Menuju konten utama

Peta India dan Pakistan, Wilayah Konflik, Serta Update Perang

Pakistan menyebut korban jiwa bertambah menjadi 31 orang akibat serangan rudal India pada Rabu, 7 Mei 2025. Pakistan sedang siapkan serangan balasan.

Peta India dan Pakistan, Wilayah Konflik, Serta Update Perang
Peta India Dan Pakistan. foto/istockphoto

tirto.id - Serangan rudal India ke Pakistan pada Rabu, 7 Mei kemarin membuat suasana di antara kedua negara semakin panas. Jumlah korban jiwa diberitakan bertambah menjadi 31 orang. Berikut peta India dan Pakistan yang mencakup wilayah konflik serta update mengenai situasi perang di sana.

India menyerang wilayah Pakistan pada Rabu kemarin sebagai buntut dari meninggalnya 26 turis India yang sedang berwisata di daerah Pahalgam, wilayah Pegunungan Himalaya. Mereka mendapat serangan dari sekelompok orang yang diduga adalah teroris. Ini merupakan wilayah Kashmir yang berada di bawah teritori India.

Sebenarnya, bagaimana awal mula konflik di antara kedua negara? Dan ke mana serangan India ditujukan?

Peta India dan Pakistan dan Wilayah Konflik

Diberitakan Al Jazeera (7/5), serangan India ke Pakistan tertuju pada 6 titik, yaitu:

  1. Ahmedpur Sharqia, dekat Bahawalpur (provinsi Punjab)
  2. Kota Muridke (provinsi Punjab)
  3. Sebuah desa dekat Sialkot (provinsi Punjab)
  4. Shakargarh (provinsi Punjab)
  5. Muzaffarabad
  6. Kotli
Peta India Dan Pakistan
Peta India Dan Pakistan. foto/istockphoto

Pakistan awalnya menyebut setidaknya 8 orang tewas karena serangan India tersebut. Serangan India di Ahmedpur Sharqia, Muzaffarabad, dan Kotli menargetkan masjid. Di Muzaffarabad dan Kotli, serangan menewaskan dua orang, sedangkan di Ahmedpur Sharqia lima orang meregang nyawa termasuk seorang gadis cilik berusia 3 tahun.

Mendapat serangan mendadak, tentara Pakistan langsung melakukan pembelaan. Lima pesawat tempur India berhasil mereka jatuhkan. Meski tidak menampik atau membenarkan klaim dari Pakistan itu, India justru mengatakan jika tembakan tentara Pakistan telah membuat tiga orang Kashmir yang berada di wilayah India menjadi korban.

Kashmir adalah daerah yang diperebutkan oleh India dan Pakistan sejak lama. Berawal dari tahun 1947 saat India dan Pakistan mendapat kemerdekaannya dari Inggris, Kashmir yang berada di antara dua negara ini diminta untuk memutuskan akan bergabung dengan India atau Pakistan. India sebagai negara dengan mayoritas Hindu dan Pakistan sebagai negara dengan penduduk Islam terbanyak.

Maharaja Hari Singh, pemimpin Kashmir kala itu sebenarnya condong ke India karena ia beragama Hindu. Namun, Hari Singh tidak dapat memungkiri jika kebanyakan warga Kashmir memeluk agama Islam. Tentu jika dilihat dari situ, Hari Singh harusnya memilih untuk bergabung dengan Pakistan.

Sikap plin plan Hari Singh ini membuat Pakistan murka. Mereka menyerang Kashmir karena mendengar adanya penindasan terhadap umat Islam di sana. Hari Singh yang panik meminta bantuan India.

India tidak mau memberikan bantuan secara cuma-cuma. Mereka meminta Hari Singh menandatangani perjanjian yang menyebut jika Kashmir akan bergabung dengan India. Inilah yang memicu perang antara India dan Pakistan.

Perang terus terjadi sejak tahun 1947 hingga akhirnya PBB turun tangan. PBB membagi wilayah Kashmir menjadi dua yakni bagian teritori Pakistan dan teritori India. Namun sejak perang India-China, Kashmir kini dikuasai oleh tiga negara.

  • India: Jammu, Kashmir, dan Ladakh
  • Pakistan: Azad Jammu, Kashmir, dan Gilgit–Baltistan.
  • China: Aksai Chin, Shaksgam (Jalur Trans-Karakoram).

Update Perang India dan Pakistan

Dikutip Reuters (7/5/2025), militer Pakistan mengatakan jika korban jiwa dalam serangan India bertambah menjadi total 31 orang. Selain korban tewas, setidaknya 46 juga dilaporkan mengalami luka-luka.

Pakistan tidak akan tinggal diam setelah diserang oleh India. Mereka sedang mempersiapkan serangan balasan.

"Atas kesalahan terang-terangan yang dilakukan India tadi malam, kini mereka harus membayar harganya. Mungkin mereka mengira kita akan mundur, tetapi mereka lupa bahwa, dengan rahmat Allah, ini adalah bangsa yang pemberani dengan tekad sekuat baja." kata Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dalam pidatonya yang disiarkan televisi Pakistan.

Baca juga artikel terkait KONFLIK INDIA PAKISTAN atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra