tirto.id - Perang Iran yang telah memasuki hari ke-32 pada 31 Maret 2026 menunjukkan serangan udara yang masih terus terjadi baik dari Iran maupun dari Israel. Penutupan dan pembatasan Selat Hormuz memperparah krisis energi dunia.
Perang Iran dimulai sejak Israel melakukan serangan ke Iran pada 28 Februari 2026. Setelah Israel, AS menyusul dengan menjalankan Operation Epic Fury yang berhasil menewaskan Supreme Leader Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Konflik di Iran ini mengancam stabilitas ekonomi global karena pemerintah Iran membatasi lalu lintas di Selat Hormuz yang merupakan jalur vital perdagangan minyak dunia.
Perundingan gencatan senjata yang disebut akan digelar di Islamabad, Pakistan pun memberi secercah angin segar bagi negara-negara yang terdampak krisis BBM akibat pasokan energi dari Selat Hormuz terhambat.
Rangkuman Perang Iran Hari ke-32
Berikut rangkuman perang Iran vs AS-Israel di hari ke-32, Selasa, 31 Maret 2026 mengutip Al Jazeera dan CNN:
1. AS-Israel masih terus serang Iran
Amerika Serikat dan Israel masih melancarkan serangan intensif ke berbagai kota di Iran seperti Teheran dan Isfahan, menyebabkan ledakan besar dan korban sipil.Di Mahallat, yang terletak di selatan Tehran, satu serangan menewaskan sebelas orang, termasuk tiga anak-anak, menurut laporan dari Mehr News.
Tiga orang juga dilaporkan tewas dalam serangan yang merusak sebuah masjid di Zanjan, kota di bagian utara Iran.
2. Trump ancam hancurkan infrastruktur energi Iran
Presiden AS Donald Trump mengancam akan menghancurkan fasilitas minyak utama Iran, termasuk Pulau Kharg, sumur minyak, dan pembangkit listrik jika tidak ada kesepakatan damai.3. Batasi lalu lintas di Selat Hormuz, Iran buat dunia krisis energi
Iran memberlakukan kebijakan baru seperti pungutan bagi kapal yang melintas dan membatasi lalu lintas di jalur vital ini. Sikap Iran ini berdampak besar pada pasokan energi global.4. Serangan balasan Iran meningkat
Iran meluncurkan puluhan serangan regional, termasuk serangan ke kapal tanker minyak Kuwait, serta peluncuran rudal ke Arab Saudi dan negara lain di kawasan Teluk.Beberapa wilayah di pusat Israel juga menjadi sasaran ranjau atau pecahan rudal jenis submunitions (cluster munitions) yang diluncurkan Iran sebagai bagian dari serangan balasan.
Fragmen-fragmen kecil dari bom klaster ini tersebar luas di daerah pemukiman dan jalan, menyebabkan beberapa kendaraan terbakar serta kerusakan properti lain, meskipun sistem pertahanan udara Israel sebagian besar berhasil mencegat rudal utama.
5. Ketegangan meluas ke kawasan regional
Negara-negara Teluk seperti Arab Saudi, Bahrain, dan Kuwait meningkatkan kewaspadaan. Di sisi lain, NATO berhasil mencegat rudal yang mengarah ke Turki.6. Korban jiwa dan dampak kemanusiaan meningkat
Ribuan orang dilaporkan tewas di berbagai negara, termasuk Iran dan Lebanon, serta kerusakan infrastruktur penting seperti fasilitas air bersih.Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Iran per 30 Maret 2026, jumlah korban tewas di Iran mencapai 1.937 orang dengan 24.800 luka-luka.
7. Harga minyak dunia meroket
Harga minyak dunia melonjak hingga di atas US$100 per barel. Harga bensin di AS menembus US$4 per galon akibat gangguan pasokan.8. Upaya diplomasi masih berlangsung
Komunikasi antara AS dan Iran tetap ada, namun dilakukan secara tidak langsung melalui perantara dan belum menunjukkan hasil konkret.9. Dua TNI tewas di Lebanon
Insiden tewasnya dua pasukan penjaga perdamaian PBB asal Indonesia di Lebanon selatan menunjukkan bahwa konflik di kawasan Timur Tengah kini semakin meluas dan berbahaya.Pihak misi PBB di Lebanon (UNIFIL) menyatakan telah membuka penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut, namun hingga kini belum ada pihak yang secara resmi disalahkan, apakah Israel atau Hizbullah.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id

































