tirto.id - Polda Metro Jaya menyampaikan telah memeriksa 12 orang saksi dalam penanganan kasus dugaan teror yang dialami oleh pemengaruh (influencer) bernama Ramon Dony Adam atau yang akrab disapa DJ Donny.
Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, mengatakan bahwa para saksi yang diperiksa merupakan pihak-pihak yang mengetahui, mendengar, atau secara langsung mengalami peristiwa dugaan teror tersebut.
“Dan kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap 12 orang saksi yang mengetahui, mendengar, atau mengalami terhadap peristiwa tersebut,” ujar Iman di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (12/1/2026).
Selain pemeriksaan saksi, Iman mengatakan bahwa penyidik juga terus mengumpulkan berbagai petunjuk dan dokumen pendukung untuk membangun konstruksi peristiwa pidana secara utuh.
Menurutnya, penyidik juga mendalami laporan-laporan lain yang berkaitan dengan dugaan teror terhadap influencer, termasuk laporan yang telah masuk ke Polda Metro Jaya maupun jajaran di bawahnya.
“Kami terus akan melakukan pendalaman, pengumpulan alat bukti dengan upaya maksimal sehingga bisa lebih terang permasalahannya,” katanya.
Sebelumnya, DJ Donny melaporkan dugaan teror bom molotov ke Polda Metro Jaya. Peristiwa yang dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK) tersebut terjadi di rumahnya pada Rabu (31/1/2025) dini hari.
Laporan DJ Donny teregister dengan nomor LP/B/9545/XII/2025/SPKT/Polda Metro Jaya tertanggal 31 Desember 2025. Dia melapor dengan sangkaan pasal Undang-Undang Darurat dan/atau Pasal 187 KUHP dan/atau Pasal 335 KUHP dan/atau Pasal 356 KUHP.
“Jadi pecahan kaca dan pecahan bom molotovnya masih ada di rumah saya. Masih ada di rumah saya, belum saya apa-apain di TKP-nya, makanya saya mau lapor dulu,” kata Donny di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (31/12/2025).
Donny melampirkan rekaman CCTV sebagaimana diunggah melalui akun media sosialnya sebagai barang bukti pelaporan. Dalam rekaman CCTV tersebut, terlihat dua orang pria yang dengan sengaja melempar bom molotov ke rumahnya pada Rabu (31/12/2025) dini hari.
“Menurut tindakan ini sudah bukan hanya merugikan diri saya, tapi juga mengancam keamanan keluarga. Bukan hanya keluarga, tapi orang sekitar,” ucap dia.
Menurut Donny, sebelum teror bom molotov ini, dia dan keluarganya juga sempat menerima paket berisi bangkai ayam yang dikirim ke rumahnya pada Senin (29/12/2025) pagi hari. Ayam tersebut dipotong kepalanya dan diiris-iris bagian tubuhnya.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Farida Susanty
Masuk tirto.id































