tirto.id - Satuan Tugas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum) Polda Metro Jaya menangkap dua orang yang kedapatan membawa bom molotov saat aksi unjuk rasa mahasiswa di sekitar Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat (Jakpus), kemarin (12/6/2026) sore. Dua orang tersebut diduga berasal dari kelompok perusuh yang sudah teridentifikasi berniat mendompleng aksi demo mahasiswa di Jakarta.
”Satgas Gakkum Polda Metro Jaya sudah mengidentifikasi beberapa kelompok orang yang akan bergabung dengan kelompok aksi mahasiswa dan ini membawa molotov. Dan sudah diamankan 2 orang saat ini oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, dikutip Sabtu (13/6/2026).
Budi menerangkan keduanya saat ini telah dibawa untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik Polda Metro Jaya. Dia pun memastikan, pendalaman akan dilakukan terhadap afiliasi dan niat dalam membawa bom molotov saat aksi mahasiswa berlangsung tersebut.
”Diamankan di sekitar wilayah Bendungan Hilir sekitar pukul 15.30 WIB tadi. Ini masih dilakukan pendalaman pada dua orang yang diamankan tadi (berpakaian kaos hitam),” ungkap dia.
Lebih lanjut, Budi menegaskan dalam pengamanan aksi unjuk rasa mahasiswa kemarin, memang proses pemantauan ini dilakukan sejak pagi. Kemudian, sudah terpantau beberapa kelompok diduga berniat membuat kerusuhan untuk mendomplengi aksi demo mahasiswa tersebut.
Diketahui, sebagaimana dikutip Antara, massa membubarkan diri setelah berdialog dengan aparat keamanan. Mereka mulai meninggalkan lokasi unjuk rasa sekitar pukul 21.00 WIB sambil membubarkan diri. Unjuk rasa mahasiswa digelar sejak Jumat siang.
Rombongan mahasiswa dengan berbagai warna almamater itu tiba sekitar pukul 14.30 WIB, dengan mencoba masuk ke kawasan Bundaran HI. Mereka melakukan jalan kaki (long march) dari kawasan Semanggi hingga kawasan Dukuh Atas sebelum ditahan masuk area Bundaran HI. Aksi yang berlangsung sekitar tujuh jam tersebut berlangsung kondusif, meskipun sempat memanas beberapa kali dikarenakan adanya upaya untuk menerobos penjagaan petugas.
Aksi yang berlangsung hingga malam hari itu juga tidak menimbulkan gesekan yang berarti antara petugas dan mahasiswa, karena petugas keamanan melayani dan memberikan ruang bagi para demonstran. Setelah mahasiswa membubarkan diri, petugas keamanan langsung mensterilkan lokasi demonstrasi dari warga maupun pengemudi ojek online yang memarkirkan kendaraan di tepi jalan.
Mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di Bundaran HI, Jakarta, Jumat (12/6/2026). Sebanyak 4.151 personel disiagakan, terdiri dari 3.651 personel Polri dan 500 personel TNI dikerahkan untuk mengamankan aksi unjuk rasa mahasiswa dari berbagai universitas itu.
Dalam demo tersebut, setidaknya ada lima tuntutan yang disampaikan salah satu kelompok massa, yakni BEM UI. Tuntutan tersebut antara lain menghentikan pemborosan APBN, turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM, hentikan program MBG dan Koperasi Merah Putih, hentikan militerisme di ranah sipil, dan desak pemerintah mengakui kesalahan.
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id




























