Menuju konten utama

PPK Ormawa PNJ Gandeng Dispar Tangsel Perkuat Pemberdayaan Warga

Kolaborasi PPK Ormawa PNJ dan Dispar Tangsel memperkuat arah pemberdayaan masyarakat di Kampung Wadassari, salah satunya lewat pelatihan keterampilan.

PPK Ormawa PNJ Gandeng Dispar Tangsel Perkuat Pemberdayaan Warga
PPK Ormawa PNJ Gandeng Dinas Pariwisata Tangsel untuk Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Desa Wadassari. foto/Tim PPK Ormawa PNJ.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) yang dijalankan mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) menggandeng Dinas Pariwisata Kota Tangerang Selatan sebagai mitra strategis. Kolaborasi ini memperkuat arah pemberdayaan masyarakat Kampung Wadassari yang menjadi lokasi binaan dalam pengembangan potensi budaya, ekonomi kreatif, dan digitalisasi desa.

PPK Ormawa merupakan program nasional dari Kemdiktisaintek melalui Belmawa Dikti, yang bertujuan mendorong mahasiswa menjadi agen perubahan sosial. Melalui kerja sama yang diciptakan dengan Dispar Tangsel, program ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat dan membuka peluang pengembangan sektor wisata lokal.

Kegiatan PPK Ormawa PNJ dilaksanakan oleh tim mahasiswa Himpunan Mahasiswa Grafika dan Penerbitan (HMGP) di bawah arahan Amalia Rizky Fatonah, S.S., M.I.Kom., selaku dosen pembimbing. Kolaborasi lintas program studi di jurusan Teknik Grafika dan Penerbitan menjadi fondasi utama dalam merancang program berbasis keberlanjutan.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa PNJ bekerja sama dengan pemerintah setempat serta Dinas Pariwisata Kota Tangerang Selatan untuk memastikan bahwa setiap kegiatan yang dijalankan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan memiliki potensi berkelanjutan. Pendekatan partisipatif diterapkan agar warga turut terlibat aktif dalam penyusunan program, bukan sekadar sebagai penerima manfaat.

Program berbasis masyarakat ini berlokasi di Desa Wadassari, Pondok Betung, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan. Desa ini dipilih karena memiliki potensi besar di bidang kesenian tradisional dan kearifan lokal yang terjaga di tengah perkembangan kawasan urban. Dispar Tangsel melihat desa tersebut sebagai salah satu titik potensial pengembangan wisata edukatif berbasis budaya.

Program yang dimulai pada Juli 2025 ini berlangsung selama enam bulan. Tahapan kegiatan meliputi riset awal, pelatihan masyarakat, penerapan teknologi terapan, hingga evaluasi dampak sosial dan ekonomi. Melalui dukungan Dispar Tangsel, hasil kegiatan diharapkan dapat terintegrasi dengan agenda pariwisata daerah.

Pada tahap riset awal, tim mahasiswa melakukan observasi dan wawancara dengan perangkat desa dan warga. Tantangan seperti minimnya literasi digital, kurangnya kreativitas dalan menciptakan produk untuk buah tangan dan keterbatasan desain kemasan UMKM menjadi temuan utama. Data tersebut kemudian menjadi dasar penyusunan program bekerja sama dengan Dispar Tangsel untuk memperkuat potensi wisata lokal melalui inovasi karya dan promosi produk budaya.

Salah satu kegiatan utama adalah pelatihan sablon untuk meningkatkan ekonomi di desa Wadassari. Pelatihan ini bertujuan mengajarkan warga bagaimana cara menyablon dan membuat desain sablon yang menarik untuk wisatawan. Langkah ini dinilai sejalan dengan strategi Dispar Tangsel dalam meningkatkan visibilitas destinasi lokal.

Selain itu, mahasiswa PNJ juga memberikan pelatihan pembuatan kemasan kreatif serta pengenalan material ramah lingkungan untuk mendukung UMKM. Pelaku usaha lokal yang memproduksi makanan tradisional menjadi sasaran utama program ini, agar produknya mampu bersaing di pasar modern maupun wisata.

Menurut dosen pembimbing, Amalia Rizky Fatonah, program ini tidak hanya menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan teori, tetapi juga kesempatan besar untuk bekerja bersama pemangku kepentingan daerah. “Mahasiswa tidak hanya turun membantu, tetapi juga belajar memahami dinamika masyarakat dan mengembangkan solusi yang berkelanjutan,” ujarnya.

PPK Ormawa juga menjadi sarana pembentukan kepemimpinan, kreativitas, serta kemampuan kolaboratif mahasiswa. Melalui kerja sama dengan Dispar Tangsel, mahasiswa dilatih memahami bagaimana potensi desa dapat dirangkai menjadi aset wisata yang bernilai ekonomis dan kultural.

Ketua pelaksana, Daffa Aulia Ahmad, menegaskan bahwa kerja sama dengan Dinas Pariwisata menjadi langkah penting untuk jangka panjang. “Kami ingin masyarakat dapat mengelola potensi lokalnya secara mandiri dan berdaya saing melalui pemanfaatan teknologi serta kreativitas,” katanya.

Warga Desa Wadassari menyambut hangat kolaborasi mahasiswa PNJ dan Dispar Tangsel. Mereka menilai kegiatan ini membawa manfaat nyata, terutama dalam keterampilan sablon dan bagaimana cara mereka mengenalkan budaya. “Sekarang kami tahu cara menyablon, dan membuat kemasan untuk sablon, serta memasarkan produknya secara online,” ujar Sugiyono dari Pokdarwis Wadassari.

Dinas Pariwisata Kota Tangerang Selatan menyebutkan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk sinergi positif antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. “Kami berharap kegiatan seperti ini bisa berlanjut dan menjadi inspirasi bagi desa lain,” kata Wibowo, perwakilan Dispar Tangsel dalam penyampaian dukungan program.

Bagi mahasiswa, keterlibatan dalam program ini memberikan pengalaman lapangan yang memperkaya wawasan sosial dan profesional. Mereka belajar bagaimana menyusun program, memahami kebutuhan masyarakat, serta berkoordinasi dengan instansi pemerintah.

Di sisi lain, program ini menanamkan rasa tanggung jawab sosial di kalangan mahasiswa. Mereka belajar membangun kepercayaan masyarakat, mengatur waktu, serta bekerja dalam tim lintas bidang dengan dukungan penuh dari Dispar Tangsel dan pemerintah desa.

PNJ menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kegiatan pengabdian masyarakat melalui kolaborasi strategis. Dengan menggandeng Dinas Pariwisata dalam PPK Ormawa, kampus berupaya memastikan bahwa setiap program yang dijalankan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

Melalui semangat kerja sama dan inovasi, PPK Ormawa PNJ diharapkan menjadi model implementasi sinergis antara kampus, pemerintah daerah, dan masyarakat. Program ini bukan sekadar kegiatan, tetapi wujud nyata perpaduan ilmu, kreativitas, dan kepedulian sosial demi pengembangan desa berkelanjutan.

Penulis: Tim Media Servis