tirto.id - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan keprihatinan mendalam dan mengutuk keras aksi penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, di Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026).
Komisaris Tinggi PBB untuk HAM, Volker Türk, bersama Menteri HAM RI, Natalius Pigai, mendesak otoritas kepolisian untuk segera menangkap pelaku dan mengusut tuntas aktor di balik teror terhadap pembela hak asasi manusia tersebut.
“Sangat prihatin terhadap serangan air keras yang mengerikan terhadap Andrie Yunus, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS),” menurut pernyataan Komisaris Tinggi PBB untuk HAM, Volker Türk, dikutip via akun media sosial X @UNHumanRights, Sabtu (14/3/2026).
#Indonesia: Deeply concerned by horrific acid attack on Andrie Yunus, the Deputy External Affairs Coordinator of the Commission for Missing Persons and Victims of Violence (@KontraS). Those responsible for this cowardly act of violence must be held to account. HRDs must be…
— UN Human Rights (@UNHumanRights) March 13, 2026
Dalam pernyataan tersebut, Türk menegaskan, siapa pun pelaku, “tindak kekerasan secara pengecut” tersebut harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Dia menggarisbawahi, para pembela HAM, seperti Andrie harus harus dilindungi. Kehadiran pembela HAM, disebutnya berperan penting dalam menyoroti isu yang menjadi perhatian publik.
“Pembela HAM harus dilindungi saat menjalankan peran penting mereka, dan supaya dapat menyoroti isu-isu yang menjadi perhatian publik tanpa rasa takut,” tegas Komisaris PBB itu.
Senada, Pelapor Khusus PBB untuk Pembela HAM, Mary Lawlor, turut menyampaikan keprihatinan mendalam atas aksi teror terhadap Andrie. Mengingat tindakan tersebut, telah menyebabkan luka di sekujur tubuh Andrie.
“Saya menyerukan otoritas Indonesia untuk melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap serangan yang menyeramkan ini,” kata Lawlor, juga melalui media sosial X.
Ia pun menegaskan, impunitas dalam kasus kekerasan terhadap para pejuang HAM sama sekali tidak dapat diterima.
Sebelumnya, Aktivis KontraS Andrie Yunus disimbah air keras oleh individu tak dikenal saat dalam perjalanan di Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026) malam.
Peristiwa tersebut terjadi setelah Andrie selesai mengikuti kegiatan perekaman siniar di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).
Akibat kekerasan tersebut, korban mengalami luka bakar pada sejumlah bagian tubuh. Kini, Andrie masih menjalani penanganan medis.
Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, turut mengecam tindakan kekerasan terhadap aktivis KontraS tersebut. Dia menegaskan negara tidak boleh membiarkan praktik premanisme terjadi terhadap siapa pun, termasuk para pembela HAM.
Mewakili pemerintah, Pigai juga meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut agar para pelaku dapat diproses secara hukum, serta korban bersama keluarganya memperoleh rasa keadilan.
Editor: Alfons Yoshio Hartanto
Masuk tirto.id

































