tirto.id - Kapolda Banten, Irjen Hengki, memastikan pelampung yang sempat ditemukan saat proses pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal di perairan Selat Sunda, Banten bukan milik kapal tersebut.
"Hasil pemeriksaan maupun interogasi kepada bapak Sandi selaku pemilik kapal, tidak menggunakan lifejacket seperti yang ditemukan. Jadi bukan merupakan milik kapal Arupadhatu 1," ucap Hengki saat konferensi pers di posko Pantai Carita, Banten, Jumat (11/9/2026).
Berdasarkan identifikasi dan pemeriksaan terhadap pemilik speedboat tersebut, Hengki memastikan lifejacket ataupun pelampung tidak ada kaitan dengan pencarian jurnalis dan awak kapal yang hilang saat meliput erupsi Anak Gunung Krakatau di perairan Selat Sunda.
"Tidak sama dengan yang digunakan oleh Kapal Arupadhatu 1 maupun Arupadhatu 2. Tidak sama," tegasnya.
Sebelumnya, pemilik kapal, Sandi Wiyasa, membenarkan temuan pelampung tersebut. Ia secara tegas meyakinkan bahwa pelampung yang ditemukan KAL Anyer, bukanlah alat-alat kapal milik mereka.
"Saya pastikan itu bukan kapal Arupadhatu 1, saya pastikan. Saya tadi sudah dimintai keterangan pihak berwajib. Saya pastikan bukan," ungkap Sandi kepada wartawan di posko Pantai Carita, Banten, Jumat (11/9/2026).
Ia menegaskan, kondisi kapal layak untuk berlayar. "Baik-baik saja. Kondisi kapal baik-baik saja. rena dia itu, beberapa hari yang lalu, katanya baru pulang dari Ujung Kulon, kapal itu," imbuhnya.
Penulis: Muhammad Nizar
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id


































