tirto.id - Presiden Prabowo Subianto meminta Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa untuk 'mencari uang' sehingga negara bisa menaikkan gaji panitera, staf tata usaha (TU), hingga petugas pengadilan lainnya. Prabowo mengaku, meningkatkan gaji pegawai pengadilan menjadi tujuan selanjutnya setelah berhasil menaikkan gaji hakim sekitar 280 persen.
"Ketua MA (Mahkamah Agung) menyampaikan ke saya, 'Pak, terima kasih perhatian Bapak kepada hakim-hakim. Tapi ternyata, Pak di pengadilan-pengadilan kami masih punya petugas-petugas lain, panitera belum naik, Pak gaji mereka. Habis itu ada staf tata usaha'. Ya ya ya, oke saya mengerti, saya paham," kata Prabowo sembari menceritakan kembali pembicaraannya dengan Ketua MA, di Komplek Kejasaan Agung (Kejagung), Jakarta Selatan, Rabu (13/5/2026).
"Menkeu, cari uang untuk semua petugas pengadilan harus naik juga gajinya," tambahnya.
Seiring dengan arahan ini, Prabowo meminta kepada kementerian/lembaga lain untuk tidak iri dengan lembaga yudikatif. Sebab, menurut Prabowo, keberadaan lembaga yudikatif sangat penting agar rakyat mendapat keadilan.
"Kita harus bikin yudikatif kita tempat rakyat mendapat keadilan. Dan itu saya pesankan kepada Ketua MA," ujarnya.
Terlepas dari itu, Prabowo mengaku bangga dengan keputusannya untuk menaikkan gaji hakim. Ia beralasan, gaji hakim-hakim di Indonesia untuk pertama kalinya menjadi lebih tinggi dari gaji hakim Malaysia setelah menaikkan gaji hakim hingga 280 persen.
"Gaji hakim paling junior Indonesia, ceritanya, ya yang paling junior sudah hampir 2 kali gaji hakim paling junior Malaysia karena pemerintah yang saya pimpin salah satu langkah kita pertama adalah menaikkan gaji hakim kita hampir 300 persen," tutur dia.
Prabowo mengatakan, kebijakan ini juga membuat gaji Ketua MA Indonesia saat ini jauh melampaui gaji Ketua MA Singapura.
"Dalam hati oke juga kita nih ya. Kenapa? Karena saya percaya dan yakin masalah korupsi, masalah ketidakadilan itu harus diselesaikan di yudikatif. Karena itu, hakim-hakim kita harus kita hormati, harus dipilih dengan baik dan harus dikasih penghasilan yang cukup supaya hakim-hakim kita tidak bisa disogok," pungkas Prabowo.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id































