tirto.id - Menteri Hak Asasi (Ham) Natalius Pigai, meminta Polda Papua mengusut tuntas kasus pelemparan molotov ke Kantor Komnas HAM di Papua, Rabu (9/9/2026). Ia mendesak polisi segera menangkap pelaku.
“Saya minta Polda Papua secara serius untuk cek sampai dapat siapa yang melempar bom Molotov ke Kantor Komnas HAM Perwakilan Papua,” kata Pigai, kepada awak media di kantor Kementrian HAM, Jakarta, Rabu.
Teror pelemparan tersebut, kata Pigai, mesti ditanggapi serius oleh pihak kepolisian lantaran menyangkut kekerasan terhadap institusi Hak Asasi Manusia.
“Kalau institusi hak asasi manusia itu dilakukan kekerasan kami tidak tahu pelakunya oleh siapa. Tidak bisa menuduh siapa pun dan bagaimana yang melakukan. Itu harus berdasarkan hasil penyelidikan secara objektif oleh aparat penyelidikan hukum,” katanya.
Pigai percaya Polda Papua akan mengusut kasus pelemparan bom molotov di kantor Komnas HAM Perwakilan Papua secara objektif. Ia mengajak semua pihak menunggu hasil pengungkapan pelakunya.
“Kita tunggu pengungkapan siapa yang melakukan lempar bom Molotov kepada kantor Komnas HAM Perwakilan Papua,” sambung Pigai.
Sebelumnya, Labfor Polda Papua sudah memeriksa isi pecahan botol yang ditemukan di halaman depan kantor Komnas HAM di Dok V Bawah, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura.
Penyelidikan tersebut dilakukan untuk memastikan isi dari dalam botol yang dilaporkan dilempar orang tak dikenal (OTK) Rabu (9/9) sekitar pukul 10.00 WIT.
"Dari laporan tentang adanya pelemparan yang dilakukan OTK ke kantor Komnas HAM, Polresta Jayapura Kota menggandeng Labfor Polda Papua untuk menyelidiki kandungan atau isi dalam botol yang ditemukan sudah pecah berserakan di TKP," kata Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Fredrickus Maclarimboen, mengutip Antara, Rabu.
Saat ini, penyidik Reskrim Polresta Jayapura Kota sudah melakukan olah TKP dan menyita barang bukti berupa pecahan botol yang diduga dilempar oleh pelaku.
Berdasarkan keterangan awal, terdapat orang tak dikenal melempar botol ke halaman Komnas HAM. "Belum bisa dipastikan apakah itu bom molotov atau bukan karena masih menunggu hasil penyelidikan," ucapnya.
Penulis: Muhammad Nizar
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id

































