Menuju konten utama

Pesan Kemenag di Puncak Pelaksanaan Haji 2025

Ahmad S. Asrori dalam siaran pers di akun YouTube Kemenag meminta jamaah haji Indonesia agar mendoakan bangsa ini selamat dan bersatu dalam kebhinekaan.

Pesan Kemenag di Puncak Pelaksanaan Haji 2025
Katib 'Aam PBNU, KH. Ahmad Said Asrori dalam Konferensi Pers Penyelenggaraan Ibadah Haji 1446H/ 2025M. (Youtube/Kemenag RI)

tirto.id - Di puncak pelaksanaan haji tahun 2025 ini Kementerian Agama (Kemenag) mengingatkan kembali mengenai haji mabrur yang sesungguhnya. Kriteria haji mabrur sendiri tertuang dalam sabda Nabi Muhammad SAW.

Khatib Aam PBNU, Ahmad Said Asrori, mengungkapkan bahwa haji mabrur dalam sabda Rasulullah tidak memiliki pahala, selain di jannah (surga). Namun, jannah yang dalam hal ini adalah surga memang tidak pernah bisa dibayangkan.

Ahmad memaparkan bahwa haji yang mabrur bukan dilihat dari seberapa khusyuk dan taatnya salat seseorang atau sesering apa menjalankan zikir. Dia pun menyebut hanya ada dua kategori haji mabrur.

"Jadi, orang haji itu harus dermawan, memberikan makanan. Menebarkan perdamaian dan keselamatan. Kenapa tidak disebutkan di situ salatnya? Witirnya? Karena kalau orang haji itu rukun-rukunnya sudah sempurna," kata Ahmad dalam konferensi pers di YouTube Kemenag RI, Jumat (6/6/2025).

Dia pun mengingatkan bahwa seorang haji harus menebarkan rasa damai di manapun. Seorang haji yang mabrur, kata dia, harus mengajak agar sesama manusia saling menjaga.

Ahmad juga mengatakan bahwa masa wukuf di Arafah menjadi momentum yang baik karena segala doa akan dikabulkan. Dia mengimbau agar para jamaah haji Indonesia bisa memanfaatkan momentum ini untuk mendoakan kondisi bangsa Indonesia agar lebih baik lagi.

"Doakan semoga Indonesia ini selalu diberi anugerah Allah agar selamat, selalu bersatu, terus bisa tolong-menolong untuk ketakwaan, untuk kebaikan, saling menjaga kebersamaan, persatuan, dan kebhinekaan," tutur Ahmad.

Baca juga artikel terkait HAJI 2025 atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Sosial Budaya
Reporter: Fahreza Rizky
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Rina Nurjanah