Menuju konten utama

PLTSa Putri Cempo Surakarta Akan Diaudit Pemerintah, Ada Apa?

Menteri Lingkungan Hidup menyatakan akan mengaudit PLTSa di Surakarta. Apa sebabnya?

PLTSa Putri Cempo Surakarta Akan Diaudit Pemerintah, Ada Apa?
Situasi PLSA Putri Cempo, Surakarta, Sabtu (28/3/2026). Foto/Dok. Humas Pemkot Solo.

tirto.id - Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengungkapkan bahwa pemerintah akan melakukan audit menyeluruh terhadap operasional Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Putri Cempo, Kota Surakarta.

Langkah ini diambil setelah fasilitas yang dibangun sejak 2019 tersebut dinilai belum menunjukkan kinerja optimal.

Dalam kunjungan kerja ke lokasi, Sabtu (28/3/2026) Hanif menyampaikan bahwa PLTSa Putri Cempo menjadi salah satu fokus evaluasi pemerintah dalam program pengolahan sampah menjadi energi listrik.

Menurut dia bahwa sejak dioperasikan, fasilitas ini belum berjalan efektif dan masih menghadapi berbagai persoalan yang kompleks.

Pemerintah akan melakukan audit menyeluruh yang mencakup aspek teknis dan kelayakan finansial (financial appraisal), mengingat karakteristik proyek ini berbeda karena menggunakan sistem gasifikasi dan memiliki kapasitas di bawah 1.000 ton per hari.

“Sejak dioperasionalkan sampai hari ini tidak efektif operasionalnya. Permasalahannya tidak sederhana. Karena itu kami akan melakukan audit menyeluruh, baik dari sisi teknis maupun finansial, untuk melihat apakah proyek ini masih layak dilanjutkan atau tidak,” ujar Hanif saat diwawancarai, Sabtu (28/3).

Namun demikian, Hanif menegaskan pemerintah tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan sebelum hasil audit keluar.

Hasil audit nantinya akan menjadi dasar penentuan arah kebijakan terhadap PLTSa Putri Cempo. Pemerintah akan melihat apakah proyek ini masih bisa dioptimalkan atau perlu langkah lain yang lebih tepat.

“Hasil analisa itu akan menjadi rujukan kita bersama. Nanti kita lihat apakah bisa dilanjutkan, dioptimalkan, atau perlu langkah lain,” ujarnya.

Audit ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mengejar target pengelolaan sampah nasional sebesar 63,4 persen pada 2026 dan 100 persen pada 2029.

Namun pemerintah menegaskan, solusi tidak hanya bergantung pada teknologi seperti PLTSa, melainkan juga pada pengelolaan dari hulu, termasuk pemilahan sampah di tingkat rumah tangga.

“Kita tidak ingin berandai-andai. Kita tunggu hasil appraisal. Kalau pun tidak feasible kita lanjutkan, itu bisa menambah beban negara yang cukup besar,” tegasnya.

Kapasitas Jauh dari Rencana

PLTSa Putri Cempo merupakan proyek strategis nasional yang mulai dibangun pada Oktober 2019 melalui kerja sama Pemerintah Kota Surakarta dengan pihak swasta. Fasilitas ini dirancang mampu mengolah 400 hingga 450 ton sampah per hari dengan target produksi listrik mencapai 5–10 MW.

Namun dalam perjalanannya, pembangunan sempat mengalami berbagai kendala, termasuk pandemi Covid-19 yang memperlambat proses konstruksi dan pengadaan alat. Setelah beberapa kali mengalami penundaan, fasilitas ini akhirnya mulai beroperasi pada Oktober 2023.

Kondisi aktual di lapangan diungkapkan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surakarta, Herwin Tri Nugroho. Ia menjelaskan bahwa saat ini kapasitas pengolahan PLTSa masih jauh dari target awal.

“Kapabilitas yang saat ini diolah sekitar 50 sampai 80 ton per hari, sementara input sampah yang masuk bisa mencapai 300 sampai 400 ton per hari. Artinya memang masih sangat jauh dari target yang dulu direncanakan,” ujarnya.

Herwin menyebutkan bahwa kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan besar antara desain awal dan realisasi di lapangan. Ia menambahkan bahwa pada tahap perencanaan, PLTSa Putri Cempo ditargetkan mampu mengolah hingga 400–450 ton sampah per hari.

“Kalau sekarang baru sekitar 50 ton per hari, berarti baru sekitar 10 persen dari kapasitas awal. Ini yang sedang kita dalami, problemnya ada di mana,” katanya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa berbagai kemungkinan penyebab masih dalam tahap evaluasi menyeluruh.

“Problemnya akan dicek secara komplit, apakah dari sisi teknis, finansial, atau skema kelistrikannya. Semua akan dikaji bersama, termasuk dengan PLN, supaya nanti ketemu solusi yang tepat,” jelas Rudy.

Meski demikian, ia memastikan fasilitas tersebut masih tetap beroperasi.

“Iya, masih beroperasi, tapi memang masih ‘ngos-ngosan’. Karena itu perlu evaluasi secara menyeluruh,” tambahnya.

Baca juga artikel terkait PLTSA atau tulisan lainnya dari Romensy Augustino

tirto.id - Flash News
Kontributor: Romensy Augustino
Penulis: Romensy Augustino
Editor: Dipna Videlia Putsanra