Menuju konten utama

Arus Balik Nataru Terlihat di Bali Sejak Awal Januari 2026

BPS Provinsi Bali mencatat kenaikan jumlah wisman hingga 10,27 persen sepanjang Januari-November 2025 dibanding tahun lalu.

Arus Balik Nataru Terlihat di Bali Sejak Awal Januari 2026
Suasana Bandara I Gusti Ngurah Rai pada tahun baru 2026, Kamis (01/01/2026). Foto: Humas Bandara Ngurah Rai

tirto.id - Arus balik wisatawan pada momen libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) sudah terlihat pada awal Januari 2026. Bandara I Gusti Ngurah Rai mencatat terjadi peningkatan di jumlah penumpang pada aktivitas keberangkatan (departure) selama 4 hari ke belakang.

Pada hari Kamis (01/01/2026), dari total keseluruhan sebanyak 70.071 penumpang, sebanyak 16.124 penumpang domestik dan 21.707 penumpang internasional melakukan perjalanan keberangkatan. Hal yang sama terlihat pada Jumat (02/01/2026) yang mencatatkan 17.978 penumpang domestik dan 25.225 penumpang internasional berangkat dari Bandara Ngurah Rai.

Tren juga tampak pada Sabtu (03/01/2026) yang menampakkan bahwa dari total 74.866 penumpang, sebanyak 17.664 penumpang domestik dan 24.099 penumpang internasional meninggalkan Bali.

"Berdasarkan data, selama periode posko rata-rata melayani 70.658 pergerakan penumpang per hari dengan puncak arus libur mencapai 83.512 penumpang yang tercatat pada 28 Desember 2025. Sedangkan puncak arus balik terjadi pada 2 Januari 2026, yakni sebanyak 77.367 penumpang," jelas General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Nugroho Jati, dalam keterangannya, Senin (05/01/2026).

Lebih lanjut, Nugroho menjelaskan bahwa selama periode posko terpadu Nataru yang berlangsung pada 15 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, Bandara I Gusti Ngurah Rai tercatat melayani 1.483.824 penumpang. Pergerakan didominasi oleh penumpang internasional sebanyak 877.876 orang atau 59 persen dari total penumpang. Untuk penumpang domestik mencapai 605.948 orang (41 persen).

"Selama posko terdapat 9.113 pergerakan pesawat yang didominasi layanan pernerbangan internasional, yakni sebesar 52 persen atau sebanyak 4.718 pergerakan pesawat. Sisanya 4.395 pergerakan pesawat melayani penerbangan rute domestik," terangnya.

Nugroho juga menjelaskan tingkat kepadatan di sisi udara tergambarkan dengan meningkatnya trafik penerbangan, yakni dengan rata-rata 434 pergerakan pesawat per hari atau sama dengan 18 proses lepas landas dan mendarat dalam waktu satu jam.

"Rata-rata per hari untuk trafik sepanjang tahun 2025 terdiri atas 66.096 pergerakan penumpang dan 393 pergerakan pesawat. Dapat disimpulkan lonjakan trafik di Bandara Ngurah Rai selama posko Nataru berada di kisaran 7 sampai 10 persen," ucap Nugroho.

Sementara itu, selama periode arus balik Nataru dari tanggal 1 hingga 4 Januari 2026, di Pelabuhan Gilimanuk dan Padangbai tercatat sebanyak 32.070 unit kendaraan keluar Bali, sedangkan kendaraan masuk Bali mencapai 34.115 unit. Secara rata-rata, tercatat sekitar 8.018 kendaraan keluar dari Bali per hari dan 8.529 kendaraan masuk ke Bali per hari.

"Volume kendaraan keluar Bali tertinggi terjadi pada 3 Januari 2026, yaitu sebanyak 8.669 unit. Sementara kendaraan masuk Bali tertinggi tercatat pada 4 Januari 2026 dengan jumlah 11.684 unit," ungkap Kadishub Bali, I Kadek Mudarta, di Denpasar, Senin.

Arus Balik Nataru di Bali

Suasana Bandara I Gusti Ngurah Rai pada tahun baru 2026, Kamis (01/01/2026). Foto: Humas Bandara Ngurah Rai

Di sisi lain, sepanjang Januari hingga November 2025, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat sebanyak 6.376.086 kunjungan wisatawan mancanegara yang datang langsung ke Bali. Apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024, maka jumlah wisatawan mancanegara tercatat meningkat hingga 10,27 persen.

"Wisatawan kebangsaan Australia merupakan yang paling banyak kedatangannya ke Bali pada November 2025, dengan jumlah 123.937 kunjungan. Empat negara asal wisatawan terbanyak selanjutnya adalah India (42.729 kunjungan), Cina (33.755 kunjungan), Korea Selatan (24.466 kunjungan), dan Amerika Serikat (19.880 kunjungan)," beber Kepala BPS Provinsi Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan, Senin.

Namun, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali mengalami penurunan pada November 2025 dibandingkan Oktober 2025. Total wisatawan mancanegara yang datang ke Bali pada November 2025 tercatat sebanyak 483.364 kunjungan, turun 18,74 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Menurut Agus, hal tersebut merupakan tren pariwisata di Bali dengan kondisi bulan November cenderung menurun dibandingkan Oktober. Wisatawan Nusantara yang justru mengalami peningkatan di bulan November, yakni sebesar 10,75 persen ke angka 2.378.591 kunjungan

"Untuk negara, ada yang mengalami penurunan karena sebab khusus, misalnya Jepang. Jepang itu lumayan turun, dari sekitar 4 ribu, itu salah satunya karena adanya pembatalan penerbangan dari pemerintah Jepang. Ada 62 penerbangan yang dibatalkan, di antaranya 1 penerbangan yang langsung ke Bali," jelas Agus.

Baca juga artikel terkait NATARU 2026 atau tulisan lainnya dari Sandra Gisela

tirto.id - Flash News
Kontributor: Sandra Gisela
Penulis: Sandra Gisela
Editor: Siti Fatimah