tirto.id - Presiden Prabowo Subianto menantang pihak-pihak yang tidak menyukai dirinya untuk beradu secara terbuka dan sehat melalui jalur politik pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2029.
Tantangan itu Prabowo sampaikan saat menyinggung adanya upaya-upaya yang dinilainya berpotensi merusak persatuan bangsa.
"Ada tuduhan untuk menjelekkan kita sebagai bangsa. Jadi begini kalau saudara tidak suka dengan 2-3 orang jangan merusak seluruh bangsa. Kalau tidak suka sama Prabowo, silahkan 2029 bertarung!" kata Prabowo dalam pidato pada Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah di SICC Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyinggung sejumlah aksi demonstrasi yang terjadi pada awal masa kepemimpinannya.
Ia menegaskan tidak pernah melarang penyampaian aspirasi di muka umum, namun menolak keras aksi demonstrasi yang disertai perusakan dan pembakaran.
Prabowo mengatakan, ada pihak-pihak tertentu yang kerap menunggangi aksi demonstrasi dengan tujuan menciptakan kerusuhan.
"Sedikit-sedikit mau demo. Demo boleh, tapi dia tidak berharap demo, dia berharap kerusuhan dan kerusuhan itu mencelakakan bangsa dan negara. Kerusuhan mencelakakan bangsa dan negara. Bakar-bakar, bom molotov, saya katakan itu membahayakan, itu pidana. Saya tidak ragu-ragu," ujar Prabowo.
Lebih lanjut, Prabowo mengklaim terdapat indikasi keterlibatan pihak asing yang mengendalikan kelompok-kelompok tertentu dalam aksi demonstrasi tersebut.
Ia menilai aksi-aksi itu tidak memberikan dampak positif bagi pembangunan nasional.
"Kalau mau demo silakan, tapi mau bagaimana, kamu 5000 kali demo tidak akan ada satu pabrik dibuka, jadi kelompok-kelompok ini sadar tidak sadar mereka dikendalikan oleh pihak asing, yakin saya! Dan saya punya bukti," tegasnya.
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Alfons Yoshio Hartanto
Masuk tirto.id


































