Menuju konten utama

Prabowo akan Bentuk Timsus Pembentukan Kampung Jemaah Haji

Tim ini akan merumuskan model kerja sama teknis dan regulasi yang dibutuhkan Indonesia dan Arab Saudi.

Prabowo akan Bentuk Timsus Pembentukan Kampung Jemaah Haji
Presiden Indonesia, Prabowo Subianto menjalankan ibadah Umrah. Foto/Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto segera membentuk tim khusus untuk mengkaji rencana pembentukan kampung jemaah haji Indonesia di Mekkah, Arab Saudi.

“Kampung haji itu, juga Beliau (Presiden, red.) akan membentuk tim untuk mengkaji kemungkinan-kemungkinan yang akan bisa dilakukan oleh Pemerintah (Arab) Saudi dan Pemerintah Indonesia,” kata Kepala Badan Penyelenggara Haji (BPH), Mochamad Irfan Yusuf, di sela-sela lawatan Presiden Prabowo Subianto di Jeddah, Arab Saudi, Kamis(3/7/2025) dilansir dari Antara.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar menjelaskan tim kajian itu nantinya bertugas merumuskan model kerja sama teknis dan regulasi-regulasi yang dibutuhkan.

“Sesuai dengan arahan Presiden, kita sudah bekerja sama dengan BPH untuk segera menindaklanjuti penyusunan undang-undang yang akan mengatur hal tersebut,” kata Nasaruddin.

Pertemuan bilateral yang dipimpin oleh oleh Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud (MBS) dan Presiden Prabowo, merupakan rangkaian agenda kenegaraan Presiden Prabowo di Jeddah pada 1–3 Juni 2025.

Dalam pernyataan bersama Presiden Prabowo dan Pangeran MBS, keduanya sepakat meningkatkan kerja sama menyediakan pelayanan terbaik untuk jamaah haji Indonesia.

Tidak hanya soal haji, Prabowo dan Pangeran MBS juga membahas peningkatan kerja sama bidang ekonomi, perdagangan, investasi, dan energi. Dua negara sepakat sepakat saling mendukung target masing-masing untuk mencapai Visi Kerajaan Arab Saudi 2030 dan Visi Indonesia Emas 2045.

Prabowo dan Pangeran MBS kemudian juga sepakat meningkatkan kerja sama pada 10 bidang, yang mencakup ekonomi digital dan inovasi; sistem hukum dan penegakan hukum; tenaga kerja dan sumber daya manusia; kebudayaan; pariwisata; olahraga dan kepemudaan; pendidikan dan riset; industri dan pertambangan; pertanian, perikanan, dan ketahanan pangan; kemudian konektivitas via udara antara dua negara.

Baca juga artikel terkait HAJI 2025

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Bayu Septianto