Menuju konten utama

Potret Dampak Banjir di Sejumlah Wilayah Indonesia

Puncak musim hujan tengah berlangsung di sebagian besar wilayah di Indonesia.

Potret Dampak Banjir di Sejumlah Wilayah Indonesia
Warga menggunakan rakit stirofoam melewati banjir di Desa Karangligar, Telukjambe, Karawang, Jawa Barat, Senin (19/1/2026). Berdasarkan data BPBD Karawang, banjir yang dipicu curah hujan tinggi serta meluapnya Sungai Sungai Citarum dan Sungai Cibeet berdampak kepada 6.596 warga di 13 kecamatan. ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/app/tom.
2026/01/24/antarafoto-banjir-di-kebon-pala-jakarta-1769220113_9138.jpg
Warga melintasi banjir yang merendam perkampungan di Kebon Pala, Jatinegara, Jakarta, Jumat (23/1/2026). Banjir kiriman dari Sungai Ciliwung dan Bendung Katulampa Bogor merendam kawasan Kebon Pala, Jatinegara, Jakarta Timur, hingga mencapai 130 cm. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/foc.
2026/01/24/antarafoto-evakuasi-warga-terdampak-banjir-di-kudus-1769220138_9130.jpg
Warga mengevakuasi anaknya menggunakan rakit buatan saat banjir di Desa Jetiskapuan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Minggu (18/1/2026). Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus mencatat banjir akibat cuaca ekstrem sejak Jumat (9/1) itu telah merendam sebanyak 5.596 rumah dan 1.970 hektare sawah di 64 desa, serta menyebabkan 43.479 jiwa dari 14.791 kepala keluarga terdampak bencana hidrometeorologi tersebut. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/rwa.
2026/01/24/antarafoto-hari-kelima-banjir-di-karawang-1769220118_9137.jpg
Empat anak berlari di permukiman yang terendam banjir, Desa Karangligar, Telukjambe, Karawang, Jawa Barat, Kamis (22/1/2026). Berdasarkan data dari Pemkab Karawang, pada hari kelima banjir di Karawang masih merendam 815 rumah di lima kecamatan dan 1.033 keluarga terdampak. ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/app/tom.
2026/01/24/antarafoto-banjir-rendam-perumahan-di-kabupaten-bekasi-1769220108_9139.jpg
Warga membawa bak mandi saat melintasi jalan yang terendam saat banjir di Perumahan Grand Permata Residance, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (23/1/2026). BPBD Kabupaten Bekasi mencatat banjir yang dipicu curah hujan tinggi tersebut menyebabkan 31 desa di 13 kecamatan terendam. ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/foc.
2026/01/24/antarafoto-banjir-rendam-ribuan-rumah-di-kudus-1769220224_9142.jpg
Warga berada di teras rumah yang terendam banjir di Desa Tanjungkarang, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (17/1/2026). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus mencatat banjir yang terjadi mengakibatkan 5.425 rumah terendam di 38 desa 7 kecamatan serta mengakibatkan 43.479 jiwa/13.956 KK terdampak. ANTARA FOTO/Nirza/agr/foc.
2026/01/24/antarafoto-banjir-rendam-empat-kecamatan-di-kendal-1769220133_9132.jpg
Sejumlah kendaraan melintasi genangan saat banjir di jalur Pantura Kota Kendal, Jawa Tengah, Minggu (18/1/2026). Banjir di Kabupaten Kendal selain merendam 21 desa/kelurahan di empat kecamatan dengan ketinggian 20-70 sentimeter, juga merendam ruas jalur pantura yang mengakibatkan lalu lintas tersendat. ANTARA FOTO/Anis Efizudin/rwa.
2026/01/24/antarafoto-evakuasi-warga-terdampak-banjir-di-kudus-1769220135_9131.jpg
Sejumlah warga dievakuasi menggunakan perahu saat banjir di Desa Jetiskapuan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Minggu (18/1/2026). Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus mencatat banjir akibat cuaca ekstrem sejak Jumat (9/1) itu telah merendam sebanyak 5.596 rumah dan 1.970 hektare sawah di 64 desa, serta menyebabkan 43.479 jiwa dari 14.791 kepala keluarga terdampak bencana hidrometeorologi tersebut. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/rwa.
2026/01/24/antarafoto-banjir-masih-merendam-kabupaten-bekasi-1769220120_9136.jpg
Warga mengangkat pakaian saat banjir di Desa Pantai Bakti, Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (20/1/2026). BPBD Kabupaten Bekasi mencatat banjir tersebut disebabkan curah hujan yang tinggi dan meluapnya Sungai Cibeet dan Citarum itu berdampak kepada 17.563 kepala keluarga (KK) dari 33 desa di 15 kecamatan. ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/app/foc.
2026/01/24/antarafoto-penetapan-status-tanggap-darurat-banjir-kota-pekalongan-1769220128_9134.jpg
Rangkaian kereta api melintasi kawasan terdampak banjir di Tirto, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Minggu (18/1/2026). Pemerintah Kota Pekalongan menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari yaitu 17-31 Januari 2026 pascabanjir di Kota Pekalongan yang berdampak pada 8.692 KK dan warga mengungsi sebanyak 1.472 jiwa. ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/rwa.
2026/01/24/antarafoto-banjir-rendam-perumahan-di-kabupaten-bekasi-1769220103_9128.jpg
Tiga anak menaiki perahu saat banjir di Perumahan Grand Permata Residance, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (23/1/2026). BPBD Kabupaten Bekasi mencatat banjir yang dipicu curah hujan tinggi tersebut menyebabkan 31 desa di 13 kecamatan terendam. ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/foc.
2026/01/24/antarafoto-evakuasi-barang-berharga-saat-banjir-di-kudus-1769220140_9129.jpg
Warga menggunakan rakit buatan untuk mengevakuasi sepeda motor saat banjir di Desa Jetiskapuan, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (18/1/2026). Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus mencatat banjir akibat cuaca ekstrem sejak Jumat (9/1) itu telah merendam sebanyak 5.596 rumah dan 1.970 hektare sawah di 64 desa, serta menyebabkan 43.479 jiwa dari 14.791 kepala keluarga terdampak bencana hidrometeorologi tersebut. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/rwa.
2026/01/24/antarafoto-hari-kelima-banjir-di-karawang-1769220221_9141.jpg
Foto udara banjir merendam permukiman di Desa Karangligar, Telukjambe, Karawang, Jawa Barat, Kamis (22/1/2026). Berdasarkan data dari Pemkab Karawang, pada hari kelima banjir di Karawang masih merendam 815 rumah di lima kecamatan dan 1.033 keluarga terdampak. ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/app/tom.

tirto.id -

Puncak musim hujan tengah berlangsung di sebagian besar wilayah di Indonesia. Beberapa wilayah di Indonesia turut terdampak banjir akibat curah hujan yang tinggi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk lebih waspada akibat curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem di sebagian wilayah Indonesia menjelang akhir Januari 2026.

Menurut laman resmi BMKG pada Selasa (20/1/2026) berdasarkan analisis dinamika atmosfer terbaru, beberapa wilayah di Indonesia diprakirakan akan mengalami peningkatan intensitas hujan menjelang akhir Januari 2026.

Di antaranya mencakup Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara. Potensi curah hujan tinggi perlu diwaspadai di daerah rawan bencana untuk melakukan mitigasi banjir atau tanah longsor.

Baca juga artikel terkait BANJIR atau tulisan lainnya dari Qurrota Ayun

Oleh: Qurrota Ayun