Menuju konten utama

Prabowo ke Pengkritik Harga Beras Mahal: Suruh Tanam Sendiri

Prabowo mengaku bangga bahwa saat ini kualitas hidup petani dan nelayan sudah mengalami perbaikan karena ada petani bisa liburan ke Hong Kong.

Prabowo ke Pengkritik Harga Beras Mahal: Suruh Tanam Sendiri
Presiden Prabowo Subianto (tengah) memberi sambutan saat meresmikan Bendungan Meninting di Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, NTB, Jumat (10/7/2026). ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/bar
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto meminta pihak yang mengkritik harga beras terlalu mahal untuk menanam sendiri.

Menurut Prabowo, pihak-pihak yang melontarkan kritik tersebut tidak mengerti kesulitan yang dirasakan petani untuk memproduksi beras. Mantan Menteri Pertahanan RI itu pun menilai bahwa pihak-pihak tersebut juga tidak ingin para petani memiliki pendapatan tinggi dari harga komoditas yang mereka jual.

“Yang mengatakan beras terlalu mahal, suruh mereka ikut kau tanam beras. Kalau petani beras nggak boleh dapat penghasilan yang tinggi, ya suruh mereka tanam padi sendiri!” serunya saat memimpin Panen Raya Serentak di Seluruh Indonesia Bersama TNI, dikutip YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (17/7/2026).

Sembari berseloroh, Prabowo mengatakan bahwa TNI dan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, akan menyediakan lahan khusus bagi para pengkritik harga beras tersebut. Dus, mereka dapat menanam beras di lahan tersebut.

“TNI akan siapkan lahan untuk mereka, Menteri Pertanian akan siapkan lahan untuk mereka. Suruh tanam sendiri, enak aja!” imbuhnya.

Menurut Ketua Umum Partai Gerindra tersebut, petani harus hidup sejahtera dengan pendapatan tinggi. Sebab, pada dasarnya, baik petani maupun nelayan adalah pahlawan yang membantu menyediakan pangan pokok serta protein bagi seluruh masyarakat Indonesia.

“Terima kasih petani, nelayan Indonesia. Kau, kau adalah pahlawan yang sebenarnya. Kau menghasilkan pangan untuk kita semua,” kata Prabowo.

Meski begitu, Prabowo mengaku bangga bahwa saat ini kualitas hidup petani dan nelayan sudah mengalami perbaikan. Hal itu tercermin dari sudah banyaknya petani yang mampu berlibur ke Hong Kong.

“Tapi ada berapa petani yang sudah lapor ke saya, dia sekarang sudah libur ke Hong Kong. Saya senang, ya kan,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut, Prabowo juga menyampaikan rasa terimakasihnya kepada petani, TNI dan Polri yang berhasil meningkatkan produksi produk-produk hasil pertanian dan perkebunan nasional.

Pada panen raya ini saja, melalui pendampingan TNI, telah dilaksanakan panen raya di beberapa sektor, di antaranya tebu dengan pendampingan dari TNI Angkatan Udara; komoditas kedelai melalui pendampingan TNI Angkatan Laut; dan komoditas padi melalui pendampingan TNI Angkatan Darat.

“Pada sektor tebu, TNI Angkatan Udara bersama Sinergi Gula Nusantara, swasta, dan asosiasi petani pada musim panen tahun 2026 ini mendampingi lahan seluas 236.048 hektar dengan potensi produksi 18,386 juta ton tebu, setara 1,36 juta ton gula, atau berkontribusi sebesar 45,05 persen terhadap target gula nasional 2026,” kata Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto, pada kesempatan yang sama.

Baca juga artikel terkait PEMERINTAHAN PRABOWO-GIBRAN atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Andrian Pratama Taher