Menuju konten utama

Perang di Timteng Meluas, Dubes Iran Galang Dukungan Antiperang

Menurut Dubes Iran, serangan di Lebanon yang menyebabkan tiga anggota TNI gugur merupakan serangan Israel.

Perang di Timteng Meluas, Dubes Iran Galang Dukungan Antiperang
Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi memberikan keterangan pers terkait wafatnya pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran di kediaman Duta Besar Iran, Jakarta, Senin (2/3/2026). Dalam keterangan persnya Kedutaan Besar Republik Islam Iran mengecam serangan AS dan Israel yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei serta warga sipil dan meminta sikap tegas pemerintah Indonesia dalam mengutuk agresi dan kejahatan Amerika Serikat dan rezim zionis Israel. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/nz
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Memasuki minggu kelima, perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran kian meluas ke berbagai kawasan Asia Barat. Serangan udara Israel dilaporkan terus berlanjut hingga menyasar wilayah yang diduga menjadi basis kelompok sekutu Iran, seperti Hezbollah di Lebanon.

Di sisi lain, kelompok Houthi di Yaman turut terlibat dengan meluncurkan rudal ke arah Israel. Itu menandai meluasnya konflik ke aras regional Timur Tengah.

Eskalasi di perbatasan Lebanon bagian selatan juga berdampak langsung pada pasukan penjaga perdamaian PBB. Tiga personel Kontingen Garuda (Konga) yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), yakni Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan, dilaporkan gugur.

Di Indonesia, Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, berupaya menggalang dukungan untuk penghentian perang. Pada Rabu (1/4/2026), Boroujerdi bertemu dengan Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, di Balai Kota Surakarta dan menyampaikan seruan antiperang.

"Saya mengundang seluruh masyarakat Indonesia, Pemerintah Indonesia, dan Bapak Wali Kota untuk bergabung dalam kampanye menolak perang. Menyuarakan bahwa membunuh masyarakat tidak berdosa adalah hal yang salah dan peperangan harus kita tolak," ujar Boroujerdi usai pertemuan.

Dia menegaskan, serangan di Lebanon yang menyebabkan tiga anggota TNI gugur merupakan serangan Israel. Boroujerdi juga menyebut bahwa perang di negaranya telah menelan banyak korban jiwa dari kalangan sipil, termasuk balita berusia tiga hari hingga lansia berusia 88 tahun.

"Mereka membuat perang, menyerang masyarakat tidak berdosa, lalu berbohong. Siapa lagi yang bisa menyerang Lebanon jika bukan Israel," kata dia.

Sementara itu, Respati Ardi menuturkan pihaknya akan menunjuk badan amil terpercaya untuk menggelar kampanye antiperang.

"Kami ingin bersama-sama menunjukkan solidaritas, sebagai bentuk kemanusiaan dan dukungan moral," ujarnya.

Usai bertemu Wali Kota Solo, Boroujerdi kemudian melanjutkan pertemuan dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, di kediamannya di kawasan Sumber.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Romensy Augustino

tirto.id - Flash News
Kontributor: Romensy Augustino
Penulis: Romensy Augustino
Editor: Fadrik Aziz Firdausi