Menuju konten utama

Hiu Kelabu Langka di Korea Enggan Kembali ke Lautan, Kenapa?

Bukangi, hiu kelabu yang muncul di kanal pelabuhan Busan, Korea Selatan, beberapa kali kembali lagi meski sudah diarahkan ke laut. Kenapa bisa terjadi?

Hiu Kelabu Langka di Korea Enggan Kembali ke Lautan, Kenapa?
Dusky shark. FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Hiu kelabu (dusky shark) dilaporkan memasuki kanal kota pelabuhan (North Port Waterfront Park) Busan, Korea Selatan. Berbagai upaya sudah dilakukan untuk mengembalikan ke lautan. Akan tetapi, hiu justru berkali-kali kembali lagi ke kanal salah satu pelabuhan tersibuk di Asia itu.

Masyarakat lokal memberi nama hiu yang “tersesat” ini sebagai “Bukangi”. Istilah Bukangi merujuk pada kata “buk hang”, nama Korea untuk pelabuhan terdekat.

Setidaknya, selama sekitar 1 bulan kemunculan di kanal tersebut, Bukangi menarik lebih dari 1,6 juta pengunjung per 25 Oktober 2026. Keberadaan hiu kelabu turut menjadi daya tarik tersendiri bagi Busan, kota terbesar kedua di Korea Selatan.

Peta Korea Selatan

Peta Korea Selatan. foto/Istockphoto

Meskipun berada di kanal dan tidak begitu membahayakan, seseorang yang berada di antara kerumunan penonton hiu kelabu atau dusky shark bisa sajabakal melompat atau jatuh ke air.

Di balik popularitas yang begitu besar, para ahli tetap khawatir pada hewan yang seolah menolak kembali ke laut. Mengapa Bukangi berkali-kali enggan kembali ke habitat aslinya?

Mengenal Dusky Shark, Hiu Kelabu yang Terancam Punah

Hiu kelabu atau dusky shark (Carcharhinus obscurus) merupakan jenis hiu yang memiliki moncong lebar dengan mata besar. Ia dicirikan dengan punggung yang rendah serta sirip dada yang besar dan melengkung.

Warna tubuhnya abu-abu hingga perunggu. Ujung sirip dusky shark abu-abu samar disertai garis putih di sisi tubuh dan perut berwarna putih. Sebagaimana dijelaskan laman World of Shark, hiu jenis ini banyak bergerak. Mereka bermigrasi mengikuti perubahan suhu.

Selama musim panas yang hangat, dusky shark berpindah ke lintang yang lebih tinggi di wilayah subtropis dan beriklim sedang. Kemudian kembali lagi setelah suhu mendingin.

Biasanya, hiu kelabu betina bergerak mendekat ke pantai untuk melahirkan anak-anaknya. Setelah itu, segera ke lepas pantai menuju perairan yang lebih dalam guna menghindari kanibalisme.

Dusky shark

Dusky shark. FOTO/iStockphoto

Dusky shark tergolong Terancam Punah dalam Daftar Merah Spesies Terancam International Union for Conservation of Nature (IUCN). Pada 2017, spesies ini ditambahkan ke Lampiran II Konvensi tentang Spesies Migrasi atau Convention on Migratory Species (CMS).

Selain itu, hiu kelabu juga ditambahkan ke Nota Kesepahaman CMS untuk Hiu Migrasi pada 2018. Spesies ini pun terancam punah karena berbagai faktor dan ancaman.

Ancaman utama hiu kelabu adalah penangkapan ikan berlebihan. Spesies sangat rentan terhadap tekanan penangkapan ikan karena sering membentuk populasi regional yang berbeda.

Pasalnya, hiu kelabu betina kembali ke daerah yang sama untuk berkembang biak, yang disebut sebagai kesetiaan lokasi kelahiran. Artinya, meski bermigrasi, populasi regional spesies bisa berbeda secara genetik dan perlu dikelola dengan perbedaan tersebut.

Dalam kasus penangkapan ikan, dusky shark diburu karena daging dan siripnya. Spesies ini juga merupakan target populer perikanan rekreasi.

Ciri fisik Bukangi selaras dengan ciri dusky shark. Dengan panjang sekitar 3 meter, ia memasuki kanal kota, seolah tengah bermigrasi, dan tampak enggan pergi setelah beberapa kali diarahkan ke laut lepas.

BERMAIN DENGAN HIU PAUS

Ilustrasi ikan hiu. antara foto/adiwinata solihin/ama/16

Kronologi Bukangi Terjebak di Kanal & Operasi Penyelamatan

Bukangi pertama kali terlihat di saluran air sempit pada 18 September 2026, mengacu laporan Reuters, 21 Oktober 2026. Meski perairan Korea Selatan tidak asing dengan hiu, kemunculan hiu kelabu di kanal beton dangkal di dekat pelabuhan merupakan fenomena baru.

Operasi penyelamatan segera dilakukan agar Bukangi kembali ke laut. Melansir laman Yahoo! News, 25 Oktober 2026, sebuah kapal penjaga pantai kecil melakukan upaya awal dengan menggunakan alat penangkal listrik.

Alat tersebut menghasilkan arus lemah yang dihindari hiu dan biasanya digunakan setelah penampakan di dekat pantai-pantai populer. Namun, 5 jam berlalu, petugas menyimpulkan bahwa hiu terlalu besar dan sangat cepat untuk alat tersebut.

