Menuju konten utama

PM India Didemo usai Muncul di Dokumen Epstein Files, Soal Apa?

Dokumen Jeffrey Epstein dalam Epstein Files turut menunjukkan dugaan kaitan PM India Narendra Modi memiliki hubungan dengan Israel.

PM India Didemo usai Muncul di Dokumen Epstein Files, Soal Apa?
Perdana Menteri India Narendra Modi . (Photo by Indian Press Information Bureau (PIB) / AFP)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Ratusan pekerja yang tergabung dalam Kongres Pemuda India (IYC) melakukan demonstrasi massa untuk berunjuk rasa pada Selasa (10/2/2026). Kemunculan Perdana Menteri Narendra Modi dalam dokumen Epstein File disebut jadi pemicunya.

Mengutip media India, National Herald, IYC melakukan unjuk rasa guna mendesak Parlemen agar segera memeriksa dugaan adanya "koneksi India" dalam berkas penyelidikan pelaku kejahatan dan perdagangan seksual asal AS tersebut.

Para pengunjuk rasa mengkritik pemerintah pusat India yang tak kunjung melakukan penyelidikan apa pun terkait hal tersebut. Tuntutan tersebut dilaporkan diteriakkan oleh ratusan pengunjuk rasa di jalan raya menuju Gedung Parlemen India.

Unjuk rasa di India tersebut berakhir setelah massa aksi saling dorong dengan aparat yang memblokade jalan menuju Parlemen. Sejumlah demonstran dilaporkan sempat ditahan aparat setempat.

Perkara Apa yang Menjerat PM Narendra Modi dalam Dokumen File Epstein?

Nama PM India Narendra Modi disebut dalam sebagian dari jutaan dokumen Epstein Files PDF yang dirilis Departemen Kehakiman AS pada 30 Januari 2026 lalu. Berdasarkan sejumlah korespondensi, Jeffrey Epstein diduga telah menjadi makelar untuk sejumlah pertemuan pihak Modi dengan AS.

Seturut Al Jazeera, pelaku kejahatan dan perdagangan seksual asal AS ini kedapatan berkomunikasi dengan pihak Narendra Modi melalui Anil Ambani, ketua perusahaan Reliance Group yang dekat dengan Modi.

Anil Ambani, yang merupakan saudara orang terkaya India Mukesh Ambani, kedapatan melakukan komunikasi dengan Epstein dalam berbagai topik. Hal ini termasuk penilaian calon duta besar AS untuk India dan permintaan untuk mengatur pertemuan Modi dengan pejabat tinggi AS.

Salah satu korespondensi itu terlihat pada pesan iMessage Anil Ambani ke Epstein pada 16 Maret 2017. Anil mengatakan bahwa "pimpinan" telah meminta bantuannya untuk dihubungkan dengan tokoh lingkaran Trump, termasuk Jared Kushner dan Steve Bannon.

Anil juga meminta saran kepada Epstein tentang kemungkinan pertemuan Modi dan Trump "pada bulan Mei". Setelah itu, keduanya melakukan panggilan telepon.

Dua minggu setelahnya, pada 29 Maret 2017, Epstein menulis iMessage ke Anil: "Diskusi tentang strategi Israel mendominasi jadwal Modi".

Selang dua hari kemudian, Anil kembali mengirim pesan, memberi tahu Epstein bahwa Modi akan berkunjung ke Israel pada bulan Juli 2017. Pengusaha itu juga bertanya ke Epstein: "Siapa yang Anda kenal untuk Track 2?"

Pada 26 Juni 2017, Modi berkunjung ke Washington dan bertemu dengan Trump. Pada 6 Juli 2017, Modi betulan mengunjungi Israel sebagai PM India pertama yang berkunjung ke negara Zionis itu.

Setelah kunjungan Modi ke Israel, Epstein mengirim email ke seseorang bernama "Jabor Y". Isinya: "Perdana Menteri India Modi menerima saran, dan menari serta bernyanyi di Israel untuk kepentingan presiden AS. Mereka telah bertemu beberapa minggu yang lalu... itu berhasil!"

Pasca kunjungan Modi ke Israel, Jeffrey Epstein juga berkirim pesan ke eks Menteri Keuangan AS Larry Summers. Pelaku kejahatan seksual itu menyatakan bahwa Trump merupakan kandidat Presiden AS yang lebih baik ketimbang Hillary Clinton, dan menyitir hubungan Trump dengan India dan Israel sebagai contohnya.

Dugaan bahwa Epstein telah menjadi makelar pertemuan antara pihak Modi dan AS tersebut kemudian dikritik oleh oposisi. Pemimpin Oposisi di Majelis Rendah India (Lok Sabha) Rahul Gandhi menyebut bahwa munculnya Modi di Epstein Files merupakan bukti integritas PM India itu telah runtuh.

Pernyataan Rahul Gandhi itu juga digaungkan kembali oleh ratusan demonstran IYC yang berunjuk rasa pada Selasa. Spanduk bertuliskan "PM is compromised" dibentangkan untuk mengkritik Modi sebagai PM yang lemah pada kepentingan AS dan Israel.

Baca juga artikel terkait JEFFREY EPSTEIN atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar