tirto.id - Sebuah rumah sakit pusat rehabilitasi narkoba di Kabul, Afghanistan dihantam rudal pada Senin (16/3/2026) malam. Hal ini terjadi di tengah peperangan antara Pakistan dan Afghanistan yang terus berkecamuk.
Juru bicara pemerintah Afghanistan menyampaikan keterangan tertulis tentang serangan ke rumah sakit itu melalui X. Dijelaskannya bahwa serangan telah menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan korban luka-luka.
Seturut BBC, setidaknya 30 jenazah ditemukan di lokasi penyerangan tersebut, namun Pemerintah Afghanistan menyebut jumlah korban yang terbunuh bisa mencapai 400 orang namun belum terkonfirmasi. Staf rumah sakit menyebut bahwa ada sekitar 2.000 orang yang sedang dirawat di sana saat serangan terjadi.
Afghanistan menuduh bahwa serangan tersebut berasal dari Pakistan. Saksi mata juga menyatakan bahwa serangan yang menggempur rumah sakit itu diikuti suara pesawat dan sistem pertahanan Udara.
"Seluruh tempat terbakar. Rasanya seperti kiamat," kata Ahmad, petugas rumah sakit yang jadi satu-satunya penghuni asrama staf rumah sakit yang selamat dari serangan, dikutip dari The Guardian.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan Afghanistan, Sharafat Zaman Amarkhail, menyebut bahwa rumah sakit yang diserang rudal itu adalah fasilitas medis murni. Menurut Amarkhail, bahkan tak ada fasilitas militer yang ada di dekatnya.
Rumah sakit yang diserang itu sebelumnya adalah pangkalan militer AS yang kemudian jadi tempat berkumpulnya para pengguna narkoba. Saat Taliban berkuasa di Afghanistan pada 2021, mereka mengubahnya jadi pusat rehabilitasi narkoba.
Sejak 2021, lokasi itu jadi tempat penampungan pengguna narkoba yang ditangkap dari seluruh ibu kota.
Pakistan Membantah Lakukan Serangan ke Rumah Sakit
Di sisi lain, Pakistan membantah telah menyerang rumah sakit di Afghanistan. Dalam keterangan pada Senin malam, Pakistan menyebut bahwa serangan mereka ke Afghanistan "secara tepat menargetkan instalasi militer dan infrastruktur teroris".
Melalui unggahan di X, Kementerian Informasi Pakistan menyebut bahwa serangan pada Senin malam di Kabul adalah upaya menghancurkan fasilitas "penyimpanan peralatan teknis dan penyimpanan amunisi Taliban Afghanistan".
Kementerian Informasi Pakistan juga melabeli keterangan Afghanistan bahwa tempat yang diserang adalah rumah sakit. Menurut mereka, informasi itu adalah "pelaporan fakta yang salah" dan balik mengklaim bahwa Taliban menjadikan rumah sakit sebagai kedok untuk menutupi jaringan terorisme.
"Pelaporan fakta yang salah ini sebagai fasilitas rehabilitasi narkoba bertujuan untuk membangkitkan sentimen, menutupi dukungan ilegal terhadap terorisme lintas batas," tulis Kementerian Informasi Pakistan.
Perang Afghanistan-Pakistan yang pecah sejak Februari lalu telah menimbulkan sejumlah orang terbunuh. Baik Afghanistan dan Pakistan kerap mengeluarkan pernyataan tentang jumlah korban jiwa dengan jumlah yang berlainan, namun jumlahnya berkisar antara puluhan hingga ratusan orang.
Perkiraan jumlah korban tersebut belum termasuk jumlah korban yang terbunuh dalam serangan ke rumah sakit di Kabul.
Dugaan keterlibatan Afghanistan dalam jaringan kelompok bersenjata radikal adalah muara dari konflik ini. Pakistan menuduh Taliban Afghanistan yang kini berkuasa telah memberikan dukungan kepada militan Taliban Pakistan.
Dugaan itu dibantah oleh Afghanistan, namun Pakistan tetap menyerbu Kabul. Ketegangan antara kedua negara pun meluas jadi pertempuran lintas batas.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id



























