tirto.id - Harga plastik di beberapa pasar di Kota Cirebon meroket hingga 100 persen. Kenaikan harga ini diduga merupakan dampak perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran.
Salah satu pedagang plastik di Pusat Grosir Cirebon (PGC), Doel, mengaku harga plastik mulai merangkak naik sejak momen Ramadhan sampai dengan saat ini.
“Hampir 70 persen naik. Biasa di Rp32 ribu, sekarang di Rp51 ribu untuk plastik PE atau plastik untuk es. Plastik PP juga gak kalah naik. Tadinya Rp24 ribu, sekarang Rp40 ribu,” kata Doel kepada Cirebon Banget, Jumat (3/4/2026).
Kenaikan harga tersebut membuat daya beli masyarakat kian menurun dan jumlah stok menipis. Selain harga plastik PE dan juga PP, harga sedotan dan juga kertas nasi juga mengalami kenaikan harga yang signifikan.
Doel mengungkapkan kenaikan tersebut dikarenakan faktor perang yang menyebabkan kelangkaan bahan baku plastik.
“Saya juga mau stok banyak-banyak, (tapi) harga sekarang ini lagi tinggi. Nanti tiba-tiba harganya turun kan saya rugi. Jadi, ya seadanya aja,” ungkapnya.
Kenaikan harga plastik lantas turut memicu harga-harga bahan lain ikut naik, contohnya gula pasir.
Hal senada juga disampaikan pedagang lain, yaitu Budi, yang mengaku kenaikan harga plastik berlangsung secara bertahap dan sampai saat ini sudah naik 100 persen.
“Untuk kenaikan harga di sini sendiri untuk plastik PE (plastik es) itu dari harga Rp25.500, saat ini harganya Rp50.000, sementara untuk kertas nasi naik harga dari Rp27 ribu, sekarang harga belinya saja Rp34 ribu,” jelasnya.
sementara itu, Don, seorang pedagang empal, mengaku biaya produksinya makin naik gara-gara naiknya harga plastik yang signifikan.
“Naik semua, Mas. Tadinya plastik untuk bungkus empal itu Rp8 ribu, sekarang itu sampai Rp12 ribu. Untuk kantong kresek tadinya Rp7.500, sekarang Rp12.500,” jelas Don.
Dalam satu hari, Don dapat menghabiskan 10 pak plastik pembungkus makanan yang per paknya berisikan 85 lembar plastik pembungkus makanan.
Meskipun biaya produksi meningkat, Don mengaku tidak mau menaikkan harga makanan yang disajikan.
“Maunya sih menaikkan harga makanannya karena untuk biaya produksi, tapi ya tidak jadilah. Kita sadar diri saja kadang-kadang kita cari untung bukan buat beli motor, tapi untuk jajan anak,” tegasnya.
Penulis: Cirebon Banget
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id

































