Menuju konten utama

Persikas Subang Resmi Diakuisisi Menjadi Sumsel United

Isu akusisi Persikas sempat memicu gejolak di kalangan suporter, para pendukung setia turun ke jalan menyuarakan penolakan.

Persikas Subang Resmi Diakuisisi Menjadi Sumsel United
Persikas Subang. (Dok Instagram)

tirto.id - Nasib Persikas Subang akhirnya menemui titik akhir. Klub kebanggaan masyarakat Subang itu resmi diakuisisi dan berganti nama menjadi Sumsel United dalam Kongres Biasa PSSI 2025 yang digelar di Hotel Ritz Carlton, Jakarta Selatan, pada Rabu (4/6/2025).

Dengan perubahan ini, Sumsel United akan menjadi wakil kedua dari Sumatera Selatan di Liga 2, menyusul Sriwijaya FC. Keputusan tersebut sekaligus menandai berakhirnya kiprah Persikas sebagai salah satu ikon sepak bola Jawa Barat.

Langkah akuisisi Persikas sempat memicu gejolak di kalangan suporter sejak isu ini mencuat beberapa waktu lalu. Dalam sebuah acara bertajuk Nganjang ka Warga, para pendukung setia Persikas turun ke jalan menyuarakan penolakan mereka. Aksi tersebut bahkan memancing emosi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang hadir dalam acara tersebut.

Para suporter mengaku berharap bisa menarik perhatian sang gubernur, yang akrab disapa KDM, agar turun tangan menyelamatkan klub sebagai warisan olahraga Subang. Namun harapan itu pupus. Ketika sejumlah perwakilan suporter diundang ke kediaman KDM di Lembur Pakuan, mereka justru mendapat penolakan langsung.

Sejak saat itu, nasib Persikas makin tidak menentu. Situasi ini ditambah oleh minimnya komunikasi dari manajemen, yang membuat ketidakpastian semakin membesar, hingga akhirnya keputusan final diumumkan dalam Kongres Biasa PSSI.

Dalam kongres tersebut ada dua klub Liga 2 lainnya yang mengalami Nasib serupa dengan Persikas. PSKC Cimahi kini bertransformasi menjadi Garudayaksa FC, sementara Sumut United berubah nama menjadi Persikad Kota Depok.

Hingga berita ini diturunkan, manajemen lama Persikas belum memberikan keterangan resmi terkait proses akuisisi maupun alasan di balik keputusan perubahan nama dan kepemilikan klub. Mereka memilih bungkam, meninggalkan luka di hati para pendukung yang merasa kehilangan bagian penting dari identitas daerah.

Salah satu tokoh suporter, yang enggan disebutkan namanya, mengaku kecewa namun tidak terkejut. “Sudah sejak awal kami melihat ada yang tidak beres. Tapi tetap saja, kehilangan ini terasa sangat menyakitkan,” ujarnya singkat.

Kini, Subang harus menghadapi kenyataan, klub kebanggaan mereka telah beralih tangan dan meninggalkan tanah kelahirannya. Sementara itu, publik menantikan langkah selanjutnya dari para pemangku kepentingan olahraga di Jawa Barat akankah lahir penerus Persikas, atau sejarah itu hanya akan menjadi kenangan.

Baca juga artikel terkait SEPAKBOLA atau tulisan lainnya dari Subang Info

tirto.id - Flash News
Kontributor: Subang Info
Penulis: Subang Info
Editor: Siti Fatimah