Menuju konten utama

Platipus, Anomali Hewan Paling Membingungkan dalam Dunia Sains

Platipus, hewan endemik Australia yang terbilang aneh dan unik. Platipus tidak memiliki gigi, menyusui tapi tidak berputing, dan mamalia tapi bertelur.

Platipus, Anomali Hewan Paling Membingungkan dalam Dunia Sains
Platipus. foto/istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Platipus (Ornithorhynchus Anatinus) merupakan hewan endemik Australia dan terunik di dunia. Struktur tubuh Platipus seperti gabungan beberapa hewan. Platipus memiliki paruh menyerupai bebek yang dilengkapi dengan elektroreseptor, kaki berselaput, dan ekor pipih.

Hewan Platipus termasuk spesies monotremata, yaitu hewan mamalia yang berkembang biak dengan cara bertelur. Ia biasa menghabiskan waktu hingga puluhan jam di malam hari untuk mencari makanan.

Hewan aneh ini pernah diburu demi diambil bulu selama era 1990. Seiring kesadaran pemerintah atas keunikan, Platipus yang tergolong karnivora kini dilindungi dan diabadikan dalam pecahan uang Australia.

Mengapa Platipus Disebut Mamalia Aneh?

Platipus termasuk salah satu mamalia yang neh dan unik. Tubuhnya terbilang kecil, berbentuk pipih dan ramping. Ukuran hanya sekitar 50 cm dengan berat sekitar 1,5 kg untuk jenis jantan. Sementara, Platipus betina berukuran lebih kecil, biasanya panjang sekitar 40 cm dan berat 1 kg.

Secara struktur, Platipus memiliki paruh seperti bebek. Paruh bertekstur seperti karet lunak yang basah. Dalam bertahan hidup, paruh tersebut dilengkapi ujung saraf khusus yang disebut elektroreseptor. Fungsinya mendeteksi arus listrik lemah yang dihasilkan oleh kontraksi otot mangsa.

Melansir laman Queensland Goverment, hewan endemik Australia ini termasuk karnivora yang memakan hewan air kecil, seperti larva serangga, udang air tawar, krustasea, ikan, katak, moluska, kecebong, dan cacing tanah. Demi menyambung hidup, Platipus berada di dalam air sekitar 10-12 jam per malam untuk mencari makanan.

Platipus

Platipus. foto/istockphoto

Bagian tubuh Platipus ditutupi bulu tebal berwarna cokelat tua yang menopang untuk hidup menyelam di air tanpa kedinginan. Hewan ini memiliki kaki yang pendek dan kokoh. Kaki depan berselaput yang berfungsi untuk mendorong berenang dan mencari makanan.

Saat berenang, ekor Platipus yang lebar dan datar berfungsi sebagai penyeimbang menggali liang. Tak hanya itu, bagian ekor juga menjadi tempat penyimpanan lemak sebagai cadangan energi saat persediaan makanan langka atau ketika Platipus betina kembali ke liang untuk berkembang biak.

Hewan ini juga memiliki kemampuan beradaptasi dengan lingkungan. Secara fisiologis, Platipus dapat meningkatkan produksi panas tubuh untuk menjaga suhu tetap di kisaran 32 derajat Celsius, meski tengah berenang di suhu air dingin.

Meski tergolong mamalia, Platipus tidak memiliki puting untuk menyusui. Hewan ini menyusui anak melalui air susu yang disalurkan dari kelenjar susu induk ke pori-pori kulit, lalu bayi Platipus mengisap susu dari bulu di bagian perut induk.

Susu Platipus mengandung zat padat rata-rata sekitar 39%, jauh lebih tinggi dibanding susu sapi yang hanya mengandung sekitar 12% zat padat. Saat menyusui, induk Platipus bisa berbaring miring atau telungkup dengan anak-anak berada dalam posisi terbalik di bawah tubuh.

Adapun karakteristik Platipus cenderung pemalu. Ia akan menyelam ke dalam air jika didekati. Namun, jika situasi mengancam, Platipus jantan akan mencoba menusuk penyerang dengan menggunakan taji berongga yang terletak di kaki belakang. Taji ini terhubung ke kantung berisi racun yang cukup kuat untuk membunuh predator.

Habitat Platipus & Cara Berkembang Biak

Secara umum, Platipus hidup di Australia bagian timur mulai dari wilayah tropis yang panas di ujung utara Queensland hingga wilayah bersalju yang membeku di Tasmania. Platipus dapat dijumpai di sebelah timur Great Dividing Range, aliran air yang mengalir ke arah barat, dan di dekat pesisir.

Meski habitat asli di Australia, hewan sensitif ini cenderung sulit dijumpai. Platipus menyukai sungai air tawar, perairan tenang, danau, bendungan, dan daerah berhutan dan bervegetasi lebat, hingga muara payau.

Adapun waktu terbaik menyaksikan momen Platipus adalah saat senja atau pagi hari. Ketika berada di tepi sungai yang tenang, perhatikan permukaan air. Jika air beriak, biasanya menandakan keberadaan Platipus.

Sebagaimana dikutip dari laman resmi Environment and Heritage New South Wales, hewan ini mengapung rendah di permukaan air, dengan hanya sekitar 10 persen dari tubuh berbulunya yang terlihat. Mereka menyelam dengan cara melengkungkan punggung, lalu menghilang dengan tenang ke dalam air, meninggalkan sedikit riak.

