Menuju konten utama

Prabowo: Kemiskinan Ekstrem RI Turun ke Level Terendah Sejarah

Prabowo menyebut penurunan kemiskinan ekstrem itu tidak disampaikan karena Indonesia merupakan negara yang tidak suka mencolok.

Prabowo: Kemiskinan Ekstrem RI Turun ke Level Terendah Sejarah
Presiden Prabowo Subianto dalam World Economic Forum (WEF), di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). foto/Setpres/Mukhlis JR

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan, kemiskinan ekstrem Indonesia sudah turun pada tingkat yang terendah saat menjadi pembicara kunci pada World Economic Forum (WEF) 2026. Prabowo menyampaikan hal tersebut dengan dalih sebagai negara yang rendah hati.

“Anda mungkin belum pernah mendengar kisah kami karena kami adalah orang-orang yang tidak suka mencolok. Kami bersikap rendah hati. Kita cenderung berada di bawah radar. Namun, kita sangat bertekad untuk terus mengikuti perkembangan dunia. Anda mungkin belum pernah mendengar cerita ini, tetapi kemiskinan ekstrem di Indonesia telah jatuh ke tingkat terendah dalam sejarah,” kata dia, dalam World Economic Forum (WEF), di Davos, Swiss, dikutip Jumat (23/1/2026).

Sebagai informasi, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), per Maret 2025 tingkat kemiskinan ekstrem di Indonesia turun signifikan menjadi 0,85 persen atau turun 2,38 juta orang. Pada periode yang sama di tahun sebelumnya, tingkat kemiskinan ekstrem masih di angka 0,83 persen.

Dengan capaian tersebut, Prabowo bertekad untuk memberantas kemiskinan ekstrem di Indonesia dalam waktu empat tahun ke depan. Pun, mantan Menhan RI juga akan menurunkan tingkat kemiskinan secara keseluruhan di akhir masa jabatannya.

“Saya bertekad dalam empat tahun ke depan kita akan memberantas kemiskinan ekstrem dan menurunkan kemiskinan secara keseluruhan. Itulah misi hidup saya. Itulah misi saya di sisa hidup saya. Tidak ada yang lebih terhormat, tidak ada yang lebih memuaskan daripada menurunkan kemiskinan dan memberantas kelaparan,” tegasnya.

Melalui pepatah yang ia pelajari, Prabowo mengetahui bahwa tugas seorang pemimpin sebenarnya sangat sederhana, yakni terus bekerja agar kaum miskin dan lemah dapat tersenyum dan tertawa. Artinya, dengan membuat masyarakat pada lapisan terbawah tersenyum dan tertawa, pemerintah sudah berhasil memberikan mereka harapan untuk hidup lebih baik di masa depan.

“Jika orang miskin, orang lemah dapat tersenyum dan tertawa, itu berarti mereka memiliki harapan. Itu berarti mereka melihat masa depan. Itu berarti penghidupan mereka sedang ditingkatkan. Jadi itulah misi saya sekarang, untuk membuat orang Indonesia yang paling miskin, orang Indonesia yang paling lemah, tersenyum,” pungkas Prabowo.

Baca juga artikel terkait KEMISKINAN EKSTREM atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Andrian Pratama Taher