Menuju konten utama

Penumpang Angkutan Umum Naik 12,48% Saat Nataru 2025/2026

Terjadi penurunan waktu tempuh rata-rata. Ruas tol Cawang-Banyumanik dapat ditempuh dalam 5 jam 4 menit, turun 5,24 persen dibanding tahun sebelumnya.

Penumpang Angkutan Umum Naik 12,48% Saat Nataru 2025/2026
Petugas memeriksa tiket penumpang kereta api Kutojaya Selatan di Stasiun Kiaracondong, Bandung, Jawa Barat, Rabu (24/12/2025).ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/agr

tirto.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat, selama periode Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026), 18 Desember 2025 sampai 4 Januari 2026, total pengguna angkutan umum mencapai 21.461.491 penumpang. Jumlah tersebut mengalami kenaikan 12,48 persen dibanding periode sebelumnya yang sebesar 19.079.881 penumpang.

“Berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan mulai 18 Desember 2025 sampai dengan 4 Januari 2026, penumpang angkutan umum naik 12,48 persen dari periode Nataru tahun lalu, atau berjumlah 21,46 juta penumpang. Hal ini tentunya menunjukkan pelaksanaan angkutan Nataru tahun ini telah berjalan dengan baik sesuai dengan kebijakan dan rencana operasi yang telah disusun,” ujar Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, dalam keterangan resmi yang Tirto terima, Selasa (6/1/2026).

Secara rinci, jumlah penumpang angkutan umum selama Nataru 2025/2026 terdiri dari; angkutan udara sebesar 4.768.675 penumpang, naik 0,73 persen dari sebelumnya 4.734.198 penumpang. Kemudian, angkutan laut naik 43,42 persen dari yang sebelumnya sebanyak 1.572.099, menjadi 2.254.733 penumpang.

Selanjutnya, penumpang angkutan perkeretaapian tercatat sebesar 7.573.881 penumpang, naik 12,92 persen dari sebelumnya 6.707.053 penumpang. Jumlah penumpang angkutan penyeberangan sebesar 3.725.343 orang, naik 35,05 persen dari sebelumnya 2.758.565 penumpang. Angkutan jalan tahun 2025/2026 tercatat 3.138.859 penumpang, turun dari tahun sebelumnya 3.307.966 penumpang.

Kenaikan juga tercatat pada kendaraan keluar masuk Jakarta melalui jalan tol sebesar 3,39 persen. Sementara, kendaraan yang keluar masuk Jabodetabek melalui arteri mengalami peningkatan sejumlah 17,3 persen.

“Pada tahun 2025/2026 waktu tempuh rata-rata pada ruas tol Cawang - Banyumanik secara kumulatif dapat ditempuh selama 5 jam 4 menit atau turun 5,24 persen dibanding tahun sebelumnya. Adapun untuk arus sebaliknya waktu tempuh turun 10,1 persen,” jelas Dudy.

Kemudian, arus kendaraan yang keluar wilayah Jabodetabek melalui jalan tol didominasi dengan kendaraan yang menuju ke sejumlah daerah, seperti Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Banten, Pulau Sumatra, serta beberapa wilayah di Jawa Barat, yakni Puncak dan Sukabumi.

Sementara itu, selama masa Posko berlangsung, terdapat 1.549 titik pemantauan data pada simpul dan jaringan seluruh moda, dengan rincian sebagai berikut:

  1. Terminal 222 titik pemantauan data
  2. Pelabuhan Penyeberangan 248 titik pemantauan data
  3. Pelabuhan Laut 264 titik pemantauan data
  4. Bandar Udara 257 titik pemantauan data
  5. Stasiun Kereta Api 471 titik pemantauan data
  6. Gerbang Tol 43 titik pemantauan data
  7. Jalan Arteri 44 titik pemantauan data

Baca juga artikel terkait NATARU 2026 atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Alfons Yoshio Hartanto