Kim Hyun-woo, ahli biologi kelautan yang ditugasi dalam operasi penyelamatan pertama, sempat memutuskan untuk menunggu hiu kelabu keluar dengan sendirinya. Akan tetapi, strateginya tidak membuahkan hasil.

Menjelang akhir September 2026, Bukangi tidak terlihat makan selama beberapa hari. Luka lecet berdarah tampak di moncong karena menabrak dinding beton.

Dusky shark

Dusky shark. FOTO/iStockphoto

Profesor biologi kelautan, Choi Yoon menyampaikan, para ahli sangat khawatir terhadap cedera “kritis” di sekitar mata hiu tersebut. Akhir September 2026, upaya penyelamatan pun kembali dilakukan.

Upaya kedua dilakukan dengan semburan air untuk mengusir hiu kelabu. Ketika tim mencoba metode ini, Bukangi justru terus berputar-putar kembali.

2 Oktober 2026, tim kembali melakukan upaya penyelamatan dengan memasang jaring yang membentang di sepanjang kanal. Namun, Bukangi berhasil berenang melewati jaring dan kembali hanya selang beberapa jam.

Upaya penyelamatan terbaru dilakukan pada Rabu (21/10/2026). Para penyelam memasang 2 lapis jaring. Bukangi pun berhasil digiring keluar dari kanal sempit ke perairan terbuka.

Hanya dalam semalam, Bukangi berenang kembali ke kanal, menyelam di bawah jaring terluar. Hal itu membuatnya terjebak di antara 2 lapisan jaring.

Tim penyelamat pun menyingkirkan lapisan terluar pada Kamis (22/10/2026). Akhirnya, Bukangi terlihat semakin menjauh menuju lautan lepas. Kendati sesekali kembali berputar-putar, operasi penyelamatan dinyatakan telah berakhir.

CHIMELONG OCEAN KINGDOM

Ilustrasi seekor ikan hiu. ANTARA FOTO/Widodo S Jusuf/hp.

Kenapa Bukangi Seolah Enggan Kembali ke Lautan?

Selama operasi penyelamatan, ahli biologi kelautan, Kim Hyun-woo mengira, Bukangi mungkin mengalami masalah dengan sensor elektromagnetik di moncong yang digunakan untuk navigasi.

Selain itu, melansir Yahoo! News, alasan keberadaan hiu kelabu di kanal tersebut tak lain karena dinilai bingung oleh suara keras atau kebisingan dan cahaya terang yang dipancarkan kapal-kapal di pelabuhan.

Lebih lanjut, Kementerian Kelautan Korea Selatan juga menduga bahwa alasan dusky shark berada di kanal itu mungkin pertanda kondisi air laut menghangat. Sang hiu kelabu diperkirakan mengikuti ikan berlimpah yang menuju ke perairan ebih hangat.

Pasalnya, sekitar 50 hiu besar tercatat di lepas pantai timur Korea Selatan selama paruh pertama tahun 2026. Angka ini tercatat 4 kali lebih banyak daripada periode tahun 2025.

Hiu Paus

Ilustrasi ikan hiu. FOTO/iSTockphoto

Merujuk laman ABC, 22 Oktober 2026, para pemerhati lingkungan meyakini bahwa perubahan iklim serta peningkatan suhu laut turut menyebabkan dusky shark memasuki kanal.

Hingga akhirnya bebas di laut lepas, Bukangi terlihat di dekat Dermaga 1 pelabuhan pada Jumat (23/10/2026) pagi. Hiu kelabu itu kemudian terlihat lagi pada Sabtu (24/10/2026) di perairan pelabuhan dekat Terminal Penumpang Internasional Pelabuhan Busan, seperti diwartakan Korea JoongAng Daily, 25 Oktober 2026.

Pemantauan dilakukan agar mengetahui kondisi hiu kelabu setelah keluar dari kanal. Hiu itu berenang dengan kecepatan normal dan menjaga keseimbangan, tanpa luka baru atau tanda-tanda masalah kesehatan lain.

WISATA MENYELAM BERSAMA HIU DI MOROTAI

Ilustrasi ikan hiu. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww.


Namun, seorang ilmuwan perikanan senior di Divisi Perikanan Laut Massachusetts, Gregory Skomal mengatakan, kondisi kesehatan hiu itu belum bisa dipastikan.

Menurutnya, jika hiu itu sehat dan ingin bebas, maka akan bergerak melampaui bagian kanal yang terbatas. Namun, ada pula kemungkinan sang hiu kelabu sedang menderita stres kronis atau penyakit, baik disebabkan infeksi yang sudah ada atau kurungan berkepanjangan.

Menyoal Bukangi yang terlihat tidak makan selama di kanal, Skomal juga berpendapat bahwa hiu bisa berminggu-minggu tanpa makan, meski situasi ini tidak baik.

Hiu yang tidak sehat atau stres kemungkinan besar tidak akan makan. Situasi ini bisa jadi menjadi alasan Bukangi berada di kanal dalam waktu cukup lama dan seolah enggan kembali ke lautan, meski berkali-kali dilakukan operasi penyelamatan.

Baca juga artikel terkait IKAN HIU atau tulisan lainnya dari Umu Hana Amini

tirto.id - TirtoEco
Kontributor: Umu Hana Amini
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Beni Jo