tirto.id - Polda Papua mencatat sebanyak 874 orang mengungsi akibat konflik antar warga yang terjadi di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Cahyo Sukarnito, mengatakan bahwa ratusan warga tersebut mengungsi di sejumlah lokasi antara lain Mapolresta, Kodim Jayawijaya, dan gereja.
"Berbagai upaya saat ini terus dilakukan agar konflik tidak makin meluas dan menimbulkan korban jiwa," kata Cahyo di Jayapura, Papua, Senin (18/5/2026) sebagaimana dikutip Antara.
Meskipun masih ratusan warga yang mengungsi, Cahyo mengatakan, Polda Papua bersama instansi lainnya berupaya untuk mengimbau agar warga yang tidak terdampak kembali ke kampung masing-masing. Selain itu, dia meminta semua pihak dapat menahan diri agar konflik tidak semakin meluas.
"Warga juga di minta tidak mudah terpengaruh isu dan menahan diri sehingga situasi keamanan kembali kondusif," ujar Cahyo.
Cahyo juga mengatakan Polda Papua masih fokus menangani pertikaian agar tidak meluas. Oleh karena itu, saat ini satu satuan setingkat kompi (SSK) dari Brimob Polda Papua ditempatkan di tujuh titik daerah untuk mencegah pertikaian kelompok masyarakat.
Diketahui, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Ribka Haluk, memastikan kondisi keamanan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, berangsur kondusif sehingga aktivitas masyarakat dan pelayanan publik dapat kembali berjalan normal.
“Intinya hari ini kita katakan Kota Wamena sudah aman, masyarakat bisa melakukan aktivitasnya seperti biasa,” kata Ribka dalam keterangannya di Jakarta Senin.
Pernyataan Wamendagri tersebut disampaikan seusai memimpin apel pagi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya, Senin.
Ribka mengatakan pemerintah pusat bersama pemerintah daerah (Pemda) terus melakukan fasilitasi penanganan konflik sosial yang sebelumnya terjadi di Wamena.
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id

