Peta Benua Australia

Peta Benua Australia. FOTO/iStockphoto

Mamalia ini juga kerap membuat liang sederhana di tepian sungai, tepat di atas permukaan air dan sering kali di antara jalinan akar pepohonan. Liang tersebut menjadi tempat untuk menjaga telur.

Dalam siklus perekembangbiakan, Platipus memasuki masa kawin yang berbeda dan tergantung wilayah habitatnya. Di Queensland bagian selatan, masa kawin Platipus terjadi pada akhir Juli hingga Agustus.

Di kawasan New South Wales, masa pendekatan Platipus terjadi pada Agustus hingga September. Sementara, pada Agustus hingga Oktober, giliran Platipus di Victoria memasuki masa kawin, bahkan hingga Desember di Tasmania.

Selama masa itu pula, Platipus akan membuat ilang sepanjang 30 sentimeter persegi yang dipenuhi vegetasi sebagai ruang sarang. Sebelum bertelur, Platipus betina akan menyumbat liang tersebut di satu titik atau lebih untuk melindungi induk dan telur-telur dari predator dan menjaga suhu agar tetap stabil.

Setelah kawin, masa perkembangan telur di dalam tubuh betina berlangsung rata-rata 16 hari, diikuti periode inkubasi selama kurang lebih 10 hari.

Biasanya, Platipus betina menghasilkan satu hingga tiga butir telur. Telur dierami induk dengan melingkarkan tubuh di sekeliling telur, ekor menutupi telur-telur tersebut. Setelah menetas, bayi Platipus disusui di dalam liang hingga berusia sekitar 3 atau 4 bulan, sebagaimana dikutip dari Australian Museum.

Setelah itu, mereka mulai keluar menuju alam terbuka untuk beradaptasi dengan cahaya dan air. Saat pertama kali masuk ke dalam air, Platipus muda sudah memiliki bulu lengkap, koordinasi tubuh yang baik, dan ukuran tubuh sekitar 85% dari panjang saat dewasa.

Fakta-fata Menarik Platipus & Apakah Dilindungi?

Hewan yang termasuk dalam daftar famili Ornithorhynchidae ini terdaftar sebagai Special Least Concern atau spesies dengan tingkat kekhawatiran rendah namun memerlukan perhatian khusus di wilayah Queensland.

Sebagai bentuk perhatian terhadap hewan endemik , Pemerintah Australia mengabadikan gambar Platipus melalui koin 20 sen Australia. Meski sempat diburu untuk diambil bulu, kini Platipus telah dilindungi.

Bagi banyak orang, Platipus termasuk hewan yang unik, baik secara struktur tubuh, reproduksi, maupun karakteristiknya. Mamalia unik ini menggabungkan karakteristik dari berbagai spesies berbeda ke dalam satu tubuh.

Secara struktur, mata Platipus berada di bagian atas kepala. Akibatnya, hewan ini memiliki penglihatan yang tajam untuk jarak jauh, namun tidak dapat melihat objek yang berada tepat di bawah hidung.

Peta Australia

Peta Australia. FOTO/iStockphoto

Meski begitu, paruh seperti bebek dilengkapi dengan ujung saraf elektroreseptor membantu Platipus mendeteksi arah dan hewan-hewan di sekitarnya, terutama makanan dan predator. Paruh yang amat sensitif inilah yang menopang kinerja berburu Platipus.

Yang menarik, Platipus tidak memiliki gigi. Sebelum mengunyah makanan, hewan ini menyimpan makanan di dalam kantung pipi untuk dimakan saat berada di permukaan air. Sebelum menelan, mereka mengunyah makanan dengan menggunakan lempengan penggiling yang keras serta tonjolan-tonjolan pada rahang atas dan bawah.

Platipus termasuk mamalia amfibi dari kelompok monotremata, yaitu hewan mamalia yang berkembang biak dengan cara bertelur. Sementara, mamalia lain cenderung lebih umum melahirkan.

Platipus juga memiliki kloaka, lubang tunggal yang digunakan untuk keperluan reproduksi serta pembuangan sisa-sisa metabolisme tubuh, mirip dengan burung dan reptil.

Bulu Platipus bersifat kedap air dan mampu memerangkap lapisan udara sebagai isolator di dekat kulit. Sebab itu, ia dapat hidup di air dalam durasi yang cukup panjang tanpa kedinginan.

Platipus juga termasuk hewan nokturnal yang aktif di malam hari. Mereka menghabiskan malam untuk mencari makanan di dalam air hingga 10 jam dalam satu waktu. Makanan-makanan ini biasanya dapat ditemui di bawah air dengan menyisir kerikil dan lumpur di dasar sungai.

Selama proses ini, sejumlah besar lumpur bisa ikut tertelan. Platipus mengisi kantung pipi dengan makanan yang belum dikunyah. Setelah selesai mencari makan, ia akan beristirahat di permukaan air untuk menggiling dan menelan makanan.

Baca juga artikel terkait HEWAN atau tulisan lainnya dari Sarah Rahma Agustin

tirto.id - Edusains
Kontributor: Sarah Rahma Agustin
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Beni Jo