee Bill Lee telah menangguhkan jadwal eksekusi mati di negara bagian itu pada tahun ini.

Selain itu, prosedur eksekusi mati di negara bagian itu juga akan ditinjau ulang akibat kasus tersebut. Peninjauan itu disebut akan dipimpin oleh Jaksa Agung AS Ed Stanton.

Proses Eksekusi Berjalan Buruk

Pihak pengacara Pike menduga bahwa insiden ini merupakan dampak dari rancangan prosedur eksekusi mati yang tak optimal. Menurut mereka, pada hari eksekusi, algojo sempat kesulitan untuk memasang infus ke lengan Pike.

Para pengacara terpidana mati itu menyebut bahwa para algojo menghabiskan waktu satu jam hanya untuk menemukan akses ke pembuluh darah Pike. Prosesi itu juga disebut membuat lengan Pike ditusuk dengan tujuh jarum infus.

Tim kuasa hukum Pike percaya bahwa kendala itu telah menyebabkan gagalnya eksekusi mati terhadap klien mereka. Alih-alih masuk ke pembuluh darah, mereka menduga dosis pentobarbital yang dimasukkan justru menyebar ke tubuh Pike.

Kendala pada prosesi eksekusi mati juga diungkap pihak lain. Salah satunya adalah Catherine Sweeney, seorang reporter WPLN yang jadi salah satu saksi eksekusi dari media massa.

“Saya meliput eksekusi tahun lalu dan sebagian besar tahun ini. Saya belum pernah melihat yang seperti ini. Semuanya berjalan sangat buruk,” katanya.

Selain masalah pada pelaksanaan prosedur eksekusi, kasus ini juga memicu publik AS menyoroti keputusan pemberian hukuman mati di negara bagian Tennessee. Hal itu lantaran pihak Pike telah lama memperingatkan bahwa ia memiliki kondisi medis yang membuat pembuluh darahnya sulit diakses jarum suntik.

Kondisi medis itu telah digunakan sebagai salah satu argumen pembelaan pihak Pike di pengadilan. Namun, hukuman mati tetap diberikan dan pada akhirnya gagal dilakukan.

Pengacara Pike menyatakan bahwa pihaknya tengah berupaya untuk meminta Gubernur Tennessee memberikan keringanan hukuman kepada Pike imbas insiden ini. Tim kuasa hukum itu kini meminta agar hukuman klien mereka diubah jadi penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat.

Baca juga artikel terkait TERPIDANA MATI atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar