tirto.id - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh petugas yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Keberhasilan layanan haji tahun ini dinilai tidak lepas dari dedikasi petugas di berbagai sektor yang bekerja melayani jemaah selama musim haji.
Ucapan terima kasih tersebut disampaikan Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah PPIH Arab Saudi, Ihsan Faisal, dalam acara tasyakuran Daker Makkah di Hotel Al Hidayah Tower, Aziziyah, Makkah, Sabtu (20/6/2026) malam.
"Kami dari Daker Makkah mengucapkan terima kasih atas kerja sama semua Bapak Ibu semua di sektor-sektor, termasuk sektor khusus dan KKHI, serta Kantor Kesehatan Haji Indonesia," kata Ihsan.
Menurut dia, jumlah petugas yang bertugas pada musim haji tahun ini meningkat signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika tahun lalu jumlah petugas sekitar 1.100 orang, pada tahun ini mencapai sekitar 1.700 orang hanya untuk wilayah kerja Makkah.
Ihsan berharap para petugas yang telah menjalankan tugas dengan penuh dedikasi dapat kembali mendapat kesempatan melayani jemaah pada musim haji mendatang.
"Mudah-mudahan Bapak Ibu semua, PPIH Arab Saudi Daker Makkah yang sudah bertugas melayani jemaah dengan hati, dengan penuh pelayanan totalitas, kalau Allah menghendaki, mentakdirkan, mungkin nanti akan ditunjuk kembali untuk tahun depan," ujarnya.
Ihsan menegaskan bahwa penyelenggaraan haji 2026 memiliki makna khusus karena menjadi tahun pertama pelaksanaan haji di bawah koordinasi Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI.
Karena itu, seluruh petugas diharapkan menjadikan pelayanan yang diberikan kepada jemaah sebagai bagian dari upaya menghadirkan penyelenggaraan haji terbaik.
Dalam kesempatan tersebut, Ihsan juga menyampaikan doa bagi para petugas yang mulai kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan masa tugasnya.
"Mudah-mudahan semuanya sehat, selamat sampai tujuan, dan menjadi haji mabrur," katanya.
Kepulangan Jemaah Hampir Rampung
Ihsan menjelaskan, secara umum seluruh proses operasional haji berjalan dengan baik sejak kedatangan hingga pemulangan jemaah. Adapun proses pemberangkatan jemaah gelombang kedua melalui Bandara Jeddah telah berakhir pada 16 Juni 2026. Sementara itu, proses pergeseran jemaah dari Makkah ke Madinah hingga Sabtu sore telah mencapai 86.592 orang.
Menurut Ihsan, masih terdapat tiga kloter terakhir yang akan diberangkatkan menuju Madinah pada 21-22 Juni 2026. Dari sisi akomodasi, PPIH Arab Saudi telah mengelola layanan bagi jemaah yang menempati 177 hotel yang tersebar di lima wilayah dan 10 sektor di Makkah.
"Hari ini tinggal kurang lebih 31 hotel yang masih ada jemaahnya. Insya Allah pada hari Senin seluruh hotel akan kosong dari jemaah," tuturnya.
Dalam laporannya, Ihsan menyebut layanan konsumsi menjadi salah satu aspek yang berjalan optimal sepanjang musim haji. PPIH Arab Saudi tercatat telah menyalurkan sebanyak 15.866.621 boks makanan kepada jemaah selama berada di Makkah.
Selain itu, sektor transportasi juga menghadirkan sejumlah inovasi baru, salah satunya melalui sistem transport command and control yang memungkinkan pengawasan pergerakan armada secara lebih terintegrasi.
"Alhamdulillah insya Allah sudah terkontrol dengan baik, mulai pergerakan salawat, Armuzna, dan sebagainya," katanya.
Pada layanan Nusuk, PPIH juga memanfaatkan ekosistem digital haji sehingga kartu Nusuk dapat dibagikan lebih cepat kepada jemaah. Koordinasi dengan syarikah juga dilakukan untuk mengantisipasi kendala yang mungkin muncul di lapangan.
Lalu dari sisi bimbingan ibadah, Ihsan menilai pelaksanaan pembayaran dam mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Sekitar 135.000 jemaah menyalurkan dam melalui program Adahi. Jumlah tersebut meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain itu, berbagai program edukasi dan bimbingan ibadah juga dilakukan secara intensif oleh petugas di tingkat sektor maupun daerah kerja untuk membantu jemaah menjalankan ibadah sesuai syariat.
PPIH Arab Saudi juga memberikan perhatian khusus kepada jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas melalui berbagai layanan pendukung, termasuk penyediaan kursi roda dan pendampingan khusus.
Salah satu program yang kembali mendapat perhatian adalah Safari Wukuf Lansia yang memungkinkan jemaah lanjut usia dan berisiko tinggi tetap dapat mengikuti puncak ibadah haji.
"Nah, Safari Wukuf Lansia. Alhamdulillah berjalan sukses," kata Ihsan.
Ihsan berharap, seluruh capaian layanan pada musim haji 2026 dapat menjadi fondasi untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji pada tahun-tahun mendatang.
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id































